
Jakarta, Pintu News – Dogecoin kembali menarik perhatian pasar crypto setelah mencatat penurunan futures netflow yang sangat ekstrem, mencapai 100.456,56% dalam delapan jam. Anomali ini muncul justru saat volume perdagangan spot dan derivatif cenderung melemah, sehingga narasi pasar yang tampak sepi menjadi tidak sesederhana kelihatannya. Bagi investor dan pemula di dunia cryptocurrency, kondisi ini penting dicermati karena dapat mencerminkan perubahan posisi trader yang cukup agresif di tengah sentimen pasar yang belum stabil.
Pada perdagangan Minggu, aktivitas Dogecoin di pasar spot dan derivatif sama-sama mengalami pelemahan. Volume perdagangan spot turun 24% dalam 24 jam menjadi sekitar $703,75 juta, sedangkan volume derivatif turun 23% menjadi sekitar $1,61 miliar, menandakan minat jangka pendek terhadap aset crypto ini sedang menurun.
Namun, di balik penurunan aktivitas itu, data menunjukkan gangguan besar pada arus dana pasar futures. Dalam delapan jam, Dogecoin mencatat futures inflow $72,10 juta atau sekitar Rp1,22 triliun, tetapi outflow mencapai $99,51 juta atau sekitar Rp1,69 triliun, sehingga menghasilkan netflow negatif yang sangat tajam. Dengan kurs 1 USD = Rp16.987, selisih ini memperlihatkan bahwa lebih banyak posisi yang ditutup atau dana yang keluar dibanding yang masuk, walau pasar tampak relatif tenang.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa sebagian trader mungkin sedang melakukan reposisi besar-besaran. Dalam konteks cryptocurrency, anomali seperti ini sering muncul ketika pasar sedang bersiap menghadapi lonjakan volatilitas, meski pergerakan harga saat itu belum sepenuhnya mencerminkan ketegangan di balik layar.
Baca Juga: Prediksi Gila! Bitcoin Bisa Tembus Rp2,02 Miliar Maret 2026, ETH ke Rp202 Juta?

Tekanan pada Dogecoin tidak datang tanpa konteks. Laporan yang sama menyebut harga DOGE telah berada dalam tren turun sejak 4 Maret 2026, dan pola volatilitas akhir pekan dalam beberapa pekan terakhir diduga membuat banyak trader memilih mengurangi eksposur mereka.
Menariknya, di saat arus dana futures menunjukkan tekanan keluar, open interest Dogecoin justru naik 3,93% dalam 24 jam terakhir. Ini berbeda dengan mayoritas aset crypto besar lain, yang pada periode sama justru mencatat penurunan open interest. Kombinasi antara netflow negatif ekstrem dan kenaikan open interest ini dapat dibaca sebagai sinyal bahwa ada pelaku pasar baru yang masuk, atau trader lama yang tetap mempertahankan posisi dengan ekspektasi pergerakan besar berikutnya.
Bagi kamu yang mengikuti pasar cryptocurrency, situasi seperti ini sering menandakan fase persimpangan. Di satu sisi, sebagian trader terlihat defensif karena takut tekanan jual berlanjut; di sisi lain, kenaikan open interest menunjukkan DOGE belum ditinggalkan sepenuhnya dan masih dianggap menarik untuk diperdagangkan dalam jangka pendek.
Saat artikel sumber diterbitkan, harga Dogecoin berada di sekitar $0,088 atau sekitar Rp1.495, turun 2,27% dalam 24 jam dan melemah 4,73% secara mingguan. Level ini kini menjadi support utama yang dipantau pasar, karena kemampuan DOGE bertahan di area tersebut akan sangat memengaruhi arah harga selanjutnya.
Jika terjadi rebound, target kenaikan yang disorot berada di $0,103 atau sekitar Rp1.750, yang bertepatan dengan MA 50 harian, lalu berpotensi lanjut ke $0,117 atau sekitar Rp1.987. Sebaliknya, bila support $0,088 gagal dipertahankan, DOGE berisiko turun menuju area $0,079 atau sekitar Rp1.342.
Pergerakan ini juga tidak bisa dilepaskan dari sentimen makroekonomi global yang masih dominan di pasar crypto. Ketika belum ada katalis internal yang cukup kuat dari ekosistem Dogecoin, harga DOGE cenderung lebih mudah digerakkan oleh suasana risk-off, perubahan likuiditas, dan perilaku trader derivatif.
Penurunan futures flow Dogecoin sebesar 100.456,56% menunjukkan bahwa pasar derivatif DOGE sedang mengalami ketegangan yang tidak tercermin sepenuhnya dari volume perdagangan yang menurun. Walau pasar terlihat sepi, data mengindikasikan adanya reposisi besar oleh trader, terutama di tengah tren pelemahan harga dan pola volatilitas akhir pekan.
Bagi investor maupun pemula, situasi ini menegaskan bahwa membaca pasar crypto tidak cukup hanya dari harga dan volume spot. Data derivatif seperti netflow dan open interest dapat memberi petunjuk penting mengenai arah sentimen, terutama saat Dogecoin berada di area teknikal krusial yang bisa menentukan apakah DOGE akan memantul atau justru melanjutkan koreksi.
Baca Juga: 5 Isu Besar Crypto Maret 2026: FOMC, Stablecoin, hingga Unlock Token Bernilai Miliaran
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.