
Jakarta, Pintu News ā Emas saat ini diperdagangkan di level $4.978,06 (Rp83,79 juta), turun 2,11% dalam 24 jam terakhir setelah kembali jatuh di bawah batas $5.000 (Rp84,16 juta) per ons untuk kedua kalinya bulan ini. Dalam hitungan menit, pasar logam mulia menghapus sekitar $1,4 triliun dari total nilainya, dengan harga spot emas merosot mendekati $4.900 dan perak turun ke kisaran $76.
Pergerakan tajam ini terjadi dalam waktu kurang dari 30 menit dan memicu candle likuidasi besar pada grafik intraday. Nilai pasar yang hilang melampaui $1,2 triliun pada gelombang jual awal.
Para trader menyebut aksi harga tersebut sangat agresif dan tidak biasa, sehingga memunculkan spekulasi awal tentang kemungkinan terjadinya āfat finger,ā yaitu kesalahan order besar yang memicu volatilitas ekstrem tanpa pemicu berita yang jelas. Namun, munculnya berita geopolitik terbaru kemudian memberikan konteks tambahan terhadap pergerakan tersebut.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa Presiden AS Donald Trump lebih memilih menempuh jalur kesepakatan dengan Iran. Pernyataan ini tampaknya menurunkan risk premium geopolitik yang sebelumnya tinggi dan sudah tercermin dalam harga komoditas.
Baca juga: Harga Emas 24 Karat Hari Ini, Jumat 13 Februari 2026
Seiring dengan meredanya ketegangan, para trader mulai menutup posisi defensif mereka di emas dan perak.
Logam mulia biasanya banyak diburu ketika ketidakpastian geopolitik meningkat. Namun, saat persepsi risiko mulai menurun, aliran dana ke aset safe haven seperti emas bisa cepat berbalik arah. Waktu keluarnya pernyataan diplomatik tersebut bertepatan dengan penurunan tajam harga, sehingga memperkuat tekanan jual.
Pada saat yang sama, data makroekonomi turut menambah tekanan pada emas batangan. Laporan Nonfarm Payrolls bulan Januari menunjukkan ekonomi AS menambah 130.000 lapangan kerja, melampaui perkiraan yang hanya 70.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%, lebih baik dari proyeksi 4,4%.
Data klaim pengangguran yang dirilis hari ini mencatat 227.000 klaim, sedikit di atas perkiraan 222.000, namun tetap mencerminkan pasar tenaga kerja yang cukup tangguh.
Kondisi ketenagakerjaan yang kuat mengurangi kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Ketika pasar mulai mengurangi ekspektasi pelonggaran kebijakan, dolar AS bangkit dari kondisi oversold. Dolar yang lebih kuat umumnya menjadi tekanan bagi emas karena membuat harga emas terasa lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Saat ini, pelaku pasar menanti rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang dijadwalkan pada hari Jumat. Ekonom memproyeksikan inflasi utama maupun inti naik 2,5% secara tahunan, dengan kenaikan bulanan 0,3%.
Hasil data inflasi ini berpotensi menjadi penentu arah berikutnya: angka yang lebih rendah dari perkiraan bisa melemahkan dolar dan menstabilkan harga emas, sementara data yang lebih tinggi berpotensi memperpanjang tekanan jual pada emas.
Faktor musiman juga ikut berperan. China, salah satu pendorong utama permintaan emas spot, akan menutup pasar dari 13 Februari hingga 24 Februari untuk libur Tahun Baru Imlek. Berkurangnya aktivitas dari salah satu konsumen emas terbesar dunia ini berpotensi menipiskan likuiditas dan memperbesar ayunan harga.
Baca juga: Harga Jual Emas Hari Ini, Jumat 13 Februari 2026
Saat ini, emas sudah turun sekitar 3% dalam satu sesi, sempat menyentuh area $4.930 pada level terendah intraday. Perak terkoreksi lebih dalam lagi, anjlok sekitar 10% pada periode yang sama. Pelemahan ini mencerminkan aksi likuidasi terkoordinasi di seluruh pasar logam mulia.
Meski tekanan jual cukup agresif, pembeli mulai mencoba mendorong kembali harga emas ke atas level $5.000. Pergerakan intraday menunjukkan adanya upaya rebound ketika harga menyentuh zona support. Namun, masih belum jelas apakah level ini dapat bertahan.
Aksi jual cepat ini menegaskan betapa sigapnya sentimen pasar bisa berubah ketika data makro, perkembangan geopolitik, dan posisi pasar bertemu dalam satu waktu. Dengan rilis data CPI yang sudah di depan mata dan likuiditas yang menurun akibat libur panjang di China, volatilitas harga emas berpotensi tetap tinggi.
Untuk sementara, level $5.000 menjadi batas penting, baik secara psikologis maupun teknikal. Pertanyaannya: apakah pembeli mampu kembali menguasai pasar, atau justru harga bersiap untuk satu gelombang penurunan lagi? Pemicu berikutnya bisa saja muncul lebih cepat dari yang diperkirakan.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ sertaĀ investasi emas cryptoĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: