7 Alasan Permintaan Perak Tetap Kuat di 2026: Defisit Pasar & Investasi Naik

Di-update
February 11, 2026
Bagikan
Gambar 7 Alasan Permintaan Perak Tetap Kuat di 2026: Defisit Pasar & Investasi Naik

Jakarta, Pintu News –  Permintaan perak global diproyeksikan tetap kuat sepanjang 2026 meskipun menghadapi defisit pasar tahunan untuk keenam kalinya. Kondisi ini mencerminkan kombinasi tekanan pasokan fisik dan minat investasi yang meningkat terhadap logam putih sebagai aset lindung nilai dan komoditas industri. Tren ini relevan bagi investor logam mulia, termasuk mereka yang mengalokasikan dana di aset lain seperti crypto dan cryptocurrency.

1. Defisit Pasar Perak Keenam Tahun Berturut-turut

Pasar perak diperkirakan akan mengalami defisit dimana permintaan total melebihi pasokan total untuk tahun keenam secara berurutan pada 2026. Defisit ini menunjukkan bahwa produksi fisik tidak dapat memenuhi kebutuhan industri dan investasi.

Ketergantungan pasar pada pelepasan inventaris di atas tanah terus mempersempit stok yang tersedia, membuat harga cenderung mengalami tekanan naik. Kondisi defisit struktural ini menjadi katalis jangka menengah bagi pergerakan harga XAG/USD.

Baca Juga: 5 Fakta Tentang Pengaruh Jeffrey Epstein di Silicon Valley yang Mengejutkan

2. Lonjakan Investasi Fisik Perak

Dimana Sih Investasi Perak yang Oke?

Permintaan investasi fisik perak diperkirakan meningkat hingga sekitar 20% pada 2026, mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini ditandai oleh peningkatan pembelian koin dan batangan perak oleh investor global.

Permintaan dari investor ritel di Amerika, Eropa, dan Asia meningkat signifikan, sementara produk seperti exchange traded product (ETP) juga mencatat aliran masuk modal yang kuat. Investasi fisik merupakan salah satu komponen utama permintaan perak yang menopang pasar.

3. Sentimen Makro Mendukung Permintaan

Sentimen pasar terhadap logam mulia, termasuk perak, semakin kuat karena kombinasi kebijakan moneter global yang longgar dan ketidakpastian ekonomi. Ekspektasi penurunan suku bunga dari bank sentral utama, termasuk The Fed di AS, meningkatkan daya tarik aset safe haven.

Kondisi inflasi yang tetap elevated dan volatilitas pasar keuangan turut mendorong investor mencari perlindungan nilai melalui komoditas. Perak sering dipilih sebagai lindung nilai tambahan selain emas dan aset defensif lainnya.

4. Permintaan Industri yang Stabil

Meski sebagian permintaan industri seperti sektor solar menunjukkan penurunan karena efisiensi teknologi, beberapa sektor lain tetap menunjukkan pertumbuhan. Permintaan perak dari industri otomotif, elektronik, dan telekomunikasi diperkirakan tetap kuat sepanjang 2026.

Pertumbuhan teknologi yang memanfaatkan perak sebagai bahan baku memberikan dukungan fundamental jangka panjang bagi harga. Hal ini menunjukkan peran ganda perak sebagai komoditas industri dan aset investasi.

5. Pasokan Perak Masih Ketat

Pasokan perak global diperkirakan meningkat moderat sekitar 1,5% pada 2026, tetapi masih tidak cukup untuk menutup defisit struktural pasar. Produksi tambang dan scrap hanya memberikan kontribusi terbatas terhadap peningkatan pasokan.

Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan ini memberi tekanan pada ketersediaan fisik logam. Tekanan pasokan yang berkelanjutan menjadi faktor utama yang menjaga harga perak tetap relevan dalam portofolio diversifikasi.

6. Harga Perak Masih Relatif Tinggi

Harga perak pada awal 2026 bergerak di atas rata-rata historis beberapa tahun terakhir, mencerminkan kombinasi permintaan kuat dan defisit pasar yang berkelanjutan. Jika harga perak berada di kisaran USD 82 per ounce, nilainya setara sekitar Rp1,37 juta per ounce (kurs 1 USD = Rp16.771).

Harga yang tinggi ini menunjukkan bahwa tekanan demand melebihi supply fisik dalam berbagai segmen pasar. Investor melihat level harga saat ini sebagai refleksi dari ketidakseimbangan fundamental.

7. Implikasi Bagi Investor

Bagi investor, tren defisit pasar dan permintaan investasi yang meningkat menunjukkan bahwa perak tetap menarik sebagai komoditas diversifikasi. Permintaan fisik dan dukungan industri memberikan landasan fundamental jangka panjang.

Namun, volatilitas harga tetap menjadi risiko yang perlu dipertimbangkan, terutama bagi investor yang membandingkan peluang di antara instrumen lain seperti cryptocurrency. Kombinasi analisa fundamental dan teknikal dapat membantu mengambil keputusan investasi yang lebih matang.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik di Balik Transfer 2,5 BTC ke Wallet Genesis Bitcoin

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Crypto Berbasis Emas: Ketika Aset Fisik Bertemu Teknologi Kripto

buy gold bar
Sumber: Dr Wealth

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.

Salah satu yang paling populer adalah Tether Gold (XAUt), stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.

Token XAUt tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->