
Jakarta, Pintu News ā Bitcoin melonjak tajam minggu ini, sempat mendekati angka $70.000 sebelum akhirnya kembali terkoreksi. Pergerakan tersebut memicu perdebatan di seluruh pasar: apakah Bitcoin akhirnya telah mencapai titik terendah (bottoming), ataukah ini hanyalah relief rally di tengah fase bearish yang lebih luas?
Berbagai indikator on-chain, derivatif, serta institusional menunjukkan tanda-tanda awal stabilisasi. Namun, sejumlah sinyal utama masih mengarah pada pemulihan yang rapuh, alih-alih sebuah pembalikan arah bullish yang terkonfirmasi.

Pada 26 Februari 2026,Ā harga BitcoinĀ tercatat berada di level $68,095 atau setara dengan Rp1.140.458.432 mengalami kenaikan 3,21% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.092.201.058 dan harga tertingginya di Rp1.164.954.447.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp22.838 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 22% menjadi Rp881,45 triliun.
Baca juga: Prediksi Harga Shiba Inu: Muncul Sinyal āDeath Crossā, akankah SHIB Anjlok?
Penempatan posisi opsi Bitcoin baru-baru ini bergeser ke arah apa yang disebut oleh para trader sebagai rezim gamma negatif, menurut heatmap GEX Glassnode.

Secara sederhana, gamma mengukur bagaimana pembuat pasar (market makers) opsi melakukan lindung nilai (hedging) terhadap risiko. Ketika Bitcoin berada di zona gamma negatif, lindung nilai yang dilakukan dealer cenderung memperkuat pergerakan harga. Artinya, reli harga dapat terakselerasi dengan cepatānamun begitu pula dengan aksi jual (selloff).
Heatmap tersebut juga menunjukkan lebih sedikit ādinding gammaā (gamma walls) resistensi yang kuat di atas harga saat ini. Hal ini meminimalkan hambatan bagi pergerakan ke atas, yang menjelaskan penyebab lonjakan mendadak Bitcoin. Namun, hal ini juga berarti pasar kekurangan stabilitas struktural.
Tanpa dukungan lindung nilai yang kuat, pergerakan harga tetap rapuh dan rentan terhadap pembalikan arah (reversal).
Data CryptoQuant menunjukkan bahwa permintaan nyata (apparent demand) Bitcoin, yang mengukur akumulasi bersih versus pasokan baru, telah berubah menjadi positif untuk pertama kalinya sejak November.
Ini merupakan sinyal awal yang penting. Ketika permintaan melebihi pasokan, hal ini menunjukkan bahwa pembeli mulai masuk dan menyerap koin dari para penjual. Namun, satu pergeseran positif belum mengonfirmasi pembalikan arah sepenuhnya.
Selama fase bear market di masa lalu, peningkatan permintaan sementara sering kali terjadi sebelum konsolidasi lebih lanjut. Tren kenaikan permintaan yang berkelanjutan selama beberapa minggu akan memberikan konfirmasi yang lebih kuat.
Indikator kunci lainnya berasal dari data laba dan rugi pemegang jangka pendek (short-term holder) CryptoQuant, yang memantau apakah investor baru menjual aset mereka dalam kondisi untung atau rugi.
Data tersebut menunjukkan bahwa para pemegang jangka pendek telah konsisten menjual rugi sejak akhir Januari. Beberapa lonjakan kerugian besar terjadi pada awal Februari dan terulang kembali baru-baru ini.
Baca juga: Volume SUI Tembus $43 Miliar di Awal 2026, Ungguli Kompetitor L1 Lainnya

Pola ini dikenal sebagai kapitulasi, di mana investor yang lebih ālemahā keluar dari pasar. Kapitulasi umumnya terjadi di dekat titik terendah pasar (market bottoms), karena pembeli yang lebih kuat menyerap kerugian tersebut.
Namun, sinyal ini belum sepenuhnya berbalik arah. Selama pemegang jangka pendek belum mulai menjual dengan keuntungan kembali, para analis memperingatkan bahwa reli harga dapat menjadi ālikuiditas keluarā (exit liquidity), di mana investor yang terjebak melakukan aksi jual saat harga menguat alih-alih bertahan (holding).
Indeks Kekuatan Relatif (RSI) Bitcoin, sebuah indikator momentum, baru-baru ini pulih setelah mencapai level jenuh jual (oversold) yang ekstrem pada awal Februari. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan jual telah melemah.
Secara historis, pemulihan RSI semacam ini sering kali memicu pantulan harga (rebound) jangka pendek.

Data kinerja kuartalan juga menunjukkan bahwa Bitcoin jarang mengalami kerugian besar selama beberapa kuartal berturut-turut. Meskipun pola ini tidak menjamin harga telah mencapai titik terendah, hal ini mendukung pandangan bahwa pasar mungkin sedang memasuki fase stabilisasi.
Posisi institusional tetap menjadi perhatian utama. Data sebelumnya menunjukkan bahwa ETF Bitcoin mengalami arus keluar (outflows) yang berkelanjutan, dan laporan SEC mengungkapkan bahwa penasihat investasi besar serta dana lindung nilai (hedge funds) mengurangi eksposur mereka secara signifikan pada akhir 2025.
Hal ini menunjukkan bahwa permintaan institusional belum sepenuhnya kembali. Pasar bullish yang kuat biasanya membutuhkan arus masuk (inflows) yang konsisten dari para investor besar.
Bitcoin menunjukkan beberapa sinyal awal telah mencapai titik terendah (bottoming). Permintaan spot mulai membaik, kapitulasi tampaknya mulai terserap oleh pasar, dan indikator teknis menunjukkan bahwa tekanan jual mulai memudar.
Namun, sinyal konfirmasi utama masih belum terlihat. Pemegang jangka pendek tetap berada di wilayah kerugian, arus dana institusional masih lemah, dan struktur pasar opsi menunjukkan kondisi yang rapuh.
Untuk saat ini, reli Bitcoin tampak lebih konsisten dengan pantulan pemulihan (relief bounce) daripada sebuah pembalikan arah bullish yang terkonfirmasi. Pemulihan yang berkelanjutan kemungkinan besar memerlukan permintaan yang lebih kuat, kembalinya arus masuk institusional, serta stabilitas harga di atas level resistensi utama.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ sertaĀ investasi emas cryptoĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: