
Jakarta, Pintu News – Pada 18 Februari, harga Bitcoin sempat tertahan di kisaran $67.000 setelah mengalami koreksi tajam dari level tertingginya pada penghujung tahun 2025. Menariknya, area harga ini kini didukung oleh dua faktor teknikal yang selaras: zona likuiditas CME (Chicago Mercantile Exchange) bulanan dan sinyal persilangan positif (golden cross) pada indikator stochastic mingguan yang kini berfungsi sebagai basis support.
Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Pada 19 Februari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $66,864 atau setara dengan Rp1.137.330.625 mengalami koreksi 0,28% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.118.139.223 dan harga tertingginya di Rp1.154.196.452.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp22.604 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 2% menjadi Rp610,95 triliun.
Baca juga: Cara Bermain Crypto untuk Pemula Secara Aman di 2026
Bitcoin berjangka (CME Futures) kini sedang berada di fase penentuan. Terpantau di grafik bulanan, harganya bermain di kisaran $67.800, masuk ke dalam area likuiditas bervolume tinggi. Menurut analis X, Cantonese Cat, area antara $60.000 hingga $72.000 ini adalah zona historis di mana para trader dulu banyak mengakumulasi aset mereka.
Kita tahu bahwa Bitcoin baru saja terkoreksi cukup dalam dari puncak tertingginya di awal $100.000-an pada akhir tahun 2025 lalu. Penurunan ini mengubah arah pasar dari yang awalnya sangat agresif naik menjadi fase konsolidasi yang lebih merayap di sekitar zona likuiditas ini.
Menariknya, tingginya volume perdagangan di level saat ini menandakan adanya tarik-menarik yang kuat antara buyer dan seller. Candlestick bulanan juga meninggalkan bayangan/ekor (wicks) di area ini, yang membuktikan bahwa level $67.000-an sedang diuji mati-matian dan tidak mudah jebol begitu saja.
Kabar baiknya, menurut Cantonese Cat, zona pertahanan ini masih cukup solid. Jika pijakan ini kuat, ada peluang besar bagi Bitcoin untuk memantul naik menguji kembali level $87.000. Namun, tantangannya belum usai; ada tembok resistensi berupa tumpukan antrean jual yang tebal di atas $70.000.
Bitcoin butuh tenaga ekstra untuk menembus tembok tersebut jika ingin kembali ke jalur bullish secara penuh.
Baca juga: 5 Katalis yang Bisa Dorong Dogecoin ke $0,20 pada Februari 2026
Pergerakan Bitcoin perlahan mulai stabil di kisaran $68.115 pada grafik mingguan. Menurut pengamat kripto CryptosBatman, ada kabar baik dari sisi teknikal: indikator stochastic baru saja mencetak golden cross. Ini menandakan tekanan jual yang sempat membawa BTC turun dari awal $100K ke $60K-an mulai kehabisan bensin.
Berikut adalah beberapa poin teknikal penting dari pergerakan saat ini:
Tantangan selanjutnya bagi Bitcoin adalah menembus level resistance yang sudah menanti di atas harga saat ini jika ingin melanjutkan rebound tersebut.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: