
Jakarta, Pintu News – Pasar komoditas energi global sedang menunjukkan gairah yang luar biasa dengan catatan kenaikan harga batu bara yang terjadi selama tiga hari berturut-turut hingga akhir Februari 2026. Berdasarkan data perdagangan terbaru pada Rabu, 25 Februari 2026, harga si “emas hitam” ini kembali menunjukkan dominasinya sebagai aset yang patut diperhitungkan di tengah fluktuasi pasar finansial.
Bagi kamu yang terbiasa memantau pergerakan pasar cryptocurrency, dinamika pada sektor energi fosil ini memberikan gambaran menarik tentang bagaimana sentimen global dapat memengaruhi nilai aset fisik secara signifikan di awal tahun ini.
Harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan depan terpantau ditutup pada level US$117 per ton pada perdagangan terakhir. Jika kamu mengonversinya dengan nilai tukar saat ini, angka tersebut setara dengan Rp1.969.227 per ton, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 0,43% hanya dalam satu hari perdagangan. Pencapaian ini menandai tren positif yang konsisten karena harga secara resmi telah menguat selama tiga hari berturut-turut dengan total kenaikan mencapai 0,73%.
Kenaikan yang stabil ini membawa harga batu bara ke level tertingginya sejak pertengahan Februari atau dalam satu pekan terakhir bagi para pelaku pasar. Fenomena ini sering kali menarik perhatian investor yang ingin melakukan diversifikasi dari aset digital seperti Bitcoin atau Ethereum ke sektor komoditas yang lebih nyata. Stabilitas harga di atas level US$110 memberikan sinyal bahwa permintaan pasar terhadap energi fosil masih sangat besar meskipun isu transisi energi terus digulirkan secara masif.
Baca Juga: Top 3 Crypto Februari 2026: Pippin (PIPPIN) Meroket Fantastis 98,70%!

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga batu bara saat ini adalah kebijakan strategis dari pemerintahan Presiden Xi Jinping di China. Pemerintah Negeri Tirai Bambu tersebut baru saja menyetujui penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru sebesar 78 gigawatt sepanjang tahun 2025 lalu. Langkah ini tercatat sebagai kenaikan kapasitas tahunan tertinggi dalam satu dekade terakhir, yang secara otomatis meningkatkan proyeksi permintaan batu bara global di tahun 2026 ini.
Bagi kamu yang mengamati pasar makro, permintaan dari China selalu menjadi katalisator terkuat bagi harga komoditas tambang karena posisinya sebagai konsumen energi terbesar. Tingginya kebutuhan listrik untuk mendukung industri manufaktur di sana membuat pasokan batu bara tetap menjadi prioritas utama bagi otoritas setempat. Kondisi ini menciptakan lantai harga yang cukup kokoh bagi komoditas ini sehingga risiko kejatuhan harga dalam jangka pendek terlihat lebih minim dibandingkan volatilitas pada Ripple .
Selain faktor Asia, sentimen positif juga datang dari Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump yang mengalokasikan dana modernisasi energi fosil. Pemerintah AS diketahui telah menyiapkan dana sebesar US$175 juta atau sekitar Rp2,94 triliun untuk memperbarui enam unit PLTU utama agar tetap beroperasi secara efisien. Kebijakan pro-energi fosil ini memberikan angin segar bagi para pengusaha tambang karena pasar AS kembali memberikan kepastian terhadap masa depan pemanfaatan batu bara.
Instruksi Presiden Trump kepada Kementerian Pertahanan untuk membeli listrik dari berbagai PLTU lainnya juga memperkuat narasi bahwa batu bara belum akan ditinggalkan. Langkah proteksionis terhadap industri domestik ini sering kali dibandingkan oleh para analis dengan regulasi ketat yang membayangi dunia crypto saat ini. Untuk kamu yang memiliki portofolio beragam, kebijakan di Amerika Serikat ini menjadi bukti bahwa komoditas energi tradisional masih mendapatkan dukungan politik yang sangat kuat di kancah internasional.
Secara teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari untuk batu bara saat ini berada di angka 64, yang mengonfirmasi posisi aset berada di zona hijau. Angka RSI di atas 50 merupakan indikator teknis yang menunjukkan bahwa suatu aset sedang berada dalam tren naik atau posisi bullish yang sangat kuat. Hal ini memberikan rasa percaya diri bagi investor untuk tetap memegang aset mereka sembari menunggu kenaikan harga lebih lanjut ke level resisten berikutnya.
Menariknya, indikator Stochastic RSI 14 hari saat ini berada di level 2, yang secara teknis menandakan kondisi sangat jenuh jual atau oversold. Kondisi ini memberikan peluang bagi kamu untuk melihat potensi kenaikan lanjutan karena harga berpeluang melakukan “rebound” dari titik jenuh tersebut ke arah yang lebih tinggi. Situasi teknikal yang unik ini sering kali juga ditemukan pada grafik koin spekulatif seperti Pepe Coin saat mengalami koreksi sehat sebelum melanjutkan reli panjangnya.
Secara keseluruhan, harga batu bara sepanjang tahun 2026 berjalan (year-to-date) telah mencatatkan pertumbuhan yang sangat impresif sebesar 8,84%. Jika dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama di tahun lalu, harga saat ini bahkan tercatat lebih tinggi 14,43%, menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Angka pertumbuhan ini sangat kompetitif bagi investor yang mencari keuntungan stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global yang sering membuat nilai cryptocurrency mengalami koreksi mendalam.
Bagi kamu yang ingin memaksimalkan profil risiko, membagi aset antara komoditas fisik dan aset digital bisa menjadi pilihan strategi manajemen keuangan yang bijaksana. Kamu dapat memanfaatkan kenaikan harga batu bara ini untuk menyeimbangkan potensi kerugian yang mungkin timbul dari aset-aset berisiko tinggi di pasar keuangan digital. Dengan harga yang kini menembus Rp1,9 juta per ton, batu bara membuktikan dirinya tetap menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang paling berharga di awal tahun 2026 ini.
Baca Juga: Top 3 Crypto Sepekan: Solana Mobile Seeker (SKR) Pimpin Reli 32,27%!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: