5 Bank Besar Ini Raup $49 Miliar dalam Satu Kuartal, JPMorgan Masuk dalam List?

Di-update
July 16, 2026
Bagikan
Gambar 5 Bank Besar Ini Raup $49 Miliar dalam Satu Kuartal, JPMorgan Masuk dalam List?

Jakarta, Pintu News – Lima bank terbesar Amerika Serikat baru saja mencetak rekor laba fantastis, mengumpulkan total $49 miliar hanya dalam satu kuartal. Angka ini menegaskan betapa kuatnya posisi bank-bank besar dalam mengendalikan infrastruktur keuangan global.

Sementara dunia kripto berambisi menggantikan peran mereka, justru bank-bank ini yang semakin mendominasi jalur utama pergerakan uang. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: mampukah teknologi blockchain benar-benar menantang dominasi para raksasa finansial ini?

Dominasi Bank Besar: Laba Fantastis dari Infrastruktur Keuangan

JPMorgan Chase mencatatkan laba $21,2 miliar, naik 41% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong lonjakan pendapatan perdagangan saham hingga 86% menjadi $6,03 miliar. Goldman Sachs juga mencetak sejarah dengan laba bersih $6,63 miliar dan pendapatan $20,34 miliar, didukung lonjakan fee investment banking hingga 55%.

Bank of America, Wells Fargo, dan Citigroup pun tak kalah impresif, masing-masing membukukan laba $9,1 miliar, $6,4 miliar, dan $5,8 miliar. Sumber utama keuntungan mereka bukan dari pinjaman konvensional, melainkan dari aktivitas trading, underwriting, dan kepemilikan saham di jaringan pembayaran seperti Visa.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa bank yang menguasai “rel keuangan”—seperti platform trading, layanan kustodian, dan jaringan pembayaran—mampu memungut “toll fee” setiap kali uang berpindah tangan. Pendapatan dari aktivitas ini melonjak seiring tingginya volume transaksi, berbeda dengan keuntungan dari pinjaman yang sangat bergantung pada suku bunga.

Contohnya, JPMorgan meraup keuntungan $4,6 miliar hanya dari kepemilikan saham Visa, yang sejak IPO tahun 2008 terus memberikan imbal hasil bagi para pemiliknya. Fenomena ini menegaskan bahwa kepemilikan infrastruktur keuangan jauh lebih menguntungkan dibanding sekadar menjual produk keuangan.

Implikasi Besar untuk Dunia Crypto: Siapa Penguasa Rel Uang Berikutnya?

Bagi investor aset kripto, rekor laba bank menjadi sinyal penting terkait likuiditas pasar. Pendapatan trading yang tinggi menandakan pasar yang dalam dan selera risiko yang sehat, kondisi yang biasanya mendukung pergerakan harga Bitcoin , Ethereum , dan aset digital lainnya. Sejak peluncuran ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat pada Januari 2024, pasar kripto semakin terintegrasi dengan arus modal institusi besar.

Stabilitas ekonomi makro dan konsumsi masyarakat yang kuat menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan aset berisiko seperti kripto. Konsep “rel keuangan” kini mulai diadopsi oleh teknologi blockchain melalui stablecoin seperti Tether dan USD Coin , yang menawarkan transfer nilai 24 jam dengan biaya rendah.

Setelah disahkannya GENIUS Act pada Juli 2025, penerbit stablecoin seperti Circle dan Paxos memperoleh regulasi federal, membuka jalan bagi stablecoin menjadi infrastruktur pembayaran masa depan. Namun, riset terbaru dari BeInCrypto mengungkapkan bahwa lebih dari 56% pasar tokenisasi masih minim aktivitas on-chain, menandakan adopsi massal masih dalam tahap awal.

Bank dan Blockchain: Persaingan Membangun Infrastruktur Finansial Masa Depan

Bank-bank besar tidak tinggal diam menghadapi ancaman dari teknologi blockchain. JPMorgan melalui unit blockchain Kinexys telah memproses transaksi lebih dari $4 triliun sejak diluncurkan, dengan rata-rata volume harian di atas $7 miliar. Token deposit JPMD milik JPMorgan kini bahkan sudah dapat diselesaikan di jaringan publik Ethereum (ETH) melalui Base.

Selain itu, institusi global seperti BlackRock dan HSBC juga mulai terlibat dalam proyek tokenisasi aset di Inggris, yang diprediksi dapat menambah output ekonomi hingga $44 miliar per tahun pada 2035. Sementara itu, adopsi Bitcoin (BTC) oleh perbankan besar terus meningkat, dengan indeks MicroStrategy menunjukkan tingkat adopsi mencapai 32%.

Persaingan antara bank, penerbit stablecoin, dan blockchain publik untuk membangun “rel keuangan” generasi berikutnya semakin memanas. Siapa yang berhasil menguasai infrastruktur ini akan menjadi penentu utama arus uang global di masa depan, baik di dunia keuangan tradisional maupun ekosistem kripto.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Topik
#TradFi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->