
Jakarta, Pintu News – Wall Street akan segera memperoleh kapasitas pinjaman baru sebesar $2,6 triliun menyusul kebijakan deregulasi perbankan dari pemerintahan Presiden Donald Trump.
Menurut laporan dari konsultan Alvarez & Marsal, pelonggaran aturan modal pasca-krisis finansial 2008 akan membebaskan sekitar $140 miliar dana yang sebelumnya terkunci, memungkinkan bank-bank besar AS meningkatkan ekspansi bisnis, termasuk pembiayaan AI, infrastruktur, hingga pasar crypto.
Salah satu bank yang paling diuntungkan dari kebijakan ini adalah JPMorgan Chase, yang diperkirakan dapat melepaskan hingga $39 miliar dari neraca keuangan mereka. Efek langsungnya diproyeksi meningkatkan:
Kenaikan ini membuka ruang lebih luas bagi JPMorgan untuk menyalurkan kredit dan investasi di sektor strategis, termasuk pembiayaan berbasis teknologi tinggi.
Baca Juga: 5 Meme Coin yang Diprediksi Meledak Setelah Bitcoin Tembus $125.000

Meski kebijakan ini menuai kontroversi secara global, Federal Reserve dan regulator keuangan AS lainnya justru mendukung pelonggaran aturan modal. Michelle Bowman, wakil ketua pengawas Fed, mengatakan bahwa standar ketat selama satu dekade terakhir justru telah “mendorong kredit keluar dari sistem perbankan tradisional”.
Namun, pendekatan ini bertolak belakang dengan Uni Eropa dan Swiss, yang justru berencana:
Fernando de la Mora, analis dari Alvarez & Marsal, menyebutkan bahwa deregulasi ini akan mempercepat pergeseran pangsa pasar global ke tangan bank-bank Amerika Serikat, karena fleksibilitas pembiayaan yang lebih besar.
“Dengan lebih sedikit batasan dan dana besar yang dibebaskan, Wall Street akan kembali mendominasi,” jelasnya.
Sementara itu, Inggris diperkirakan akan menurunkan persyaratan modal sebesar 8% demi tetap kompetitif. Ini menandai divergensi kebijakan regulasi global yang dapat mengubah lanskap keuangan internasional dalam beberapa tahun ke depan.
Kelonggaran ini juga dinilai datang pada waktu yang tepat. Huw van Steenis dari Oliver Wyman menyebut bahwa AS sedang berada dalam fase booming investasi modal, khususnya di bidang:
Dengan kapasitas pinjaman baru, bank diharapkan bisa mengucurkan dana ke sektor-sektor tersebut, mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Meski potensial dari sisi pertumbuhan, kebijakan ini tidak lepas dari kritik. Christine Lagarde, Presiden European Central Bank (ECB), memperingatkan bahwa rollback regulasi bisa mengancam stabilitas keuangan global.
Andrew Bailey, Gubernur Bank of England, juga menyerukan kehati-hatian, agar jangan sampai “membuang air bersama bayinya” — sebuah metafora untuk menghindari kehilangan perlindungan penting hanya demi efisiensi jangka pendek.
Dengan deregulasi besar-besaran ini, Wall Street kembali memegang kendali atas pertumbuhan global, dengan kapasitas pinjaman baru senilai Rp43 ribu triliun (jika dikonversi dari $2,6 triliun dengan kurs Rp16.585/USD). Namun, pertanyaannya kini bukan hanya soal seberapa besar dana tersedia, tetapi juga ke mana dan bagaimana dana itu akan disalurkan.
Baca Juga: Prediksi Mengejutkan Harga Uniswap (UNI) Hingga 2030 Menurut CoinCodex!
Ikuti kami di target="_blank" rel="noreferrer noopener" href="https://news.google.com/u/2/publications/CAAqBwgKMKXoywsw1YPjAw?hl=id&gl=ID&ceid=ID%3Aid">Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga bitcoin hari ini, harga solana hari ini, pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.