Tesla Stock: Gandeng Tencent Cloud Hadirkan Fitur Canggih, Harga TSLAx Malah Turun 3%

Di-update
February 13, 2026
Bagikan
Gambar Tesla Stock: Gandeng Tencent Cloud Hadirkan Fitur Canggih, Harga TSLAx Malah Turun 3%

Jakarta, Pintu News – Tesla baru saja mengumumkan kerja sama dengan Tencent Cloud untuk menghadirkan kemampuan perangkat lunak baru pada kendaraan listriknya di Tiongkok. Kolaborasi ini menjadi langkah lanjutan Tesla untuk memperkuat posisinya di pasar mobil listrik terbesar di dunia.

Melalui kemitraan ini, data lokasi WeChat akan diintegrasikan langsung ke dalam mobil Tesla. Berdasarkan data tersebut, pengemudi akan mendapatkan saran cerdas untuk membantu mereka berkendara dan bernavigasi dengan lebih efisien.

Tesla berencana merilis fitur-fitur ini melalui pembaruan perangkat lunak over-the-air untuk mobil Model 3 dan Model Y yang sudah beredar di Tiongkok. Semua model Tesla baru yang dijual di negara tersebut juga akan dilengkapi fitur ini sebagai perlengkapan standar.

Tesla Stock: Tokenisasi TSLA Turun 3,02% dalam Waktu 24 Jam

Baca juga: Harga Emas Turun Hari Ini 13 Februari 2026: Apa Penyebabnya?

Harga Tesla (xStock) hari ini terpantau melemah. Pada 13 Februari 2026, TSLAX diperdagangkan di sekitar Rp 7.018.137, turun sekitar 3,02% dalam 24 jam terakhir. Grafik pergerakan harian memperlihatkan sempat terjadi kenaikan hingga kisaran Rp7.318.144, sebelum harga berbalik arah dan merosot mendekati level terendah intraday di sekitar Rp6.977.137.

Dari sisi fundamental on-chain, Tesla (xStock) mencatat kapitalisasi pasar sekitar Rp903,61 miliar dengan nilai terdilusi penuh mencapai Rp2,56 triliun. Jumlah suplai yang beredar berada di kisaran 129.378 TSLAX, sementara volume perdagangan 24 jam tercatat sekitar Rp122,89 miliar, mencerminkan aktivitas transaksi yang masih cukup hidup meski harga sedang terkoreksi.

Memperkuat Posisi di Pasar Tiongkok

Kolaborasi dengan Tencent Cloud ini terjadi di tengah meningkatnya persaingan yang dihadapi Tesla dari produsen mobil listrik lokal di Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, merek-merek domestik berhasil merebut pangsa pasar berkat harga yang kompetitif dan fitur yang dirancang khusus untuk kebutuhan konsumen Tiongkok.

Platform WeChat milik Tencent memiliki lebih dari satu miliar pengguna di Tiongkok. Dengan mengintegrasikan layanan lokasi WeChat ke dalam kendaraan Tesla, pengalaman berkendara bagi pengguna di Tiongkok yang sudah memakai aplikasi tersebut setiap hari diharapkan menjadi lebih mulus dan terpadu.

Kemitraan Jangka Panjang

Tencent pertama kali berinvestasi di Tesla pada 2017, dengan membeli sekitar 5% saham senilai 1,78 miliar dolar AS. Investasi ini dilakukan saat Tesla bersiap masuk lebih dalam ke pasar Tiongkok dan membangun fasilitas produksinya di sana.

Baca juga: Pindah Haluan: Goldman Sachs Kurangi BTC & ETH, Genjot Investasi XRP – Solana!

Sejak saat itu, Tesla menjelma menjadi salah satu merek kendaraan listrik terlaris di Tiongkok. Perusahaan ini mengoperasikan pabrik besar di Shanghai yang memproduksi mobil untuk pasar domestik maupun untuk diekspor ke negara lain.

Keberadaan teknologi kabin terbaru ini menunjukkan pendalaman kerja sama antara kedua perusahaan. Dengan memanfaatkan infrastruktur cloud Tencent dan ekosistem WeChat, Tesla berupaya menghadirkan fitur-fitur yang lebih relevan dengan preferensi konsumen Tiongkok.

Kemampuan pembaruan over-the-air memungkinkan Tesla menambahkan fitur baru tanpa perlu pelanggan datang ke pusat layanan. Pendekatan seperti ini telah menjadi bagian penting dari strategi Tesla untuk terus meningkatkan kemampuan mobil-mobilnya setelah dibeli.

Model 3 dan Model Y merupakan dua model Tesla yang paling populer di Tiongkok. Secara khusus, Model Y secara konsisten menempati posisi teratas dalam daftar SUV terlaris di negara tersebut, mencakup semua jenis sumber tenaga, baik listrik maupun non-listrik.

Pengumuman kemitraan ini hadir di saat Tesla harus terus bermanuver di tengah lanskap persaingan yang ketat di Tiongkok. Pesaing lokal seperti BYD, NIO, dan XPeng masing-masing meluncurkan model baru dengan teknologi canggih yang menyasar konsumen Tiongkok.

Keterlibatan Tencent Cloud dalam teknologi otomotif juga terus berkembang. Perusahaan ini telah bekerja sama dengan berbagai produsen mobil lain untuk menyediakan layanan cloud dan solusi konektivitas bagi kendaraan yang selalu terhubung ke internet.

Integrasi WeChat nantinya akan memungkinkan pengemudi Tesla untuk membagikan lokasi, mengakses tujuan tersimpan, serta menerima saran kontekstual berdasarkan pola berkendara mereka. Fitur-fitur ini dirancang untuk membuat pengalaman di dalam mobil terasa lebih intuitif bagi pengguna yang sudah akrab dengan antarmuka WeChat.

Tesla belum mengungkapkan secara rinci jadwal peluncuran pembaruan over-the-air tersebut. Namun, perusahaan biasanya menggulirkan update secara bertahap ke seluruh armada kendaraannya untuk memantau kinerja dan segera menangani potensi masalah yang muncul.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->