5 Tanda Kuat Bitcoin Bisa Tembus Rp2,5 Miliar dan Masuk Bull Run Baru

Di-update
February 14, 2026
Bagikan
Gambar 5 Tanda Kuat Bitcoin Bisa Tembus Rp2,5 Miliar dan Masuk Bull Run Baru

Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah analis memproyeksikan potensi kenaikan menuju $150.000 atau sekitar Rp2.520.900.000 (kurs Rp16.806) pada akhir tahun. Meski saat ini masih bergerak di sekitar $67.853 atau setara Rp1.140.000.318, peluang reli besar tetap terbuka jika sejumlah indikator teknikal dan fundamental mulai membaik. Pasar crypto dan cryptocurrency secara umum masih dibayangi tekanan makroekonomi dan arus keluar modal. Namun, sejumlah sinyal menunjukkan bahwa fondasi untuk siklus bull baru perlahan mulai terbentuk.

Bertahan di Atas 200-Week SMA

Indikator 200-week simple moving average (SMA) selama ini menjadi penentu akhir fase bear market Bitcoin (BTC). Pada siklus 2015 dan 2018, harga memantul dari level ini sebelum memasuki tren naik jangka panjang. Bahkan pada 2022, penembusan di bawah garis tersebut hanya berlangsung singkat sebelum harga pulih kembali. Level ini kini kembali menjadi penopang krusial.

Selama BTC mampu bertahan di atas 200-week SMA, risiko penurunan tajam dapat ditekan. Garis ini juga menjadi indikator bahwa tekanan jual mulai melemah. Jika struktur teknikal tetap terjaga, peluang membangun momentum bullish semakin besar. Tanpa dukungan level ini, proyeksi Rp2,5 miliar akan sulit terwujud.

Arus Investor Baru Harus Berbalik Positif

Data on-chain menunjukkan arus keluar investor baru mencapai $2,7 miliar atau sekitar Rp45,38 triliun sejak Februari. Kondisi ini mencerminkan minimnya partisipasi modal segar di pasar cryptocurrency. Dalam siklus bull sebelumnya, reli besar selalu didahului oleh lonjakan arus masuk dana baru. Tanpa perubahan tren arus modal, reli cenderung terbatas.

ETF Bitcoin yang mulai mencatat arus masuk positif menjadi sinyal awal perbaikan. Namun, pembalikan harus terjadi secara konsisten dalam beberapa pekan. Kembalinya investor ritel dan institusi menjadi faktor penentu keberlanjutan tren naik. Tanpa dukungan tersebut, kenaikan hanya bersifat teknikal sementara.

Dominasi USDT Harus Turun

tether sidelined
Sumber: Cointelegraph

Dominasi Tether di pasar crypto meningkat ke kisaran 8,5%–9%. Kenaikan ini menunjukkan investor lebih memilih menyimpan dana di stablecoin dibanding mengambil risiko. Secara historis, penurunan dominasi USDT sering diikuti reli kuat Bitcoin. Korelasi terbalik ini menjadi indikator rotasi modal.

Pada periode sebelumnya, penolakan di area dominasi tersebut memicu kenaikan BTC hingga lebih dari 70% dalam beberapa bulan. Jika pola serupa kembali terjadi, reli besar dapat terbentuk. Oleh karena itu, penurunan dominasi USDT menjadi sinyal penting dimulainya bull run baru. Tanpa rotasi modal, momentum sulit terbentuk.

Baca juga: Harga Emas 24 Karat di Bandar Lampung Hari Ini [2026]

Isu Quantum Harus Diredam

Ancaman komputasi kuantum terhadap sistem kriptografi Bitcoin kembali menjadi perhatian. Sejumlah analisis menyebut sekitar 25% alamat BTC berpotensi rentan dalam skenario ekstrem. Meski demikian, para ahli menilai ancaman tersebut masih jauh dari realisasi praktis. Estimasi menyebut risiko nyata baru muncul dalam 20 hingga 40 tahun.

Langkah penguatan keamanan oleh pelaku industri menjadi faktor penting menjaga kepercayaan investor. Jika roadmap peningkatan keamanan berjalan jelas, kekhawatiran dapat mereda. Stabilitas teknis menjadi fondasi penting bagi pasar cryptocurrency. Tanpa kepastian keamanan, investor institusi cenderung menahan diri.

Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Kebijakan Federal Reserve menjadi faktor makro yang menentukan arah pasar crypto. Kontrak futures CME mengindikasikan potensi dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026. Suku bunga lebih rendah biasanya mendorong investor keluar dari obligasi dan masuk ke aset berisiko. Bitcoin termasuk salah satu aset yang diuntungkan dalam kondisi tersebut.

Sumber: Cointelegraph

Jika pemangkasan terjadi hingga tiga kali, likuiditas pasar berpotensi meningkat signifikan. Lingkungan suku bunga rendah secara historis mendukung reli cryptocurrency. Arus dana risk-on dapat mempercepat momentum kenaikan BTC. Tanpa pelonggaran kebijakan moneter, reli kemungkinan berjalan lebih lambat.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->