Crypto Dirancang Bukan untuk Manusia? Ahli Crypto Ini Ungkap Alasannya!

Di-update
February 20, 2026
Bagikan
Gambar Crypto Dirancang Bukan untuk Manusia? Ahli Crypto Ini Ungkap Alasannya!

Jakarta, Pintu News – Haseeb Qureshi dari Dragonfly mengungkapkan argumen mengejutkan bahwa hambatan dalam dunia crypto selama ini bukanlah cacat desain, melainkan salah sasaran pengguna. Menurutnya, arsitektur blockchain yang sangat kaku dan deterministik sebenarnya jauh lebih cocok untuk agen Kecerdasan Buatan dibandingkan manusia yang penuh emosi.

Ketidaksesuaian ini menjelaskan mengapa pengalaman pengguna cryptocurrency sering kali terasa sangat menyulitkan dan penuh dengan risiko kesalahan teknis. Visi masa depan industri ini kemungkinan besar tidak lagi melibatkan manusia sebagai operator utama, melainkan mesin cerdas sebagai penghuni aslinya.

Mengapa Manusia Selalu Gagal Pakai Crypto?

Qureshi menjelaskan bahwa sistem perbankan tradisional memang dirancang selama ratusan tahun untuk menoleransi kesalahan perilaku manusia. Sebaliknya, infrastruktur cryptocurrency dibangun di atas kode yang sangat kaku dan tidak mengenal kompromi terhadap kelalaian pengguna.

Ketegasan arsitektur ini sering kali berbenturan dengan intuisi sosial kita yang lebih terbiasa dengan sistem hukum fleksibel. Akibatnya, banyak pengguna merasa terasing karena setiap kesalahan kecil dalam transaksi digital berujung pada kerugian finansial permanen.

Penggunaan alamat panjang serta mekanisme tanda tangan transaksi yang rumit sering memicu kecemasan luar biasa bagi pemilik Bitcoin . Meskipun kita tahu pentingnya memverifikasi setiap kontrak pintar, sifat dasar manusia yang mudah lelah sering membuat kita melewatkan langkah krusial tersebut.

Ketakutan akan kehilangan aset dalam sekejap menunjukkan bahwa sistem ini tidak selaras dengan cara berpikir organik manusia. Oleh karena itu, kerumitan yang ada saat ini bukanlah sebuah kutukan, melainkan bukti bahwa manusia bukanlah target utama sistem ini.

AI Agent Sebagai Penghuni Asli Blockchain

Berbeda dengan manusia, agen AI tidak pernah mengalami kelelahan saat harus memverifikasi ribuan baris kode kontrak pada Ethereum . Mesin-mesin cerdas ini mampu mensimulasikan berbagai skenario buruk secara instan sebelum akhirnya memutuskan untuk mengeksekusi sebuah transaksi.

Apa yang manusia anggap sebagai risiko fatal, justru dilihat oleh AI sebagai spesifikasi teknis yang sangat transparan dan efisien. Karakteristik crypto yang serba otomatis dan deterministik merupakan lingkungan kerja paling ideal bagi sistem otonom tersebut.

Baca juga: CME Group Siap Guncang Pasar, Trading Derivatif Crypto 24/7 Segera Hadir!

Di masa depan, interaksi dengan Ripple atau aset lainnya akan sepenuhnya ditangani oleh dompet digital yang mampu ā€œmenyetirā€ sendiri. Agen otonom ini akan saling bertransaksi tanpa memerlukan instruksi manual yang membingungkan dari pemilik akun manusia.

Kehadiran infrastruktur tanpa izin selama 24 jam penuh menjadi fondasi sempurna bagi ledakan ekonomi mesin-ke-mesin di tingkat global. Transformasi ini akan membebaskan manusia dari beban teknis yang selama ini menghambat adopsi massal teknologi blockchain secara menyeluruh.

Ledakan Ekonomi Mesin Senilai Rp167,6 Kuadriliun

Ryan Adams dari Bankless memprediksi bahwa nilai pasar ini bisa menembus angka Rp167,66 kuadriliun ($10 triliun) berkat kehadiran miliaran agen AI. Narasi ā€œAiFiā€ diprediksi akan menjadi tren besar berikutnya yang mengubah wajah keuangan terdesentralisasi secara fundamental dalam waktu dekat.

Miliaran dompet digital baru akan muncul dan dioperasikan sepenuhnya oleh kecerdasan buatan untuk aktivitas perdagangan yang super cepat. Peningkatan jumlah transaksi pada koin seperti Pepe Coin mungkin akan didominasi oleh algoritme cerdas daripada spekulan manusia biasa.

Meskipun ekonomi mesin ini menjanjikan efisiensi luar biasa, tanggung jawab hukum terakhir tetap harus berada di tangan institusi atau manusia. Teknologi cryptocurrency pada akhirnya mungkin akan bergeser menjadi infrastruktur belakang layar yang tidak lagi bersentuhan langsung dengan pengguna akhir.

Kontrak pintar yang kaku tetap memiliki risiko eksploitasi, namun agen AI jauh lebih sigap dalam mendeteksi ancaman tersebut dibandingkan manusia. Dengan demikian, industri ini akan tetap berkembang pesat sebagai fondasi keuangan paralel yang dijalankan oleh mesin cerdas secara otonom.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ sertaĀ investasi emas cryptoĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->