AltspaceVR Tutup, Microsoft Alihkan Fokus Metaverse ke Bisnis. Ini Alasannya!

Updated
January 27, 2023
Gambar AltspaceVR Tutup, Microsoft Alihkan Fokus Metaverse ke Bisnis. Ini Alasannya!

Dilansir dari Cryptoslate, platform VR sosial milik Microsoft, AltspaceVR, akan ditutup pada tanggal 10 Maret 2023, dan tim Microsoft akan mulai mengalihkan fokusnya ke Microsoft Mesh (MM) yang berorientasi pada bisnis.

Kira-kira mengapa Microsoft alihkan fokus Metaverse dari sosial ke bisnis? Simak berita lengkapnya berikut ini!

AltspaceVR Akan Ditutup Untuk Kedua Kalinya

AltspaceVR ditutup
Sumber: PYMNTS

AltspaceVR didirikan oleh direktur produk Facebook Reality Labs Social Experiences, Eric Romo, pada tahun 2013. Seiring berjalannya waktu, lambatnya pasar VR secara umum menyebabkan runtuhnya kesepakatan pendanaan, dan perusahaan mengumumkan untuk menutup operasinya karena kekurangan dana.

Inilah sebabnya mengapa Microsoft mengakuisisi beberapa perusahaan yang sedang mengalami kesulitan pada tahun 2017 lalu. Dilansir dari Cryptoslate, banyak yang mengatakan bahwa ini adalah pengakuisisian strategis untuk bersaing dengan Facebook, karena media sosial raksasa tersebut bersiap-siap dalam upayanya untuk mengembangkan VR.

Namun, AltspaceVR akan ditutup untuk kedua kalinya dengan pesan dari tim yang menyatakan bahwa peluang yang lebih baik ada di sektor bisnis, bukan di konsumen ritel. Dengan ini, mereka masih berniat untuk membangun pengalaman imersif di Metaverse, tetapi hanya untuk pengguna bisnis di Microsoft Mesh.

‚ÄúKami melihat peluang untuk VR yang berkembang dari konsumen menjadi bisnis dan sekarang memiliki tujuan yang lebih besar: versi yang lebih terbuka, dapat diakses, dan aman dari pengalaman imersif di Metaverse,‚ÄĚ ujar Microsoft, dikutip dari Cryptoslate, Jumat (27/1/2023).

Baca Juga: Beres Kerja Sama dengan Meta, Petinggi Microsoft Yakin Metaverse Punya Masa Depan!

Apa Itu Microsoft Mesh?

Sumber: Microsoft News

Dilansir dari Cryptoslate, Microsoft Mesh (MM) diluncurkan pada November 2021 dengan tujuan untuk membuat kolaborasi di Metaverse menjadi lebih private dan menyenangkan.

Semenjak pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak perusahaan menerapkan sistem Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah, Microsoft melihat peluang untuk menghadirkan kantor real-life, seperti pertemuan atau meeting, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh, dari kantor nyata ke dalam pengaturan dunia virtual.

‚ÄúMereka merindukan momen-momen di kantor, obrolan di dapur, dan pertemuan-pertemuan yang terjadi secara kebetulan. Mereka juga merindukan ekspresi wajah dan bahasa tubuh dari teman kantor di seberang meja, dan masih banyak lagi lainnya.‚ÄĚ ujar Microsoft, dikutip dari Cryptoslate, Jumat (27/1/2023).

MM beroperasi sebagai bagian dari platform komunikasi bisnis Microsoft Teams, yang menggabungkan fitur-fitur kolaborasi tim seperti konferensi video dan obrolan. Dengan MM, pengguna bisnis dapat merasakan pengalaman aplikasi mixed reality.

Sebelumnya, pada sebuah pertemuan World Economic Forum (WEF) 2023 di Davos, CEO Microsoft, Satya Nadella mengungkapkan bahwa teknologi Metaverse adalah ‚Äėgame-changing‚Äô dan memiliki masa depan.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->