
Jakarta, Pintu News – Di tengah fluktuasi pasar crypto yang tinggi, banyak investor mulai beralih dari hype sesaat ke pendekatan yang lebih rasional: analisis fundamental berbasis AI. Model AI ini menganalisis berbagai data — mulai dari utilitas jaringan, aktivitas developer, rasio valuasi terhadap pendapatan on-chain, hingga tingkat partisipasi komunitas.
Menariknya, sejumlah altcoin saat ini dinilai undervalued alias bernilai lebih rendah dari potensi nyatanya, berdasarkan sinyal yang ditangkap model AI fundamental. Artinya, ada kemungkinan altcoin ini bisa meledak ketika pasar mulai menyadari nilainya.
Berikut 5 altcoin yang dinilai masih murah oleh model AI berbasis fundamental:

Model AI menilai Algorand sebagai proyek dengan rasio kapitalisasi pasar terhadap utilitas jaringan yang sangat rendah.
Algorand menawarkan solusi blockchain dengan kecepatan tinggi, biaya murah, dan sudah digunakan untuk proyek CBDC dan tokenisasi aset di berbagai negara.
Meskipun adopsinya meningkat, harganya justru stagnan. Ini menjadikan ALGO sebagai salah satu altcoin tangguh yang masih undervalued menurut data on-chain.
Baca Juga: 5 Prediksi Mengejutkan Ethereum (ETH) dari Robert Kiyosaki yang Bikin Crypto Diburu Whale

Arbitrum adalah jaringan Layer-2 Ethereum yang mendominasi volume transaksi DeFi, namun nilai kapitalisasi pasarnya belum mencerminkan kontribusinya.
Model AI mendeteksi bahwa TVL (Total Value Locked) dan jumlah kontrak pintar aktif di Arbitrum jauh lebih tinggi dibanding altcoin sekelasnya.
Dengan peningkatan integrasi ke platform besar, ARB berpotensi melonjak ketika valuasi pasar mulai menyesuaikan diri dengan fundamental.

Ocean Protocol menyediakan infrastruktur bagi ekonomi data terdesentralisasi — sektor yang diprediksi tumbuh eksponensial berkat AI & Web3.
Model AI menyimpulkan bahwa metrik partisipasi developer, jumlah mitra korporat, dan proposal komunitas di Ocean terus tumbuh, tapi harga tokennya belum ikut naik.
OCEAN dinilai undervalued karena fundamental proyek berkembang pesat, namun belum tercermin di kapitalisasi pasarnya.

Injective fokus membangun ekosistem perdagangan derivatif tanpa perantara, yang mulai ramai digunakan untuk produk seperti saham sintetis dan futures kripto.
Metrik AI menunjukkan pertumbuhan volume transaksi dan integrasi dApp sangat cepat, namun valuasinya masih di bawah proyek DeFi sejenis.
Model AI menilai INJ undervalued dibanding potensi dominasi niche pasar derivatif di ekosistem DeFi.

Render Network menyediakan layanan komputasi GPU terdesentralisasi, cocok untuk kebutuhan AI, rendering film, dan dunia Metaverse.
Model AI fundamental melihat pertumbuhan permintaan node, klien korporat, dan pengguna individu meningkat drastis, namun kapitalisasi pasarnya masih belum mencerminkan potensi ini.
RNDR dinilai undervalued karena menjadi penyedia infrastruktur nyata dalam dunia digital yang makin kompleks.
Kelima altcoin di atas menunjukkan fundamental kuat namun belum diapresiasi oleh pasar, menjadikannya peluang tersembunyi bagi investor yang mencari potensi cuan jangka menengah hingga panjang.
Dengan menggunakan pendekatan berbasis AI dan data on-chain, investor bisa lebih percaya diri dalam memilih aset undervalued di tengah pasar yang didominasi noise dan spekulasi.
Baca Juga: Bisakah Hidup Hanya dari Crypto? Ini 3 Sumber Penghasilan & Tantangan yang Perlu Kamu Tahu
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga bitcoin hari ini, harga solana hari ini, pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.