Apakah Harga Emas Pernah Turun Drastis?

Di-update
February 6, 2026
Gambar Apakah Harga Emas Pernah Turun Drastis?

Jakarta, Pintu News – Harga emas memang tidak selalu naik; dalam beberapa periode, logam mulia ini justru pernah anjlok sangat tajam. Sejarah menunjukkan bahwa emas bisa jatuh lebih dari 8–10% dalam satu hari dan puluhan persen dalam hitungan bulan, biasanya saat terjadi likuidasi besar, perubahan kebijakan bank sentral, atau koreksi setelah reli ekstrem.

Peristiwa serupa bahkan kembali terulang pada akhir Januari 2026 ketika harga emas global longsor setelah mencetak rekor tertinggi baru. Karena itu, penting bagi investor untuk memahami bahwa emas adalah aset volatil meski sering disebut sebagai ā€œsafe havenā€.

Contoh Kejatuhan Besar: Dari 2013 hingga Krisis Covid-19

Salah satu crash emas paling terkenal terjadi pada April 2013, ketika harga spot emas jatuh sekitar 8–9% dalam satu sesi dan mencatat penurunan dua hari hampir 15%, menjadi penurunan harian terbesar dalam lebih dari 30 tahun.

Koreksi ini berkontribusi pada penurunan sekitar 30% sepanjang 2013 dan mengakhiri reli 12 tahun yang sebelumnya membuat emas tampak tak terkalahkan. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ketika ekspektasi inflasi turun dan investor besar membalik posisi, harga emas bisa jatuh sangat cepat.

Pada Maret 2020, saat awal pandemi Covid-19, emas juga sempat mengalami penurunan tajam meski kemudian mencetak rekor baru. World Gold Council mencatat volatilitas tinggi yang didorong likuidasi besar-besaran lintas aset, margin call, dan pengurangan posisi leverage di tengah kepanikan pasar global.

Setelah fase jual paksa tersebut mereda dan bank sentral meluncurkan stimulus besar, harga emas kembali pulih dan menembus rekor baru dalam waktu relatif singkat. Contoh ini menegaskan bahwa penurunan drastis sering kali lebih terkait dengan krisis likuiditas daripada hilangnya fundamental emas sebagai lindung nilai.

Baca juga: Mengapa Stok Emas Antam Kosong?

Jatuh Drastis Lagi di 2026 Setelah Rekor Tertinggi

gold price down
Sumber: Watcher Guru

Gelombang penurunan paling mutakhir terjadi pada akhir Januari 2026. Setelah menyentuh rekor sekitar US$5.594 per troy ounce, harga emas anjlok hampir US$900 hanya dalam beberapa hari dan kehilangan hampir 10% dalam satu sesi—penurunan harian terbesar sejak awal 1980-an.

Laporan berbagai analis menyebut kenaikan mendadak persyaratan margin di CME, penguatan tajam indeks dolar AS, dan aksi ambil untung besar-besaran sebagai pemicu utama koreksi tersebut.

Lembaga riset dan pelaku industri menggambarkan peristiwa ini sebagai ā€œhistoric sell-offā€ yang menghapus sebagian besar keuntungan emas sejak awal 2026 dan memicu kerugian besar di pasar perak yang jauh lebih volatil.

Namun, banyak analis juga menilai bahwa crash ini lebih bersifat ā€œviolent resetā€ ketimbang awal bear market struktural, karena faktor pendorong jangka panjang seperti beban utang global dan ketidakpastian geopolitik belum berubah.

Baca juga: Harga Emas 25 Gram Tahun 2026

Apa Pelajarannya bagi Investor Emas?

Rangkaian episode tersebut menunjukkan bahwa harga emas memang pernah—dan bisa kembali—turun drastis dalam waktu singkat. Dalam jangka pendek, emas dapat berperilaku layaknya aset berisiko lain ketika terjadi likuidasi paksa, perubahan kebijakan margin, atau rotasi portofolio institusional.

Namun, setelah tekanan likuiditas mereda, emas kerap kembali menemukan keseimbangan seiring investor jangka panjang memanfaatkan harga yang lebih rendah. Bagi investor ritel, memahami dinamika ini penting agar tidak menganggap emas kebal dari koreksi dan tetap menerapkan manajemen risiko, diversifikasi, serta horizon investasi jangka panjang.

Crypto Berbasis Emas: Ketika Aset Fisik Bertemu Teknologi Kripto

Seiring berkembangnyaĀ teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melaluiĀ aset kripto berbasis emas.

Salah satu yang paling populer adalahĀ Tether Gold (XAUt), stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.

TokenĀ XAUtĀ tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadapĀ inflasiĀ atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistemĀ aset digital.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->