
Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin pada Kamis, 16 Juli 2026 pagi waktu Indonesia Barat bertahan di kisaran US$64.700, tidak banyak berubah dibandingkan penutupan malam sebelumnya. Berdasarkan data Kompas yang mengacu pada pasar spot, BTC diperdagangkan di angka US$64.724,78, turun tipis 0,30 persen dalam 24 jam terakhir namun masih mencatatkan kenaikan 4,04 persen dalam sepekan. Kapitalisasi pasar Bitcoin hari ini tercatat sekitar US$1,29 triliun.
Data dari CoinDesk menunjukkan harga yang sedikit lebih tinggi, yaitu US$65.049,10 pada penutupan perdagangan Rabu waktu Amerika Serikat, dengan volume transaksi 24 jam mencapai lebih dari US$13,3 miliar. Sementara itu, CoinGecko mencatat BTC berada di level US$64.973, naik 3,70 persen dalam 24 jam dan 3,50 persen dalam sepekan. Perbedaan angka di antara sumber data ini wajar terjadi karena setiap platform mengambil sampel harga pada waktu dan bursa yang berbeda.

Pergerakan BTC pada pekan ini cukup fluktuatif. Setelah sempat anjlok ke US$62.300 pada 14 Juli 2026 akibat kenaikan harga minyak dan eskalasi tensi di Timur Tengah, Bitcoin berhasil pulih dan menembus kembali level US$64.700 pada 15 Juli 2026. Kenaikan tersebut didorong oleh rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan pasar.
Baca juga: “Harga Bitcoin Hari Ini 15 Juli 2026: BTC Naik ke US$64.700“
Menurut analis crypto Markus Levin, salah satu pendiri XYO, reaksi pasar terhadap data inflasi terbaru menunjukkan bahwa investor kini lebih selektif dalam menafsirkan sinyal makroekonomi. Ia menyebutkan bahwa penurunan inflasi memang mengurangi tekanan pada aset berisiko, namun pelaku pasar tidak lagi berasumsi bahwa setiap data inflasi yang positif otomatis akan memicu pemangkasan suku bunga atau rekor harga baru.
Setelah rilis data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve di platform prediksi Polymarket sempat anjlok dari 34 persen menjadi 6,7 persen. Alat pemantau CME FedWatch bahkan menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga hanya di kisaran 14,4 persen untuk periode mendatang.
Meski begitu, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan bahwa satu laporan inflasi yang positif belum cukup untuk menyatakan kemenangan atas tekanan harga. Kebijakan suku bunga bank sentral AS masih akan bergantung pada data ekonomi lanjutan, termasuk data harga produsen dan data pengeluaran konsumen pribadi yang dijadwalkan rilis pada akhir bulan ini. Kondisi ini membuat pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh sentimen makro yang berubah cepat.
Selain faktor inflasi, harga minyak mentah dunia turut menjadi perhatian pelaku pasar crypto. Harga minyak Brent naik di atas US$85 per barel setelah Iran mengancam akan menghambat jalur ekspor energi di kawasan Timur Tengah, menyusul kembalinya blokade Amerika Serikat terhadap sejumlah pelabuhan Iran. Ketegangan geopolitik semacam ini biasanya membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Bank sentral Eropa pun disebut kemungkinan besar tidak akan memangkas suku bunga pada bulan Juli ini, seiring risiko inflasi yang masih tinggi akibat kenaikan harga energi. Sejumlah analis menilai arah pergerakan Bitcoin ke depan akan lebih ditentukan oleh dinamika harga minyak dan perkembangan geopolitik ketimbang keputusan suku bunga jangka pendek.
Di tengah ketidakpastian tersebut, produk exchange traded fund (ETF) spot Bitcoin di Amerika Serikat justru mencatatkan aliran dana masuk yang positif dalam sepekan terakhir, setelah sebelumnya sempat mengalami arus keluar dalam jumlah besar pada awal Juli 2026. Salah satu produk ETF Bitcoin tercatat menerima inflow sekitar US$139 juta dalam satu hari perdagangan, sementara ETF berbasis Ethereum juga mencatatkan aliran dana masuk puluhan juta dolar AS.
Baca juga: “Inflasi AS Turun Tajam, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) Malah Melonjak?“
Pemulihan minat institusional ini menjadi salah satu indikator bahwa permintaan jangka panjang terhadap Bitcoin masih terjaga, meskipun harga sempat berfluktuasi cukup tajam dalam beberapa hari terakhir. Selain faktor ETF, perkembangan regulasi di sejumlah negara turut menjadi perhatian pasar. Jepang misalnya baru saja mereklasifikasi aset kripto sebagai aset finansial dan memangkas beban pajak yang berlaku bagi investor kripto di negara tersebut.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi