Bitcoin (BTC) Disebut Masih Murah Dibandingkan Emas, Siap-Siap Lonjakan Harga?

Di-update
March 3, 2026
Bagikan
Gambar Bitcoin (BTC) Disebut Masih Murah Dibandingkan Emas, Siap-Siap Lonjakan Harga?

Jakarta, Pintu News – Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah CEO Jan3, Samson Mow, menyebut aset kripto ini masih undervalued jika dibandingkan dengan emas. Menurut Mow, harga Bitcoin (BTC) saat ini berada jauh di bawah tren historisnya terhadap kapitalisasi pasar emas maupun suplai uang global. Sementara itu, harga emas sendiri dinilai sudah terlalu tinggi setelah menembus $5.247 per ons. Kondisi ini membuka peluang terjadinya pembalikan tren harga Bitcoin (BTC) dalam waktu dekat.

Bitcoin (BTC) Masih Tertinggal dari Emas, Sinyal Potensi Rebound?

Samson Mow menyoroti bahwa Bitcoin (BTC) saat ini diperdagangkan sekitar 24% hingga 66% di bawah tren historisnya jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar emas atau suplai uang global. Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman April ditutup di level $5.247,90, dan tokenized gold seperti PAX Gold bahkan sempat menyentuh $5.404,14.

Menurut Mow, kondisi overextended pada emas ini justru menjadi sinyal bahwa Bitcoin (BTC) memiliki ruang untuk mengejar ketertinggalannya. Jika tren historis berulang, maka potensi lonjakan harga Bitcoin (BTC) bisa terjadi dalam waktu dekat. Selain itu, Mow juga mengamati metrik Z-score yang mengukur seberapa jauh harga Bitcoin (BTC) dari rata-rata historisnya.

z score btc
Sumber: Cointelegraph

Z-score di bawah 0 menandakan harga sedang berada di bawah rata-rata, dan saat ini Z-score rasio Bitcoin (BTC) terhadap emas berada di kisaran -1,24. Dalam sejarahnya, ketika Z-score rasio ini turun di bawah -2, Bitcoin (BTC) kerap mengalami reli harga besar-besaran. Hal ini pernah terjadi pada November 2022 dan Maret 2020, di mana setelahnya Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan harga signifikan.

Baca juga: X Kini Izinkan Promosi Crypto Berbayar, Tapi Masih Dilarang di Eropa dan Inggris

Sejarah Membuktikan: Setiap Penurunan Tajam, Bitcoin (BTC) Selalu Bangkit

Data dari TradingView menunjukkan bahwa pada November 2022, Z-score rasio Bitcoin (BTC) terhadap emas sempat anjlok hingga di bawah -3. Saat itu, pasar kripto diguncang oleh kolapsnya bursa FTX, namun dalam 12 bulan berikutnya, harga Bitcoin (BTC) justru melonjak lebih dari 150%. Fenomena serupa juga terjadi saat pandemi Covid-19 pada Maret 2020, di mana Z-score turun di bawah -2 dan harga Bitcoin (BTC) sempat menyentuh $3.717.

btc covid
Sumber: Cointelegraph

Dalam setahun setelahnya, Bitcoin (BTC) berhasil meroket lebih dari 300% hingga mencetak rekor tertinggi di $69.000 pada November 2021. Pola historis ini memperlihatkan bahwa setiap kali Bitcoin (BTC) mengalami tekanan harga yang signifikan, aset kripto ini selalu mampu bangkit dan mencatatkan reli besar.

Hal ini menjadi dasar optimisme bagi para pendukung Bitcoin (BTC) bahwa potensi kenaikan harga masih sangat terbuka lebar. Dengan kondisi emas yang sudah overbought, peluang Bitcoin (BTC) untuk mengejar ketertinggalan semakin besar. Investor yang jeli bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengambil posisi sebelum reli berikutnya terjadi.

Baca juga: Minyak Dunia Bergejolak, Ancaman Krisis Selanjutnya Bisa Picu ā€˜Panic Sell’ Bitcoin (BTC)?

Prediksi Kontra: Analis Lain Ramalkan Bitcoin (BTC) Bisa Terkoreksi ke $50.000

Di sisi lain, tidak semua analis sepakat dengan pandangan bullish dari Samson Mow. Sejumlah analis pasar kripto justru memperkirakan harga Bitcoin (BTC) masih berpotensi turun lebih dalam akibat ketidakpastian investor dan tensi geopolitik global. Mereka menilai pergerakan harga Bitcoin (BTC) saat ini mirip dengan pola bear market tahun 2022, di mana harga sempat anjlok lebih dari 50% dari puncaknya.

Saat ini, Bitcoin (BTC) sempat turun ke level $60.000 sebelum pulih terbatas ke kisaran $66.400 setelah adanya perkembangan situasi di Timur Tengah. Para analis tersebut memperingatkan bahwa jika tekanan jual berlanjut, Bitcoin (BTC) bisa saja kembali menguji level psikologis $50.000. Namun, sejarah membuktikan bahwa setiap penurunan tajam justru menjadi peluang bagi Bitcoin (BTC) untuk bangkit lebih tinggi.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ sertaĀ investasi emas cryptoĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->