
Jakarta, Pintu News – Industri crypto diperkirakan akan memasuki fase konsolidasi besar-besaran dalam beberapa bulan ke depan. CEO bursa Bullish, Tom Farley, menilai banyak proyek kecil akan diakuisisi pemain yang lebih besar sehingga struktur pasar menjadi jauh kurang terfragmentasi.
Koreksi tajam harga Bitcoin yang kini hampir 45% di bawah rekor Oktober 2025 disebut menjadi pemicu penting. Menurut Farley, apa yang dulu terjadi di sektor bursa tradisional kini akan berulang di industri crypto.
Tom Farley, mantan presiden New York Stock Exchange (NYSE), menyatakan bahwa gelombang konsolidasi ini seharusnya sudah terjadi satu hingga dua tahun lalu. Ia menilai valuasi yang terlalu tinggi membuat banyak perusahaan bertahan dengan ekspektasi tidak realistis, berharap bisa menjual bisnis dengan harga ala 2020. Dalam praktiknya, banyak perusahaan dengan pendapatan stagnan sekitar US$10 juta tetap meminta valuasi ratusan juta dolar.
Menurut Farley, fase “mimpi valuasi pandemi” tersebut kini berakhir seiring penurunan tajam harga aset crypto, termasuk Bitcoin yang turun mendekati US$69.000 dari puncak US$126.100. Penurunan ini memaksa perusahaan lebih realistis terhadap nilai bisnisnya. Ia menegaskan, banyak entitas akan menyadari bahwa yang mereka miliki bukan bisnis lengkap, melainkan hanya produk yang membutuhkan skala dan integrasi untuk bertahan.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Jeblok di Bawah US$70.000, Institusi Justru Ramai Masuk Pasar?
Farley memproyeksikan pola yang mirip dengan sektor bursa: pemain besar akan menyerap proyek-proyek yang tidak mampu berdiri sendiri. Proyek berkinerja lemah berpotensi diakuisisi atau digabung ke dalam platform yang lebih kuat, sehingga meningkatkan efisiensi dan mengurangi duplikasi layanan. Bagi pengguna akhir, konsolidasi dapat menghasilkan infrastruktur yang lebih stabil dan terstandar.
Namun, proses ini juga memiliki konsekuensi sosial-ekonomi yang tidak dapat diabaikan. Merger dan akuisisi biasanya menimbulkan tumpang tindih fungsi dan mengarah pada pemangkasan tenaga kerja. Di sisi lain, perusahaan yang tidak menemukan mitra strategis bisa saja dilikuidasi. Dengan demikian, transisi menuju ekosistem yang lebih ramping berpotensi memunculkan periode disrupsi internal sebelum struktur baru yang lebih mapan terbentuk.
Baca juga: Harga Emas Antam 10 Gram Hari Ini, 9 Februari 2026
Eva Oberholzer, Chief Investment Officer Ajna Capital, menilai perubahan ini sejalan dengan kematangan siklus teknologi crypto. Dalam wawancara sebelumnya, ia menjelaskan bahwa firma venture capital kini jauh lebih selektif dalam mendanai proyek baru. Fokus pendanaan bergeser dari sekadar narasi pertumbuhan cepat ke model bisnis nyata, keberlanjutan pendapatan, dan kejelasan regulasi.
Oberholzer menekankan bahwa pola ini serupa dengan yang terjadi di siklus teknologi lain, seperti internet dan mobile, ketika euforia awal digantikan oleh disiplin modal yang lebih ketat. Dengan akses pendanaan yang tidak lagi murah dan mudah, hanya proyek dengan proposisi nilai jelas dan posisi kompetitif kuat yang berpeluang bertahan. Kondisi ini secara alami mendorong konsolidasi karena banyak tim memilih bergabung dengan entitas yang lebih besar daripada bersaing sendirian.
Koreksi harga Bitcoin (BTC) dan pengetatan pendanaan mendorong industri crypto memasuki fase “massive consolidation” menurut CEO Bullish, Tom Farley. Valuasi yang lebih rasional memaksa banyak perusahaan mengakui bahwa mereka membutuhkan skala dan integrasi melalui merger atau akuisisi.
Sementara itu, investor institusional dan venture capital menjadi jauh lebih selektif, hanya mendukung proyek dengan fundamental kuat. Dalam jangka pendek, proses ini bisa memicu pengurangan tenaga kerja dan penutupan proyek, tetapi dalam jangka panjang berpotensi menghasilkan ekosistem crypto yang lebih ramping, fokus, dan berkelanjutan.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi