Apa itu Letter of Credit (L/C)? Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Di-update
August 29, 2026
Bagikan
Gambar Apa itu Letter of Credit (L/C)? Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Jakarta, Pintu News – Bagi pelaku bisnis yang aktif melakukan transaksi ekspor impor, letter of credit adalah salah satu instrumen pembayaran yang paling sering digunakan untuk menjaga keamanan transaksi lintas negara. Instrumen ini melibatkan bank sebagai pihak penjamin sehingga eksportir dan importir sama-sama mendapat kepastian bahwa kewajiban masing-masing akan dipenuhi. Artikel ini akan membahas pengertian, jenis, pihak yang terlibat, hingga cara kerja letter of credit secara lengkap.

Apa Itu Letter of Credit (L/C)?

Secara sederhana, letter of credit adalah surat jaminan pembayaran yang diterbitkan oleh bank atas permintaan importir (pembeli) untuk menjamin bahwa eksportir (penjual) akan menerima pembayaran sepanjang dokumen dan persyaratan yang disepakati telah dipenuhi. Dengan kata lain, bank bertindak sebagai perantara yang menanggung risiko pembayaran, sehingga kedua belah pihak tidak perlu saling mengandalkan kepercayaan penuh terhadap mitra dagang yang berada di negara berbeda.

Instrumen ini banyak digunakan dalam transaksi perdagangan internasional karena karakteristik transaksi lintas negara yang rentan terhadap risiko gagal bayar, perbedaan regulasi, hingga fluktuasi nilai tukar. Dengan adanya jaminan dari bank, eksportir dapat mengirim barang dengan lebih tenang, sementara importir memperoleh kepastian bahwa barang akan dikirim sesuai kontrak sebelum dana benar-benar dicairkan.

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Letter of Credit

Ada beberapa pihak yang biasanya terlibat dalam skema letter of credit, yaitu:

  • Applicant (Importir): pihak yang mengajukan permohonan penerbitan L/C ke bank karena ingin membeli barang dari luar negeri.
  • Beneficiary (Eksportir): pihak penjual atau penerima manfaat yang akan menerima pembayaran setelah dokumen pengiriman diverifikasi.
  • Issuing Bank: bank yang menerbitkan L/C atas permintaan importir dan bertanggung jawab melakukan pembayaran kepada eksportir.
  • Advising Bank: bank penerus di negara eksportir yang meneruskan L/C dan memverifikasi keasliannya kepada beneficiary.
  • Paying/Negotiating Bank: bank yang memproses pencairan dana kepada eksportir setelah dokumen dinyatakan sesuai.

Koordinasi antar pihak ini yang membuat proses letter of credit relatif panjang dibandingkan metode pembayaran biasa, namun risiko yang ditanggung masing-masing pihak menjadi jauh lebih terukur.

Baca juga: “Cara Manajemen Keuangan Perusahaan Lebih Efisien dengan USDT/Stablecoin

Jenis-Jenis Letter of Credit

Terdapat beberapa jenis letter of credit yang digunakan sesuai kebutuhan transaksi, di antaranya:

  • Irrevocable L/C: jenis yang paling umum digunakan karena tidak dapat dibatalkan atau diubah secara sepihak tanpa persetujuan semua pihak, sehingga memberi rasa aman lebih tinggi bagi eksportir.
  • Revocable L/C: dapat diubah atau dibatalkan sewaktu-waktu oleh issuing bank tanpa perlu persetujuan eksportir, sehingga jarang dipakai dalam praktik karena risikonya lebih tinggi.
  • Sight L/C: pembayaran dilakukan segera setelah dokumen yang diajukan eksportir dinyatakan sesuai dengan syarat L/C.
  • Usance L/C: memberikan tenggat waktu pembayaran tertentu kepada importir setelah dokumen diterima, sehingga menguntungkan arus kas pembeli.
  • Standby L/C: berfungsi sebagai jaminan cadangan yang baru dicairkan apabila importir gagal memenuhi kewajiban pembayaran sesuai kontrak.
  • Transferable L/C: memungkinkan eksportir mengalihkan sebagian atau seluruh haknya kepada pihak ketiga, misalnya pemasok bahan baku.

Memilih Jenis L/C yang Tepat

Pemilihan jenis letter of credit biasanya disesuaikan dengan tingkat kepercayaan antar mitra dagang, nilai transaksi, serta kompleksitas rantai pasokan. Transaksi bernilai besar dengan mitra baru umumnya lebih aman menggunakan irrevocable L/C, sementara transaksi berulang dengan mitra lama bisa memakai skema yang lebih fleksibel seperti usance L/C.

Cara Kerja Letter of Credit dalam Perdagangan Internasional

Secara umum, mekanisme letter of credit berjalan melalui beberapa tahap berikut:

  1. Eksportir dan importir menyepakati kontrak jual beli, termasuk metode pembayaran menggunakan L/C.
  2. Importir mengajukan permohonan penerbitan L/C ke issuing bank dengan melampirkan kontrak dan dokumen pendukung.
  3. Issuing bank menerbitkan L/C dan mengirimkannya ke advising bank di negara eksportir.
  4. Advising bank memverifikasi keaslian L/C lalu meneruskannya kepada eksportir.
  5. Eksportir mengirim barang sesuai kontrak dan menyiapkan dokumen pengiriman seperti bill of lading, invoice, dan packing list.
  6. Eksportir menyerahkan dokumen tersebut kepada advising bank atau negotiating bank untuk diverifikasi.
  7. Jika dokumen dinyatakan sesuai, bank mencairkan pembayaran kepada eksportir.
  8. Issuing bank mengganti dana kepada advising bank, lalu menagih pembayaran dari importir sesuai kesepakatan awal.
Proses tanda tangan dokumen kontrak dalam transaksi letter of credit.
Penandatanganan dokumen kontrak sebagai bagian dari proses letter of credit. Sumber: cottonbro studio via Pexels / Pexels License

Kelebihan dan Kekurangan Letter of Credit

Sama seperti instrumen keuangan lainnya, letter of credit adalah alat pembayaran yang punya sejumlah kelebihan sekaligus keterbatasan yang perlu dipertimbangkan oleh pelaku usaha sebelum menggunakannya.

Dari sisi kelebihan, letter of credit memberikan kepastian pembayaran bagi eksportir, memastikan barang dikirim sesuai kontrak bagi importir, meningkatkan transparansi transaksi, serta membantu mengurangi risiko penipuan dalam perdagangan internasional. Skema ini juga membuka akses pembiayaan tambahan karena bank yang terlibat memiliki catatan transaksi yang jelas.

Sementara itu, kekurangan letter of credit terletak pada biaya administrasi yang harus ditanggung, baik oleh importir maupun eksportir, serta proses dokumentasi yang cenderung panjang dan rumit. Bank yang menerbitkan L/C juga umumnya hanya memeriksa kesesuaian dokumen, bukan kondisi fisik barang, sehingga tetap ada celah risiko terkait kualitas barang yang dikirim.

Baca juga: “USDT vs. USDC: Siapa Raja Stablecoin di Indonesia?

Pertanyaan Umum tentang Letter of Credit

Apa fungsi utama letter of credit?

Fungsi utamanya adalah menjamin keamanan pembayaran dalam transaksi ekspor impor, sehingga eksportir tetap menerima pembayaran dan importir tetap menerima barang sesuai kontrak yang disepakati.

Siapa yang membayar biaya letter of credit?

Biaya penerbitan L/C umumnya ditanggung oleh importir sebagai pihak yang mengajukan permohonan, meskipun sebagian biaya lain seperti biaya negosiasi dokumen bisa dibebankan kepada eksportir sesuai kesepakatan.

Apa perbedaan letter of credit dengan transfer bank biasa?

Transfer bank biasa tidak melibatkan jaminan dari bank atas pemenuhan kontrak, sedangkan letter of credit melibatkan verifikasi dokumen oleh bank sebelum dana dicairkan, sehingga risikonya lebih terkendali untuk transaksi internasional bernilai besar.

Apakah letter of credit hanya digunakan untuk perdagangan besar?

Letter of credit paling umum digunakan untuk transaksi ekspor impor bernilai signifikan, namun pelaku usaha kecil dan menengah yang mulai merambah pasar internasional juga bisa memanfaatkannya untuk membangun kepercayaan dengan mitra baru.

Berapa lama proses penerbitan letter of credit?

Lama proses bervariasi tergantung kelengkapan dokumen dan kebijakan masing-masing bank, namun umumnya berkisar antara beberapa hari hingga dua minggu sejak permohonan diajukan sampai L/C diterbitkan.

Penggunaan Letter of Credit (L/C) dalam trade finance seringkali melibatkan birokrasi perbankan yang panjang, biaya penerbitan yang tinggi, dan waktu penyelesaian yang lambat. Sebagai alternatif, pemanfaatan stablecoin seperti USDT kini menawarkan solusi penyelesaian transaksi perdagangan internasional yang jauh lebih cepat, transparan, dan hemat biaya dibandingkan mekanisme L/C konvensional.

Pintu Institutional hadir menyediakan infrastruktur perdagangan aset digital berstandar institusi yang aman, berbiaya rendah, dan sepenuhnya diawasi oleh OJK. Akses layanan Pintu Institutional sekarang untuk mulai memanfaatkan stablecoin sebagai alternatif trade finance dan settlement lintas negara yang lebih efisien bagi perusahaan.


Cek Tentang Pintu Institutional di Sini!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Topik

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->