Prediksi Harga Emas Menjelang Rapat FOMC 18 Maret 2026, Saat yang Tepat untuk Beli Emas?

Di-update
March 9, 2026
Bagikan
Gambar Prediksi Harga Emas Menjelang Rapat FOMC 18 Maret 2026, Saat yang Tepat untuk Beli Emas?

Jakarta, Pintu News – Harga emas bergerak stabil di $5,171 (Rp87,684 juta) pada hari Minggu setelah lonjakan aksi beli pada sesi sebelumnya mendorong harga bullion naik tajam. Logam mulia ini bertambah $21.62 (Rp366,610) atau naik 0.42% secara harian. Harga perak juga melonjak ke 84.54, meningkat 0.39% pada periode yang sama.

Logam mulia tetap bertahan setelah pergerakan perdagangan yang naik-turun sepanjang pekan sebelumnya. Harga emas sempat menyentuh level tertinggi 5,176 lalu memasuki fase konsolidasi dalam rentang yang sempit. Titik terendah harian berada di sekitar 5,150, yang mencerminkan perubahan sentimen yang relatif ringan.

Sejumlah indikator makroekonomi kini menjadi perhatian pelaku pasar, bahkan sebelum berlangsungnya agenda kebijakan besar. Informasi terbaru serta risiko global kembali membentuk ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga.

Prospek Rapat FOMC dan Ekspektasi Kebijakan

Rapat FOMC yang akan berlangsung pada 17–18 Maret menarik perhatian global yang sangat besar. Investor menunggu sinyal mengenai arah biaya pinjaman ke depan. Pernyataan kebijakan dijadwalkan rilis pada pukul 14.00 Waktu Timur (ET).

Baca juga: Harga Emas 1 Gram Hari Ini, 9 Maret 2026

Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, akan menyampaikan pernyataan pada pukul 14.30 ET setelah pengumuman keputusan. Ucapannya kerap membentuk arah pasar dalam jangka pendek. Proyeksi ekonomi terbaru juga akan dipublikasikan bersamaan dengan keputusan tersebut.

Pelaku pasar memantau ketat apa yang dikenal sebagai dot plot untuk membaca petunjuk suku bunga. Grafik ini merangkum ekspektasi para pembuat kebijakan terhadap level suku bunga di masa mendatang. Data tenaga kerja yang melemah meningkatkan spekulasi bahwa pelonggaran kebijakan bisa terjadi pada paruh akhir tahun ini.

Data Nonfarm Payroll terbaru menunjukkan hilangnya 92.000 pekerjaan pada Februari, berlawanan dengan ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan tipis. Tingkat pengangguran naik sedikit menjadi 4,4%.

Angka tersebut masih sedikit di bawah proyeksi Federal Reserve sebesar 4,5% untuk 2026. Namun, pasar menafsirkan laporan itu sebagai sinyal melambatnya momentum ekonomi. Ekspektasi pemangkasan suku bunga meningkat hingga sekitar 43 basis poin.

Harga emas sempat naik lebih dari 1% setelah rilis data tenaga kerja. Meski demikian, penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil menahan ruang kenaikan lebih lanjut.

Pasar Crypto, Agenda Data, dan Sentimen yang Lebih Luas

Kondisi pasar keuangan secara umum masih bergerak campuran menjelang beberapa rilis data penting. Pasar kripto global turun 1.02% pada akhir pekan kemarin. Total kapitalisasi berada di kisaran $2.3 triliun.

Harga Bitcoin bertahan di bawah $69,000 pada sesi terbaru. Ethereum diperdagangkan relatif stabil di atas $1,700. Secara keseluruhan, aset digital masih kesulitan membangun kembali momentum kenaikan yang kuat.

Pelaku pasar juga bersiap menghadapi rilis indikator inflasi dan pertumbuhan utama pada pekan depan. Laporan yang dinantikan mencakup inflasi konsumen, data perumahan, serta pembaruan PDB. Data Durable Goods Orders dan Initial Jobless Claims juga dijadwalkan rilis.

Pasar diperkirakan memberi perhatian khusus pada Core PCE Price Index, yaitu indikator inflasi yang paling diprioritaskan oleh Federal Reserve.

Baca juga: Harga Bitcoin Capai $67.000 Hari Ini (9/3/26): Whale & Holder Jangka Panjang Tetap Borong BTC!

Prediksi Harga Emas: Apakah XAU/USD Akan Melonjak ke $5,200 (Rp88,176 Juta)?

Secara teknikal, harga emas batangan masih bergerak di dekat area resistance penting sekitar $5,180 (Rp87,837,260). Jika harga mampu menembus dan bertahan stabil di atas zona tersebut, peluang pergerakan menuju $5,200 (Rp88,176,400) akan terbuka.

Jika dorongan beli berlanjut dan harga berhasil membangun momentum di atas $5,200 (Rp88,176,400), proyeksi kenaikan dapat meluas hingga $5,240 (Rp88,854,680). Kekuatan tambahan juga berpotensi mengerek prospek harga emas ke sekitar $5,280 (Rp89,532,960) pada sesi-sesi berikutnya.

Di sisi bawah, level support awal berada di sekitar $5,150 (Rp87,328,550), sementara penopang yang lebih kuat terlihat dekat $5,100 (Rp86,480,700). Penurunan tegas di bawah $5,100 (Rp86,480,700) dapat kembali membuka risiko koreksi menuju $5,060 (Rp85,802,420). Arah pasar saat ini sangat bergantung pada sinyal kebijakan serta rilis data ekonomi yang masuk.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->