
Jakarta, Pintu News – Lonjakan dan koreksi harga crypto kembali menjadi sorotan setelah perusahaan Strategy melaporkan kerugian belum terealisasi sebesar US$17 miliar atau sekitar Rp286,09 triliun. Angka tersebut memicu spekulasi apakah perusahaan akan menjual Bitcoin yang selama ini menjadi aset utamanya. Pernyataan CEO Strategy pun menjadi perhatian investor cryptocurrency global.
Strategy tercatat memiliki eksposur besar terhadap Bitcoin (BTC) sebagai bagian dari strategi treasury perusahaan. Ketika harga BTC terkoreksi tajam, nilai kepemilikan tersebut ikut tergerus sehingga memunculkan kerugian belum terealisasi sebesar US$17 miliar atau sekitar Rp286,09 triliun dengan asumsi kurs Rp16.829 per dolar AS. Kerugian ini bersifat akuntansi dan belum benar-benar direalisasikan selama aset tidak dijual.
Volatilitas merupakan karakter utama crypto dan cryptocurrency, terutama Bitcoin (BTC) yang masih mendominasi kapitalisasi pasar. Fluktuasi harga dapat terjadi akibat sentimen makroekonomi, kebijakan suku bunga, hingga arus masuk dan keluar dana institusional. Kondisi ini menegaskan bahwa eksposur besar terhadap satu aset crypto membawa potensi keuntungan sekaligus risiko signifikan.
Baca Juga: 7 Crypto yang Jadi Sorotan Jelang Imlek 2026, Momentum Musiman atau Sekadar Tren?

CEO Strategy menegaskan bahwa perusahaan belum memiliki rencana menjual Bitcoin (BTC) dalam waktu dekat. Namun, ia menjelaskan bahwa diskusi mengenai penjualan bisa menjadi relevan dalam kondisi ekstrem tertentu, misalnya jika kebutuhan likuiditas mendesak atau terjadi perubahan strategi korporasi. Pernyataan ini menunjukkan pendekatan yang tetap terbuka terhadap berbagai skenario.
Dalam praktiknya, perusahaan publik yang memegang crypto sebagai cadangan kas harus mempertimbangkan faktor akuntansi, tekanan pemegang saham, serta stabilitas neraca. Jika harga BTC mengalami penurunan berkepanjangan, tekanan untuk melakukan penyesuaian strategi dapat meningkat. Meski demikian, selama perusahaan masih memiliki akses pendanaan lain, penjualan besar-besaran belum menjadi prioritas.
Bagi investor cryptocurrency, kasus ini menegaskan pentingnya memahami perbedaan antara kerugian belum terealisasi dan kerugian terealisasi. Selama Bitcoin (BTC) tidak dijual, fluktuasi harga hanya memengaruhi nilai di atas kertas. Namun, volatilitas tetap berdampak pada persepsi risiko dan sentimen pasar secara keseluruhan.
Investor pemula juga perlu menyadari bahwa strategi “buy and hold” dalam crypto memerlukan toleransi risiko yang tinggi. Diversifikasi portofolio, manajemen risiko, dan pemahaman siklus pasar menjadi faktor kunci dalam menghadapi gejolak harga. Pergerakan institusi besar seperti Strategy memang berpengaruh, tetapi keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing individu.
Di tengah dinamika pasar cryptocurrency, transparansi komunikasi dari perusahaan pemegang aset digital menjadi elemen penting dalam menjaga kepercayaan publik. Pernyataan terbuka mengenai kemungkinan skenario penjualan membantu pasar memahami bahwa strategi investasi bersifat adaptif. Hal ini juga mencerminkan bahwa adopsi crypto oleh korporasi besar masih berada dalam fase evolusi yang terus berkembang.
Baca Juga: 6 Perbedaan Emas Digital Berbasis Crypto vs Emas Digital Biasa, Mana Lebih Relevan di 2026?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.