Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 22 Juni 2026

Di-update
June 22, 2026
Bagikan
Gambar Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 22 Juni 2026

Jakarta, Pintu News – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin, 22 Juni 2026 berada di kisaran Rp17.780 hingga Rp17.855 per dolar AS, melanjutkan tekanan dari pekan lalu yang dipicu sinyal hawkish Federal Reserve (The Fed) pasca rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pertengahan Juni. Pelemahan ini menempatkan rupiah di dekat level tertinggi dolar AS sejak lebih dari setahun terakhir.

Rentang Perdagangan dan Kurs Acuan

Berdasarkan data pasar valas, rupiah dibuka pada level Rp17.840 per dolar AS pada Senin pagi ini, dengan rentang intraday antara Rp17.780 hingga Rp17.855. Sebagai referensi, JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) Bank Indonesia pada Kamis, 18 Juni 2026 tercatat di Rp17.826 per dolar AS, naik dari Rp17.753 pada 17 Juni 2026.

Berikut ringkasan pergerakan kurs rupiah dalam sepekan terakhir:

  • 17 Juni 2026: Rp17.753 per USD (JISDOR BI)
  • 18 Juni 2026: Rp17.826 per USD (JISDOR BI)
  • 19 Juni 2026: Rp17.845 per USD (pasar spot)
  • 22 Juni 2026 (pagi): Rp17.780–Rp17.855 per USD (intraday)

Faktor Pemicu: Sinyal Hawkish FOMC dan Inflasi AS

Tekanan utama terhadap rupiah datang dari pertemuan FOMC 17 Juni 2026 yang menghasilkan dot plot dengan proyeksi suku bunga median 3,8% untuk akhir 2026—lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya di rentang 3,25–3,75%. Sebanyak 9 dari 18 pejabat Fed mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut sepanjang sisa 2026.

Inflasi AS yang diukur melalui Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index kini diproyeksikan mencapai 3,6% pada akhir 2026, jauh di atas target 2% The Fed. Kondisi ini memaksa pasar mempricing ulang ekspektasi suku bunga, memperkuat dolar AS secara global.

“Rupiah melemah seiring meningkatnya prospek kenaikan suku bunga The Fed. Indeks dolar AS menguat ke level tertinggi dalam lebih dari setahun, menekan hampir seluruh mata uang Asia,” demikian dilaporkan Antara News.

Respons Bank Indonesia

rupiah hari ini
Sumber: Bloomberg

Merespons tekanan eksternal ini, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%, melanjutkan serangkaian pengetatan moneter dengan kenaikan kumulatif 100 bps dalam empat minggu terakhir. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya tarik aset rupiah bagi investor asing sekaligus mengendalikan tekanan inflasi domestik.

BI juga terus melakukan intervensi di pasar valas dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak terlalu volatile.

Faktor Domestik yang Turut Menekan

Selain faktor global, sejumlah faktor domestik ikut berkontribusi pada pelemahan rupiah:

  • Defisit neraca transaksi berjalan yang melebar akibat tingginya impor barang modal untuk proyek infrastruktur.
  • Tekanan inflasi domestik yang belum sepenuhnya terkendali, mendorong spekulasi pengetatan moneter lebih lanjut.
  • Arus keluar modal asing (capital outflow) dari pasar obligasi dan saham Indonesia, seiring investor global lebih memilih aset dolar AS berbunga tinggi.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->