
Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin berada di level $69.192 pada 6 April setelah naik sekitar 4% dari titik terendah lokal yang tercatat pada 5 April. Pantulan ini menjadi yang ketiga dalam sepekan yang muncul dari sinyal teknikal yang sama pada grafik 8 jam.
Pada setiap kemunculannya, sinyal tersebut selalu mendorong pergerakan harga ke atas. Namun, setiap reli juga kembali tertahan di area resistansi yang sama. Pola ini memunculkan pertanyaan yang dapat dijawab melalui data on-chain, dan jawabannya akan menentukan apakah percobaan kali ini berakhir berbeda atau justru mengikuti dua upaya sebelumnya sebagai breakout yang kembali gagal.
Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin saat ini?

Pada 7 April 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $68,760 atau setara dengan Rp1.177.846.169, mengalami koreksi 0,21% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.168.240.659 dan harga tertingginya di Rp1.201.026.712.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp23.498 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 31% menjadi Rp765,33 triliun.
Baca juga: Altcoin Season Index Sentuh Level 32 Saat Ini, Mampukah Altcoin Kalahkan Bitcoin di 2026?
Harga Bitcoin terus membentuk rangkaian bullish divergence standar jangka pendek pada grafik 8 jam (6/4). Relative Strength Index (RSI), yaitu indikator momentum yang mengukur kecepatan dan arah perubahan harga, mencatat higher low pada setiap kejadian, sementara harga justru membentuk lower low. Pola ini umumnya menunjukkan tekanan jual yang mulai melemah dan kerap menjadi sinyal awal pembalikan arah.
Divergence pertama selesai terbentuk pada 31 Maret, dengan titik awal pada 3 Februari. Setelah itu, Bitcoin sempat menguat 4,83% sebelum pergerakannya tertahan. Divergence kedua selesai pada 3 April dan hanya menghasilkan kenaikan 1,47%, menjadikannya yang paling lemah di antara ketiganya.
Divergence ketiga selesai pada 5 April dan sejauh ini telah mendorong reli sebesar 4,24%, membawa harga kembali mendekati $69.192.

Ketiga reli tersebut memiliki satu kesamaan. Tidak satu pun yang mampu ditutup secara meyakinkan di atas level $69.182 pada grafik 8 jam, yaitu area tempat salah satu pantulan sebelumnya mulai kehilangan tenaga. Sinyalnya terus muncul, tetapi batas atas tersebut juga terus bertahan.
Per 6 April, harga Bitcoin berada sedikit di atas level tersebut dan sedang menguji apakah percobaan ketiga memiliki momentum yang cukup kuat untuk menembus area yang gagal dilewati pada dua percobaan sebelumnya. Jawabannya tidak hanya terletak pada pola grafik, tetapi juga pada siapa yang sedang membeli dan siapa yang sedang menjual di balik pergerakan pasar.
Alasan mengapa divergence tersebut belum mampu berubah menjadi reli yang berkelanjutan terlihat jelas dari dua data on-chain.
Yang pertama adalah konsentrasi whale. Jumlah entitas yang memegang 1.000 BTC atau lebih, yang kerap digunakan sebagai indikator untuk mengukur pemegang terbesar di pasar, sempat mencapai puncak di kisaran 1.281 pada pertengahan Maret. Namun, sejak saat itu jumlahnya terus menurun hingga menjadi 1.266 per 5 April. Penurunan sebanyak 15 wallet kategori whale dalam tiga pekan menunjukkan bahwa kekuatan beli terkonsentrasi yang biasanya mendorong breakout justru sedang menipis, bukan bertambah.
Penurunan ini bahkan bergerak lebih cepat setelah 29 Maret, bertepatan dengan periode ketika tiga divergence tersebut mulai terbentuk.

Faktor kedua adalah perilaku long-term holder. Indikator Long-Term Holder Net Position Change, yang melacak apakah investor dengan riwayat penyimpanan jangka panjang sedang menambah atau mengurangi eksposur, sempat mencapai puncak di 163.262 BTC sekitar 22 Maret. Pada 5 April, angkanya turun menjadi 87.038 BTC, atau melemah hampir 47%. Long-term holder memang belum menunjukkan tanda-tanda kapitulasi, tetapi tingkat keyakinan mereka jelas mulai berkurang.

UTXO Realized Price Distribution (URPD), yaitu metrik yang memetakan berapa banyak pasokan terakhir berpindah pada setiap level harga, menunjukkan hambatan struktural yang kini berada tepat di atas harga saat ini. Terdapat klaster suplai sebesar 1,7% di area harga sekarang, yakni di sekitar $69.422. Artinya, sebanyak 1,7% dari total suplai Bitcoin memiliki harga pokok di sekitar level tersebut, sehingga membentuk area potensial tekanan jual dari pelaku pasar yang ingin keluar di titik impas.
Baca juga: Harga Solana Tertekan Saat Tekanan Jual Meningkat, Akankah Penurunan SOL Berlanjut?

Meski begitu, dinamika klaster berubah cukup cepat setelah level itu terlewati. Pada $70.685, konsentrasi suplai turun menjadi 1,3%. Setelahnya, kepadatan klaster berkurang cukup signifikan hingga mendekati area $84.000, tempat zona suplai padat berikutnya muncul. Tantangan utamanya adalah menembus dinding pertama tersebut tanpa dukungan keyakinan dari whale dan long-term holder yang biasanya menjadi penopang utama breakout.
Grafik 8 jam (6/4) dengan swing yang telah terbentuk pada periode 17 Maret hingga 25 Maret menunjukkan seluruh level penting yang perlu diperhatikan pekan ini.
Hambatan terdekat berada di $69.920. Jika Bitcoin mampu ditutup di atas level tersebut pada grafik 8 jam, hal itu menandakan bahwa klaster suplai 1,7% di area harga saat ini tidak melepas asetnya ke reli yang sedang berlangsung. Ini akan menjadi perubahan penting dibanding pola yang terlihat pada dua divergence sebelumnya.
Apabila berhasil menembus $69.920, target berikutnya berada pada swing high di $71.956. Penutupan harga di atas level ini akan mengonfirmasi bahwa Bitcoin telah keluar dari kisaran pergerakan yang menahannya sejak akhir Maret.

Dari sisi bawah, $68.660 menjadi area support terdekat bagi BTC. Di bawah level itu, $66.624 telah berfungsi sebagai pijakan kuat dengan beberapa kali sentuhan sejak akhir Maret. Jika area ini ditembus, maka struktur pergerakan harga akan melemah cukup signifikan dan level $63.329 menjadi acuan berikutnya.
Penutupan bersih pada grafik 8 jam di atas $69.920 akan menjadi sinyal awal bahwa divergence kali ini berbeda dibanding dua percobaan sebelumnya. Sebaliknya, jika Bitcoin gagal bertahan di atas $66.624, hal itu mengindikasikan bahwa pelemahan on-chain telah sepenuhnya mengalahkan sinyal teknikal dan membuka peluang untuk kelanjutan pergerakan turun.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: