Terungkap! Inilah Alasan Sebenarnya Harga Bitcoin (BTC) Belum Tembus $150.000

Di-update
February 27, 2026
Bagikan
Gambar Terungkap! Inilah Alasan Sebenarnya Harga Bitcoin (BTC) Belum Tembus $150.000

Jakarta, Pintu News – Pasar kripto kembali dihebohkan dengan isu bahwa Jane Street menjadi biang keladi mengapa harga Bitcoin belum mampu menembus level $150.000. Namun, para pakar justru membantah narasi tersebut dan menyoroti faktor struktural di balik sistem ETF Bitcoin (BTC) di Amerika Serikat.

Jeff Park, CIO ProCap sekaligus penasihat Bitwise, menegaskan bahwa peran Jane Street seringkali disalahartikan dan terlalu dibesar-besarkan. Artikel ini akan mengupas tuntas argumen para ahli terkait mekanisme ETF, peran Authorized Participant (AP), serta mengapa tuduhan manipulasi harga Bitcoin (BTC) tidak sepenuhnya tepat.

Struktur ETF Bitcoin (BTC) dan Peran Authorized Participant

Jeff Park menyoroti bahwa perdebatan soal Jane Street seharusnya dialihkan pada struktur ETF Bitcoin (BTC) itu sendiri. Dalam sistem ETF spot di Amerika Serikat, terdapat sejumlah Authorized Participant (AP) besar seperti Jane Street Capital, JPMorgan, Macquarie, Virtu Americas, Goldman Sachs, Citadel Securities, Citigroup, UBS, dan ABN AMRO.

AP ini memiliki hak istimewa dalam menciptakan dan menebus unit ETF tanpa harus mengikuti aturan short selling konvensional. Hal ini memberikan fleksibilitas luar biasa bagi AP dalam melakukan lindung nilai dan penyelesaian transaksi. Keistimewaan AP ini diatur dalam Regulation SHO, di mana mereka dapat menciptakan unit ETF tanpa harus meminjam aset terlebih dahulu.

Baca Juga:Ā 5 Langkah Mudah Cara Membeli Emas di Butik Emas, Investasi Aman Selain Crypto!

Perubahan Mekanisme dan Dampaknya pada Harga Bitcoin (BTC)

Perubahan terbaru dalam mekanisme ETF, dari model cash-only menjadi in-kind, juga turut memengaruhi dinamika pasar. Pada model cash-only, AP wajib menyerahkan uang tunai yang kemudian digunakan kustodian untuk membeli Bitcoin (BTC) di pasar spot. Proses ini secara otomatis menciptakan permintaan spot setiap kali terjadi penciptaan unit ETF baru.

Namun, dengan mekanisme in-kind, AP dapat langsung menyerahkan Bitcoin (BTC) dari sumber mana pun, termasuk melalui transaksi OTC yang minim dampak pada harga pasar. Fleksibilitas ini membuat aktivitas AP menjadi lebih tersembunyi dan tidak selalu tercermin dalam volume perdagangan spot.

Park menilai, perubahan ini menghilangkan ā€œpengatur strukturalā€ yang sebelumnya menjaga integritas penemuan harga di pasar spot. Meskipun demikian, Park menegaskan bahwa tidak ada AP yang secara eksplisit menekan harga Bitcoin (BTC). Yang terjadi adalah, struktur AP dapat mengganggu mekanisme penemuan harga yang sehat, yang dalam jangka panjang bisa berdampak lebih besar daripada sekadar fluktuasi harga sesaat.

Debat Para Pakar: Manipulasi atau Dinamika Pasar?

Pendapat Park mendapat tanggapan dari sejumlah analis dan pelaku pasar lainnya. Eric Balchunas, Senior ETF Analyst di Bloomberg Intelligence, menyebut bahwa sentimen negatif terhadap Jane Street mulai mereda, namun pasar masih menunggu apakah perubahan ini cukup untuk mendorong reli harga Bitcoin (BTC) yang berkelanjutan.

Sementara itu, Keone Hon dari Monad dan Dave Weisberger menilai bahwa teori manipulasi tidak sepenuhnya valid karena posisi short futures pada akhirnya harus diseimbangkan oleh pihak lain di pasar. Park sendiri tidak membantah identitas akuntansi tersebut, namun menyoroti bahwa celah regulasi memungkinkan posisi-posisi tersebut bertahan lebih lama dari yang seharusnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak percaya pada teori konspirasi bahwa AP menekan harga Bitcoin (BTC) secara sengaja. Namun, dengan durasi tak terbatas dan biaya carry nol, struktur ini membuka peluang terjadinya anomali pasar. Di sisi lain, analis on-chain James ā€œCheckmateā€ Check menegaskan bahwa penurunan harga Bitcoin (BTC) lebih disebabkan oleh aksi jual besar-besaran dari para pemegang, bukan karena manipulasi institusi.

Kesimpulan

Dari berbagai pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa tuduhan terhadap Jane Street sebagai penyebab utama harga Bitcoin (BTC) belum menembus $150.000 adalah keliru. Faktor struktural dalam sistem ETF dan fleksibilitas Authorized Participant justru menjadi isu utama yang memengaruhi dinamika harga.

Mekanisme baru yang lebih fleksibel memang dapat mengaburkan proses penemuan harga, namun tidak serta-merta berarti ada upaya penekanan harga secara sistematis. Pada akhirnya, pergerakan harga Bitcoin (BTC) tetap sangat dipengaruhi oleh aksi jual-beli para pelaku pasar, baik institusi maupun individu.

Baca Juga:Ā 5 Kabar Baik Status Hukum Ethereum (ETH), Kini Resmi Jadi Komoditas Digital Bukan Sekuritas!

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ sertaĀ investasi emas cryptoĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Baca Juga:Ā 5 Rahasia Harga Emas Dunia Hari Ini di Pasar Forex, Investor Crypto Wajib Simak!

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->