
Jakarta, Pintu News – Di pasar cryptocurrency, terdapat istilah populer yang sering digunakan trader yaitu “altcoin season” atau altseason. Fase ini menggambarkan periode ketika sebagian besar altcoin—cryptocurrency selain Bitcoin—mengalami kenaikan harga lebih tinggi dibandingkan Bitcoin. Untuk mengukur fenomena ini secara objektif, analis biasanya menggunakan indikator bernama Altcoin Season Index yang tersedia di berbagai platform analisis crypto.
Indikator ini membantu investor memahami apakah pasar sedang didominasi oleh Bitcoin atau altcoin, sehingga dapat membantu menentukan strategi investasi yang lebih tepat.
Altcoin season adalah periode ketika banyak altcoin mengalami kenaikan harga signifikan dan performanya melampaui Bitcoin. Dalam fase ini, modal investor biasanya mulai berpindah dari Bitcoin ke berbagai proyek crypto alternatif seperti Ethereum, Solana, atau token DeFi.
Fenomena ini biasanya terjadi dalam siklus bull market crypto ketika Bitcoin sudah mengalami kenaikan besar atau mulai bergerak sideways, sehingga investor mulai mencari peluang keuntungan lebih besar di altcoin.
Baca Juga: 5 Fakta CPI Februari 2026: Bitcoin (BTC) Turun, Emas & Risiko Inflasi Stabil yang Harus Kamu Tahu
Altcoin Season Index adalah indikator yang mengukur apakah altcoin sedang mengungguli Bitcoin dalam periode tertentu. Indeks ini biasanya menggunakan data performa harga dalam 90 hari terakhir untuk membandingkan kinerja altcoin dengan Bitcoin.
Salah satu metode yang paling umum digunakan berasal dari situs BlockchainCenter. Dalam metode ini:
Stablecoin seperti USDT atau DAI serta token berbasis aset seperti wrapped Bitcoin biasanya tidak dihitung dalam indeks tersebut.

Altcoin Season Index biasanya ditampilkan dalam skala 0 hingga 100.
Interpretasi umum indikator ini adalah:
Semakin tinggi nilai indeks, semakin besar kemungkinan pasar sedang berada dalam fase altcoin rally.
Ada beberapa faktor yang biasanya memicu altcoin season:
1. Penurunan dominasi Bitcoin
Jika market share Bitcoin terhadap total market crypto turun, biasanya dana investor mulai mengalir ke altcoin.
2. Momentum teknologi atau narasi baru
Contohnya DeFi, NFT, AI crypto, atau layer-2 blockchain yang menarik perhatian pasar.
3. Sentimen pasar dan likuiditas
Ketika pasar crypto bullish, investor cenderung mengambil risiko lebih besar dengan membeli altcoin.
4. Stabilnya harga Bitcoin
Altcoin sering mengalami rally ketika Bitcoin bergerak sideways setelah kenaikan besar.
Durasi altcoin season tidak selalu sama. Dalam beberapa siklus pasar, fase ini bisa berlangsung:
Durasi tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasar crypto secara keseluruhan, sentimen investor, dan inovasi teknologi dalam ekosistem blockchain.
Altcoin Season Index sering digunakan oleh trader untuk:
Namun perlu diingat bahwa indikator ini bersifat reaktif, bukan alat prediksi pasti. Artinya, indeks hanya menunjukkan kondisi pasar saat ini berdasarkan data historis.
Altcoin Season Index merupakan salah satu indikator paling populer untuk mengukur apakah altcoin sedang mengungguli Bitcoin di pasar cryptocurrency. Dengan membandingkan performa harga altcoin dan Bitcoin selama 90 hari, indeks ini memberikan gambaran jelas tentang momentum pasar crypto.
Bagi investor, memahami indikator ini dapat membantu menentukan strategi investasi, terutama dalam menentukan kapan waktu yang tepat untuk fokus pada Bitcoin atau mulai mengakumulasi altcoin.
Baca Juga: 5 Hal yang Harus Kamu Tahu: Apakah XRP Bisa Capai $4 di 2026?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.