
Jakarta, Pintu News – Bagi pelaku bisnis yang aktif melakukan transaksi ekspor impor, letter of credit adalah salah satu instrumen pembayaran yang paling sering digunakan untuk menjaga keamanan transaksi lintas negara. Instrumen ini melibatkan bank sebagai pihak penjamin sehingga eksportir dan importir sama-sama mendapat kepastian bahwa kewajiban masing-masing akan dipenuhi. Artikel ini akan membahas pengertian, jenis, pihak yang terlibat, hingga cara kerja letter of credit secara lengkap.
Secara sederhana, letter of credit adalah surat jaminan pembayaran yang diterbitkan oleh bank atas permintaan importir (pembeli) untuk menjamin bahwa eksportir (penjual) akan menerima pembayaran sepanjang dokumen dan persyaratan yang disepakati telah dipenuhi. Dengan kata lain, bank bertindak sebagai perantara yang menanggung risiko pembayaran, sehingga kedua belah pihak tidak perlu saling mengandalkan kepercayaan penuh terhadap mitra dagang yang berada di negara berbeda.
Instrumen ini banyak digunakan dalam transaksi perdagangan internasional karena karakteristik transaksi lintas negara yang rentan terhadap risiko gagal bayar, perbedaan regulasi, hingga fluktuasi nilai tukar. Dengan adanya jaminan dari bank, eksportir dapat mengirim barang dengan lebih tenang, sementara importir memperoleh kepastian bahwa barang akan dikirim sesuai kontrak sebelum dana benar-benar dicairkan.
Ada beberapa pihak yang biasanya terlibat dalam skema letter of credit, yaitu:
Koordinasi antar pihak ini yang membuat proses letter of credit relatif panjang dibandingkan metode pembayaran biasa, namun risiko yang ditanggung masing-masing pihak menjadi jauh lebih terukur.
Baca juga: “Cara Manajemen Keuangan Perusahaan Lebih Efisien dengan USDT/Stablecoin“
Terdapat beberapa jenis letter of credit yang digunakan sesuai kebutuhan transaksi, di antaranya:
Pemilihan jenis letter of credit biasanya disesuaikan dengan tingkat kepercayaan antar mitra dagang, nilai transaksi, serta kompleksitas rantai pasokan. Transaksi bernilai besar dengan mitra baru umumnya lebih aman menggunakan irrevocable L/C, sementara transaksi berulang dengan mitra lama bisa memakai skema yang lebih fleksibel seperti usance L/C.
Secara umum, mekanisme letter of credit berjalan melalui beberapa tahap berikut:

Sama seperti instrumen keuangan lainnya, letter of credit adalah alat pembayaran yang punya sejumlah kelebihan sekaligus keterbatasan yang perlu dipertimbangkan oleh pelaku usaha sebelum menggunakannya.
Dari sisi kelebihan, letter of credit memberikan kepastian pembayaran bagi eksportir, memastikan barang dikirim sesuai kontrak bagi importir, meningkatkan transparansi transaksi, serta membantu mengurangi risiko penipuan dalam perdagangan internasional. Skema ini juga membuka akses pembiayaan tambahan karena bank yang terlibat memiliki catatan transaksi yang jelas.
Sementara itu, kekurangan letter of credit terletak pada biaya administrasi yang harus ditanggung, baik oleh importir maupun eksportir, serta proses dokumentasi yang cenderung panjang dan rumit. Bank yang menerbitkan L/C juga umumnya hanya memeriksa kesesuaian dokumen, bukan kondisi fisik barang, sehingga tetap ada celah risiko terkait kualitas barang yang dikirim.
Baca juga: “USDT vs. USDC: Siapa Raja Stablecoin di Indonesia?“
Fungsi utamanya adalah menjamin keamanan pembayaran dalam transaksi ekspor impor, sehingga eksportir tetap menerima pembayaran dan importir tetap menerima barang sesuai kontrak yang disepakati.
Biaya penerbitan L/C umumnya ditanggung oleh importir sebagai pihak yang mengajukan permohonan, meskipun sebagian biaya lain seperti biaya negosiasi dokumen bisa dibebankan kepada eksportir sesuai kesepakatan.
Transfer bank biasa tidak melibatkan jaminan dari bank atas pemenuhan kontrak, sedangkan letter of credit melibatkan verifikasi dokumen oleh bank sebelum dana dicairkan, sehingga risikonya lebih terkendali untuk transaksi internasional bernilai besar.
Letter of credit paling umum digunakan untuk transaksi ekspor impor bernilai signifikan, namun pelaku usaha kecil dan menengah yang mulai merambah pasar internasional juga bisa memanfaatkannya untuk membangun kepercayaan dengan mitra baru.
Lama proses bervariasi tergantung kelengkapan dokumen dan kebijakan masing-masing bank, namun umumnya berkisar antara beberapa hari hingga dua minggu sejak permohonan diajukan sampai L/C diterbitkan.
Penggunaan Letter of Credit (L/C) dalam trade finance seringkali melibatkan birokrasi perbankan yang panjang, biaya penerbitan yang tinggi, dan waktu penyelesaian yang lambat. Sebagai alternatif, pemanfaatan stablecoin seperti USDT kini menawarkan solusi penyelesaian transaksi perdagangan internasional yang jauh lebih cepat, transparan, dan hemat biaya dibandingkan mekanisme L/C konvensional.

Pintu Institutional hadir menyediakan infrastruktur perdagangan aset digital berstandar institusi yang aman, berbiaya rendah, dan sepenuhnya diawasi oleh OJK. Akses layanan Pintu Institutional sekarang untuk mulai memanfaatkan stablecoin sebagai alternatif trade finance dan settlement lintas negara yang lebih efisien bagi perusahaan.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi