
Jakarta, Pintu News – Tren teknologi komputasi kuantum kembali jadi sorotan pasar saham global. Empat perusahaan teknologi yang dikenal sebagai “Quantum 4” — Rigetti, IonQ, D-Wave Quantum, dan Quantum Computing Inc — dilaporkan telah mengalami lonjakan harga saham lebih dari 100% sepanjang tahun 2025. Fenomena ini tak hanya menarik perhatian investor ritel, namun juga whale dan institusi besar yang memburu peluang awal di pasar teknologi masa depan ini.
Berdasarkan laporan dari Cryptopolitan, saham Rigetti melonjak dari USD 1,06 (sekitar Rp17.707) ke level tertinggi USD 58 (sekitar Rp968.890), sebelum akhirnya menetap di kisaran USD 38 (Rp634.790). Ini setara dengan kenaikan lebih dari 5.000%, menjadikannya salah satu gainers paling mengejutkan tahun ini.
Namun, menurut analis Steve Sosnick dari Interactive Brokers, lonjakan ini menyisakan tanda tanya besar mengenai valuasi. Ia menyebut, “Apa harga yang pantas untuk masa depan yang belum terjadi?” Hal ini menggambarkan ketidakpastian dalam menentukan nilai wajar saham teknologi berbasis quantum yang belum menguntungkan secara operasional.
Baca Juga: Penurunan Drastis XRP: Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Membeli?

Meskipun para analis menyebut valuasi perusahaan seperti Rigetti “lebih seperti seni daripada sains”, minat terhadap saham Quantum 4 tetap tinggi. Rigetti bahkan menjadi saham keempat paling banyak diperdagangkan oleh nasabah Interactive Brokers, mengalahkan raksasa seperti Apple dan Amazon.
Christopher Poch, CEO Promethium Advisors, menyebut valuasi Rigetti seperti “pertunjukan sulap”. Pasalnya, perusahaan ini diprediksi hanya akan menghasilkan pendapatan USD 22 juta (Rp367 miliar) pada 2026, namun memiliki kapitalisasi pasar USD 13 miliar (Rp217 triliun). Ini menyoroti jurang besar antara proyeksi pendapatan dan nilai pasar saat ini.
Kenaikan harga saham juga didorong oleh meningkatnya perhatian dari sektor korporasi dan pemerintah. JPMorgan Chase, misalnya, mengumumkan rencana investasi hingga USD 10 miliar (Rp167 triliun) ke sektor strategis seperti komputasi kuantum.
Selain itu, IBM dan HSBC telah menggunakan sistem berbasis quantum untuk merancang algoritma perdagangan obligasi, menurut laporan Cryptopolitan. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi quantum bukan sekadar mimpi, namun mulai diadopsi oleh institusi besar.
Sebuah laporan dari McKinsey memprediksi bahwa pasar komputasi kuantum bisa tumbuh melampaui USD 100 miliar (Rp1.670 triliun). Namun demikian, Rick Bradt, manajer portofolio di Neuberger Berman, memperingatkan bahwa waktu komersialisasi teknologi ini masih belum pasti.
Ia menyebut komputasi kuantum sebagai “cawan suci” dalam dunia teknologi, dengan potensi besar terutama di sektor kriptografi dan pengembangan obat. Namun, dengan ketidakpastian soal waktu, banyak investor yang tetap memantau dengan hati-hati.
Meski bukan termasuk aset kripto, tren saham Quantum 4 banyak diperbincangkan oleh komunitas crypto karena potensi dampaknya terhadap sektor keamanan blockchain. Teknologi quantum bisa mempengaruhi algoritma kriptografi yang mendasari cryptocurrency seperti Bitcoin , Ethereum , dan lainnya.
Beberapa pengamat bahkan menyebut bahwa altcoin tangguh dan proyek seperti Pi Network kemungkinan harus menyesuaikan protokol mereka di masa depan jika teknologi ini terus berkembang. Karena itu, para pelaku crypto mulai memperhatikan metrik penting dari perkembangan quantum untuk mengantisipasi perubahan besar di industri ini.
Baca Juga: Penurunan Drastis Dogecoin di Awal November 2025: Apa yang Harus Diketahui Investor?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga bitcoin hari ini, harga solana hari ini, pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: