Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 23 Juni 2026: Dibuka Melemah ke Rp17.859 per Dolar AS

Di-update
June 23, 2026
Bagikan
Gambar Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 23 Juni 2026: Dibuka Melemah ke Rp17.859 per Dolar AS

Jakarta, Pintu News – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (23/6/2026) dibuka melemah ke level Rp17.859 per dolar AS, turun 16 poin atau sekitar 0,09% dari penutupan sebelumnya. Pelemahan ini melanjutkan tren yang sudah berlangsung sejak hari sebelumnya, di mana rupiah pada Senin (22/6/2026) ditutup di Rp17.843 setelah turun 0,22% atau 39 poin. Berbagai sentimen global dan domestik masih membayangi pergerakan mata uang Garuda hari ini.

Pergerakan Rupiah di Awal Sesi 23 Juni 2026

Berdasarkan data TradingView, pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, rupiah berada di Rp17.859 per dolar AS dengan indeks dolar AS (DXY) yang menguat tipis ke level 101,02. Dalam rentang intraday, perkiraan pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp17.840 hingga Rp17.890 per dolar AS, sesuai proyeksi sejumlah analis.

Di pasar Asia, pergerakan mata uang terpantau bervariasi. Yen Jepang sedikit terdepresiasi sebesar 0,01%, sementara rupee India melemah lebih dalam di 0,37%. Sebaliknya, ringgit Malaysia justru menguat 0,31% dan yuan China terapresiasi 0,03% terhadap dolar AS, mencerminkan respons yang berbeda-beda terhadap sentimen global yang sedang berkembang.

Sentimen Global: Geopolitik AS-Iran dan Data Ekonomi AS

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa salah satu faktor utama penekan rupiah saat ini adalah dinamika geopolitik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan aksi militer tambahan terhadap Iran kecuali kelompok Hizbullah yang beroperasi di Lebanon dikendalikan.

Meski demikian, ketegangan sedikit mereda setelah pembicaraan AS-Iran di Swiss menghasilkan nota kesepahaman untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Iran juga dikabarkan mendapatkan pengecualian untuk ekspor minyak dan petrokimia, yang menekan harga minyak mentah dan mengurangi sebagian kekhawatiran pasar terkait risiko pasokan energi global.

Baca juga: “Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 22 Juni 2026“

Selain geopolitik, pasar kini menantikan data ekonomi AS kuartal pertama 2026 dan angka Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), yang menjadi acuan utama Federal Reserve dalam menentukan arah suku bunga. Kebijakan moneter bank sentral AS di bawah pimpinan barunya turut menjadi perhatian pelaku pasar global, termasuk investor di pasar valuta asing Indonesia.

Grafik nilai tukar mata uang forex
Pergerakan nilai tukar mata uang di pasar forex global. Sumber: Pexels / Pexels License

Faktor Domestik: Inflasi BBM dan Risiko El Nino

Dari sisi dalam negeri, pergerakan rupiah turut dipengaruhi oleh sejumlah risiko fundamental. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, terutama kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Turbo, akan memberikan andil terhadap peningkatan inflasi nasional. Tekanan ini dikenal sebagai imported inflation, yakni transmisi harga komoditas global ke dalam harga domestik, yang secara langsung berdampak pada kelompok administered prices.

Selain itu, ancaman cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino diperkirakan akan melanda Indonesia pada akhir Juni hingga Oktober atau November 2026. Fenomena ini berpotensi mengganggu produksi pangan nasional dan mendorong tekanan pada kelompok volatile food, yang pada akhirnya bisa meningkatkan inflasi secara lebih luas dan memperlemah daya beli masyarakat.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah pada perdagangan Selasa (23/6/2026) berpotensi kembali ditutup melemah, dengan kisaran pergerakan di Rp17.840 hingga Rp17.890 per dolar AS. Proyeksi ini mempertimbangkan kombinasi antara tekanan eksternal dari geopolitik dan data ekonomi AS, serta faktor risiko domestik berupa inflasi dan potensi gangguan cuaca.

Pelaku pasar dan investor disarankan untuk terus memantau perkembangan negosiasi AS-Iran, data PCE AS yang akan dirilis dalam waktu dekat, serta kebijakan Bank Indonesia terkait stabilisasi nilai tukar rupiah. BI selama ini aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas rupiah agar tetap dalam batas yang terkendali.

Uang kertas dolar AS dan rupiah Indonesia
Uang kertas dolar AS dan rupiah Indonesia. Sumber: Pexels / Pexels License

Baca juga: “Cara Beli Tether (USDT), Jual dan Menukarnya ke Rupiah di Pintu“

Alternatif Lindung Nilai Aset Melalui Stablecoin di Pintu

Fluktuasi mata uang fiat yang terus bergerak membuat penyimpanan aset dalam bentuk dolar menjadi salah satu opsi diversifikasi. Kini semakin mudah dilakukan berkat kehadiran aset crypto berjenis stablecoin. Proses penukaran pun menjadi lebih praktis dan efisien tanpa perlu mengunjungi money changer secara fisik.

Melalui aplikasi Pintu, tersedia akses untuk berinvestasi pada stablecoin yang nilainya dipatok 1:1 dengan Dolar AS, seperti Tether (USDT), USD Coin (USDC).

Selain menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi, penyimpanan USDT atau USDC di platform Pintu juga memberikan peluang keuntungan tambahan melalui fitur Earn.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->