Harga Perak Per Gram dari Tahun 2020 hingga 2026!

Di-update
February 15, 2026
Bagikan
Gambar Harga Perak Per Gram dari Tahun 2020 hingga 2026!

Jakarta, Pintu News – Pada 15 Februari, harga perak per gram adalah Rp41.921. Naik dan turunnya harga perak dipengaruhi oleh kombinasi faktor ekonomi global, permintaan industri, nilai dolar AS, serta sentimen pasar. Berbeda dengan emas yang lebih dominan sebagai aset lindung nilai, perak punya dua peran besar: logam investasi dan logam industri. Ini membuat pergerakannya sering lebih volatil.

Artikel kali ini akan membahas perjalanan sejarah harga perak mulai dari tahun 2020 hingga 2025.

Harga Perak di Tahun 2020

Menurut laman Gold Price Z, pada Februari 2020, harga perak berada di kisaran Rp7.000–Rp8.000. Memasuki Maret–April 2020, harga sempat berfluktuasi dan cenderung melemah sebentar sebelum berbalik naik.

Baca juga: Prediksi Harga Emas di Akhir Februari 2026 Menurut ChatGPT!

Kenaikan mulai terlihat jelas pada Mei 2020, lalu Juni–Juli 2020 harga bergerak menanjak lebih cepat. Puncak reli awal terjadi sekitar Agustus 2020, ketika harga melesat hingga mendekati Rp13.000–Rp14.000.

Setelah itu, mulai September–Desember 2020, harga mengalami koreksi dan kemudian bergerak lebih stabil di area Rp11.000–Rp12.000 menjelang akhir tahun.

Harga Perak di Tahun 2021

Sepanjang Januari–Maret 2021, harga cenderung konsolidasi di sekitar Rp11.000–Rp12.500. Memasuki April–Juni 2021, pergerakan masih relatif datar, sesekali mencoba naik namun cepat tertahan.

Pada Juli–September 2021, harga beberapa kali turun mendekati Rp10.500–Rp11.000, lalu memantul lagi. Hingga Oktober–Desember 2021, grafik menunjukkan perak tetap sideways dalam rentang yang mirip, menandakan pasar belum punya katalis kuat untuk breakout.

Harga Perak di Tahun 2022

Awal Januari–Maret 2022, harga masih bertahan di sekitar Rp11.000–Rp12.000. Namun mulai April–Juni 2022, terlihat tekanan turun yang lebih nyata. Pada Juli–September 2022, harga sempat menyentuh area lebih rendah (sekitar Rp9.000–Rp10.000), menjadi salah satu fase terlemah di periode 6 tahun ini.

Memasuki Oktober–Desember 2022, harga perlahan pulih dan kembali ke sekitar Rp10.500–Rp11.500, tetapi belum cukup kuat untuk membentuk tren naik yang agresif.

Harga Perak di Tahun 2023

Di Januari–Maret 2023, harga mulai terlihat lebih “rapi” (kenaikan bertahap) dan bergerak di area Rp11.000–Rp12.000. Pada April–Juni 2023, kenaikannya masih pelan, namun grafik menunjukkan higher low yang lebih konsisten.

Baca juga: Perkiraan Harga Bitcoin di 2026: Berapa Nilai $1.000 dalam BTC di Masa Depan?

Di Juli–September 2023, harga sempat naik dan turun tipis (konsolidasi sehat), lalu Oktober–Desember 2023 bergerak sedikit lebih tinggi dibanding awal tahun, menutup tahun dengan kecenderungan bullish ringan.

Harga Perak di Tahun 2024

Awal Januari–Maret 2024, harga mulai menanjak dan keluar dari pola datar sebelumnya. Pada April–Juni 2024, terlihat akselerasi, dengan harga naik ke kisaran Rp14.000–Rp16.000. Di Juli–September 2024, harga sempat bergerak naik-turun (koreksi kecil) namun tetap bertahan di level lebih tinggi dibanding 2023.

Menjelang Oktober–Desember 2024, tren naik kembali dominan dan harga sering berada di area Rp15.000–Rp17.000, menandakan sentimen pasar semakin kuat.

Harga Perak di Tahun 2025

Pada Januari–Maret 2025, harga melanjutkan kenaikan bertahap di kisaran Rp16.000–Rp18.000. Memasuki April–Juni 2025, pergerakan naik semakin jelas dan mendekati Rp18.000–Rp20.000. Di Juli–September 2025, terjadi kenaikan lebih cepat: harga menembus 20.000 dan bergerak menuju Rp25.000–Rp30.000.

Fase paling dramatis terjadi pada Oktober–Desember 2025, ketika harga melonjak parabolik: dari sekitar 30.000-an naik tajam hingga mendekati 60.000+ di penghujung tahun (atau sangat awal 2026). Ini terlihat seperti fase euforia/permintaan ekstrem karena sudut kenaikannya sangat curam.

Harga Perak di Awal Tahun 2026

Pada Januari 2026, harga masih berada di area tinggi dan sempat mempertahankan level dekat puncak, tetapi kemudian muncul koreksi besar. Memasuki akhir Januari hingga awal Februari 2026, grafik menunjukkan penurunan tajam dari puncak, lalu harga bergerak di kisaran Rp40.000–Rp45.000 (masih jauh di atas level 2024–awal 2025). Ini menandakan volatilitas pasca-lonjakan masih tinggi, dengan pasar mencoba mencari keseimbangan baru.

Silver ETF Tertokenisasi (SLVon) sebagai Alternatif Aset Komoditas di Ekosistem Kripto

Silver ETF Tertokenisasi  adalah token digital yang diterbitkan oleh Ondo Global Markets dan dirancang untuk mengikuti pergerakan harga iShares Silver Trust (SLV), ETF perak terbesar di dunia yang dikelola BlackRock.

Setiap SLVon memiliki nilai yang setara dengan saham SLV (1:1), sehingga harganya bergerak naik dan turun sesuai dengan harga perak global dalam satuan troy ounce. Melalui SLVon, investor bisa mendapatkan eksposur ke pasar perak secara on-chain dalam bentuk aset digital yang mudah diakses.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->