7 Fakta XAUT Naik 18%: Sinyal Rotasi Crypto 2026 dari Bitcoin ke Aset Emas Digital?

Di-update
January 5, 2026
Gambar 7 Fakta XAUT Naik 18%: Sinyal Rotasi Crypto 2026 dari Bitcoin ke Aset Emas Digital?

Jakarta, Pintu News – Paruh awal 2025 menunjukkan dinamika baru di pasar crypto dan cryptocurrency, ketika perhatian investor tidak lagi sepenuhnya terpusat pada Bitcoin . Salah satu aset yang mencuri perhatian adalah Tether Gold, yang diperdagangkan sebagai XAUT dan merepresentasikan emas fisik berbasis blockchain. Sejumlah analis menilai pergerakan ini mengingatkan pada pola rotasi aset yang pernah terjadi di siklus sebelumnya.

1. Kenaikan Harga XAUT yang Konsisten di Tengah Volatilitas Crypto

XAUT tercatat mengalami kenaikan sekitar 18% dalam beberapa bulan terakhir, mengikuti reli harga emas global. Data ini disorot oleh analis pasar crypto AMBCrypto yang mengaitkan penguatan XAUT dengan meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai. Dalam konteks ini, XAUT dipandang sebagai jembatan antara emas konvensional dan cryptocurrency.

Menurut pengamatan pasar yang dikutip AMBCrypto, stabilitas harga emas menjadi faktor utama yang mendorong arus modal ke XAUT. Ketika Bitcoin (BTC) bergerak sideways, investor cenderung mencari aset dengan volatilitas lebih rendah. XAUT, yang didukung emas fisik, dianggap memenuhi kriteria tersebut.

Baca Juga: 2026, Tahun Penuh Harapan untuk Solana: Prediksi dan Tantangan

2. XAUT sebagai Representasi Emas Digital Berbasis Blockchain

Tether Gold (XAUT) diklaim merepresentasikan satu troy ounce emas fisik yang disimpan di brankas. Informasi ini disampaikan oleh pihak penerbit dan dikutip oleh media crypto internasional. Konsep ini memungkinkan investor cryptocurrency mengakses eksposur emas tanpa harus menyimpan logam fisik.

AMBCrypto mencatat bahwa model ini menarik bagi investor institusional yang ingin diversifikasi. Dalam kondisi makroekonomi yang tidak pasti, emas digital dinilai lebih efisien dari sisi likuiditas. Hal ini menjelaskan mengapa XAUT mulai mendapat sorotan lebih luas.

3. Sinyal Rotasi Aset Menjelang Siklus Crypto 2025

Analis teknikal melihat adanya kemiripan pola antara kondisi pasar saat ini dan periode pra-rotasi di siklus sebelumnya. Data historis menunjukkan bahwa ketika Bitcoin stagnan, modal sering berpindah ke aset alternatif. AMBCrypto menyebut fenomena ini sebagai “style rotation” dalam pasar crypto.

Rotasi ini tidak selalu berarti penurunan Bitcoin, melainkan redistribusi likuiditas. Investor disebut lebih selektif dalam memilih cryptocurrency dengan fundamental tertentu. XAUT masuk dalam kategori tersebut karena korelasinya dengan emas.

4. Perbandingan Kinerja Bitcoin dan XAUT dalam Nilai Rupiah

Dalam denominasi dolar AS, pergerakan Bitcoin dan XAUT terlihat kontras. Dengan asumsi 1 USD = Rp16.740, fluktuasi BTC bernilai ratusan juta rupiah per koin, sementara XAUT bergerak lebih stabil mengikuti harga emas. Data ini dirangkum AMBCrypto dari pergerakan pasar spot.

Stabilitas nilai XAUT dalam rupiah membuatnya menarik bagi investor di negara berkembang. Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa perlindungan nilai tukar menjadi pertimbangan penting. Hal ini memperkuat narasi XAUT sebagai alternatif lindung nilai dalam crypto.

5. Dampak Ketidakpastian Makroekonomi Global

Kenaikan suku bunga dan tensi geopolitik global turut memengaruhi arus modal. AMBCrypto menyoroti bahwa emas historisnya diuntungkan dalam kondisi tersebut. Dengan hadirnya XAUT, emas kini memiliki pintu masuk baru ke ekosistem cryptocurrency.

Kondisi ini mendorong investor untuk mengurangi eksposur risiko tinggi. Crypto berbasis emas dinilai lebih defensif dibanding altcoin spekulatif. Oleh karena itu, XAUT mulai diposisikan sebagai aset penyeimbang portofolio.

6. Perspektif Analis terhadap Risiko dan Keterbatasan XAUT

Meski menarik, XAUT tidak lepas dari risiko. AMBCrypto mengingatkan bahwa kepercayaan terhadap kustodian emas menjadi faktor krusial. Selain itu, likuiditas XAUT masih lebih rendah dibanding Bitcoin atau Ethereum .

Analis juga menekankan bahwa XAUT bukan pengganti BTC, melainkan pelengkap. Dalam ekosistem crypto, masing-masing aset memiliki fungsi berbeda. Pemahaman ini penting agar investor tidak salah menafsirkan rotasi pasar.

7. Implikasi bagi Investor Crypto Jangka Menengah

Berdasarkan data dan analisis AMBCrypto, rotasi ke XAUT dapat berlanjut jika ketidakpastian global meningkat. Namun, keputusan investasi tetap bergantung pada profil risiko masing-masing individu. Informasi ini disajikan sebagai gambaran pasar, bukan rekomendasi finansial.

Investor cryptocurrency disarankan memantau korelasi antara Bitcoin, emas, dan XAUT. Dengan demikian, strategi diversifikasi dapat disesuaikan dengan kondisi pasar 2025. Pendekatan berbasis data menjadi kunci dalam menghadapi dinamika crypto.

Baca Juga: Terobosan Besar Ripple (XRP) di 2026, Siapkah Anda?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->