Bitcoin (BTC) Jeblok di Bawah US$70.000, Institusi Justru Ramai Masuk Pasar?

Di-update
February 9, 2026
Bagikan
Gambar Bitcoin (BTC) Jeblok di Bawah US$70.000, Institusi Justru Ramai Masuk Pasar?

Jakarta, Pintu NewsĀ  Bitcoin yang turun di bawah US$70.000 dipandang sangat berbeda oleh dua kelompok pelaku pasar. Di satu sisi, holder lama merasa ragu karena koreksi saat ini menghapus sebagian besar keuntungan kertas mereka.

Di sisi lain, investor institusional justru melihat penurunan ini sebagai kesempatan baru untuk masuk di level harga yang sempat mereka kira sudah ā€œselamanya terlewatā€. Menurut CEO Bitwise, Hunter Horsley, pergeseran perspektif ini menjelaskan mengapa arus masuk institusi tetap kuat meski pasar sedang berada dalam fase bear.

Holder Lama Gelisah, Institusi Lihat Peluang Baru

Hunter Horsley menilai banyak holder jangka panjang kini berada dalam fase ketidakpastian setelah harga Bitcoin (BTC) terkoreksi lebih dari 22% dalam 30 hari terakhir dan sempat turun ke kisaran US$69.000. Koreksi ini terjadi hanya beberapa bulan setelah narasi mainstream memproyeksikan bahwa Bitcoin tidak akan kembali di bawah US$100.000, seperti pernah disampaikan analis Standard Chartered.

Bagi investor lama, gap antara ekspektasi euforia dan realitas harga memicu keraguan baru terhadap timing siklus pasar. Namun bagi institusi yang sebelumnya menunggu di pinggir, level harga saat ini justru dipandang sebagai ā€œdiskonā€ yang tak terduga.

Horsley menyebut bahwa banyak manajer aset kini melihat harga yang dulu mereka kira tidak akan muncul lagi. Mereka memanfaatkan volatilitas ini untuk mulai membangun atau menambah posisi, bukan sekadar berspekulasi jangka pendek.

Dinamika tersebut membuat struktur pasar berubah: tekanan jual dari sebagian holder lama diimbangi oleh minat beli institusional yang lebih sistematis. Dengan kata lain, arus kepemilikan Bitcoin perlahan bergeser dari tangan ritel spekulatif ke investor besar ber-horizon lebih panjang.

Baca juga: Harga Emas Antam 10 Gram Hari Ini, 9 Februari 2026

Bitcoin Terseret Risk-Off Global Bersama Emas dan Perak

Menurut Horsley, penurunan Bitcoin saat ini tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan ā€œterseretā€ oleh pelemahan aset makro lain ketika investor menjual hampir semua aset likuid. Ia menyebut Bitcoin saat ini diperdagangkan layaknya aset likuid lainnya, bukan sebagai pengecualian, di tengah fase risk-off global. Hal ini terlihat dari koreksi tajam di logam mulia: emas turun lebih dari 11% dari rekor US$5.609, sementara perak anjlok hampir 36% dari ATH sekitar US$121.

Pola tersebut mengindikasikan bahwa yang terjadi adalah shock likuiditas dan reposisi portofolio, bukan penolakan spesifik terhadap Bitcoin atau crypto. Investor institusional dan makro melepas aset yang paling mudah dicairkan untuk mengurangi risiko dan memenuhi kebutuhan margin.

Dalam konteks ini, Bitcoin berada satu keranjang dengan emas, perak, dan saham-saham besar yang sama-sama terkoreksi. Korelasi yang menguat dengan aset makro membuat harga BTC sensitif terhadap sentimen global ketimbang berita spesifik industri crypto semata.

Baca juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Senin 9 Februari 2026

Arus Masuk Institusi dan Lonjakan Minat Ritel

Meski harga terkoreksi, Horsley menegaskan permintaan institusional terhadap Bitcoin tetap solid. Bitwise, yang mengelola lebih dari US$15 miliar dana institusi, mencatat arus masuk lebih dari US$100 juta dalam satu hari ketika Bitcoin masih diperdagangkan di sekitar US$77.000.

Di sisi lain, produk ETF spot seperti milik BlackRock mencatat inflow sekitar US$231,6 juta setelah dua hari sebelumnya mengalami arus keluar besar, menandakan minat beli belum hilang. Angka ini menunjukkan pasar masih memiliki kedalaman dan likuiditas, dengan penjual dan pembeli aktif bertransaksi di kedua sisi.

Minat ritel juga meningkat, tercermin dari data Google Trends yang menunjukkan pencarian kata ā€œBitcoinā€ mencapai skor 100 pada pekan awal Februari, level tertinggi dalam 12 bulan terakhir, tepat ketika harga sempat jatuh ke US$60.000.

Lonjakan pencarian ini biasanya menandakan kombinasi rasa takut dan rasa ingin tahu: sebagian investor panik, sebagian lain mulai melihat peluang untuk masuk. Horsley menilai, selama arus masuk institusi dan minat ritel tetap tinggi, fase bear saat ini lebih menyerupai reposisi besar-besaran dibanding akhir narasi Bitcoin.

Kesimpulan

Penurunan Bitcoin (BTC) di bawah US$70.000 memicu kepanikan di kalangan holder lama, tetapi justru membuka jendela peluang baru bagi investor institusional yang selama ini menunggu harga lebih rendah. Koreksi ini terjadi bersamaan dengan pelemahan emas dan perak, menegaskan bahwa yang berlangsung adalah fase risk-off makro, bukan penolakan spesifik terhadap crypto.

Di balik volatilitas, data arus masuk ke produk institusi dan lonjakan minat ritel menunjukkan bahwa Bitcoin masih jauh dari ditinggalkan. Bagi pelaku pasar, pertanyaan utamanya bukan lagi apakah BTC masih diminati, melainkan siapa yang akan memegang porsi terbesar ketika fase akumulasi di level harga sekarang berakhir.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->