6 Fakta Serius: AS Terancam Blackout Musim Dingin Akibat Data Center dan Lonjakan Energi AI

Di-update
November 19, 2025
Gambar 6 Fakta Serius: AS Terancam Blackout Musim Dingin Akibat Data Center dan Lonjakan Energi AI

Jakarta, Pintu News – Peringatan baru dikeluarkan oleh North American Electric Reliability Corporation (NERC) mengenai kemungkinan besar terjadinya blackout (pemadaman listrik) musim dingin di berbagai wilayah Amerika Serikat. Penyebab utamanya? Lonjakan permintaan energi dari data center dan infrastruktur AI yang berkembang pesat, tanpa diiringi peningkatan suplai energi yang memadai.

Dalam laporan resmi yang dirilis 18 November 2025, NERC menyebut bahwa permintaan energi nasional naik 20 gigawatt dibanding musim dingin sebelumnya — setara dengan kapasitas beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir.

Berikut 6 poin penting dari laporan tersebut:

1. Permintaan Listrik Musim Dingin Meningkat Drastis

Menurut NERC, permintaan energi nasional naik 20 GW hanya dalam setahun, sebagian besar dipicu oleh ekspansi agresif data center dan sistem AI.

Mark Olson, Manajer Penilaian Keandalan NERC, menyebutkan bahwa lonjakan ini terutama terjadi di wilayah dengan pertumbuhan data center yang pesat sejak musim dingin lalu.

Baca Juga: Emas Mengungguli Bitcoin? Analisis Performa Aset di Tahun 2025

2. Suplai Energi Tak Mampu Mengejar Permintaan

Otoritas Rusia Pertimbangkan Infrastruktur Energi Baru untuk Mendukung Pertambangan Crypto
Bloomberg.com

Meskipun konsumsi meningkat pesat, peningkatan kapasitas energi tidak berjalan seimbang. Hal ini menciptakan ketimpangan energi yang mengancam stabilitas jaringan listrik nasional.

NERC mencatat bahwa pembangkit listrik baru tidak berkembang secepat beban yang dibutuhkan untuk menopang beban AI dan data center.

3. Wilayah Rawan Meluas ke AS Tenggara dan Barat

Tidak seperti tahun lalu, wilayah rawan blackout kini mencakup:

  • Tenggara AS
  • Negara bagian Barat seperti Washington dan Oregon
  • Texas, yang sebelumnya mengalami pemadaman besar pada Februari 2021
  • New England, yang menghadapi risiko pasokan gas akibat pembatasan jalur pipa

4. Solar dan Gas Tak Lagi Andal di Musim Dingin

Jam sinar matahari yang lebih pendek membuat energi surya tidak optimal selama musim dingin. Di sisi lain, pasokan gas rentan terganggu oleh pembekuan dan masalah pipa.

Faktor ini semakin memperburuk risiko pemadaman saat cuaca ekstrem melanda, seperti polar vortex yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

5. Infrastruktur Listrik AS Sudah Tua dan Rentan

Menurut laporan, jaringan listrik AS sudah rapuh selama bertahun-tahun, dengan infrastruktur tua yang sering gagal menghadapi badai, kebakaran hutan, dan suhu ekstrem.

Ledakan pembangunan pusat data AI dan cloud computing, setelah dua dekade stagnan, kini memberikan tekanan tambahan signifikan pada sistem kelistrikan nasional.

6. Biaya Tambahan Bisa Capai $5,48 Miliar per Tahun

nodal power data center
Sumber: Bitcoin News

Analisis Monitoring Analytics memperingatkan bahwa rencana membangun pusat data besar tanpa tambahan pembangkit hanya akan menambah beban biaya kapasitas hingga $5,48 miliar per tahun.

Studi ini juga menyoroti bahwa klaim data center bisa fleksibel dalam konsumsi energi saat krisis adalah tidak realistis. Mereka membutuhkan 99,99% uptime, sehingga tidak bisa dimatikan dengan mudah saat beban puncak.

Baca Juga: 5 Alasan Solana (SOL) Diserok Institusi Meski Turun 30%: Strategi Diam-Diam Whale?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

FAQ: Pertanyaan Seputar Ancaman Blackout Musim Dingin AS

Apa penyebab utama ancaman pemadaman listrik musim dingin ini?

Permintaan listrik melonjak tajam akibat data center dan AI, sementara kapasitas suplai tidak meningkat seimbang.

Wilayah mana yang paling berisiko terdampak blackout?

Tenggara AS, negara bagian barat seperti Washington dan Oregon, serta wilayah-wilayah seperti Texas dan New England.

Apakah data center bisa dikurangi dayanya saat beban tinggi?

Menurut Monitoring Analytics, tidak. Data center membutuhkan keandalan tinggi dan tidak bisa dimatikan saat krisis.

Berapa biaya tambahan dari pembangunan data center baru tanpa pembangkit?

Diperkirakan akan menambah biaya kapasitas tahunan sebesar $5,48 miliar bagi pelanggan listrik.

Apa saran dari NERC terhadap kondisi ini?

NERC tidak menyebut solusi eksplisit, namun menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pembangkit untuk mengimbangi lonjakan beban.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->