
Jakarta, Pintu News – Bitcoin melanjutkan tren pemulihannya pada awal Januari 2026, seiring para pembeli mempertahankan level harga yang lebih tinggi pada grafik empat jam (5/1). Data pasar menunjukkan bahwa BTC masih mempertahankan struktur bullish jangka pendek setelah pulih dari pelemahan di akhir Desember.
Selain penguatan harga, metrik dari pasar derivatif dan aliran spot kini turut mendukung narasi pemulihan ini. Akibatnya, para trader kini mengamati apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentumnya di sekitar area resistensi penting.
Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Pada 6 Januari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $93,716 atau setara dengan Rp1.574.725.222, mengalami kenaikan 0,85% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.551.580.272 dan harga tertingginya di Rp1.592.230.428.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp31.332 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 41% menjadi Rp867,83 triliun.
Baca juga: Analis James Wynn Isyaratkan Tren Bullish, Buka Posisi Long Setelah Bitcoin Tembus $93.000!
Bitcoin terus mencatatkan higher high dan higher low pada time frame empat jam (5/1/26), menandakan bahwa pembeli kembali mengambil alih kendali setelah harga berhasil menembus kembali level pertengahan Fibonacci.
Selain itu, harga juga masih bertahan di atas rata-rata pergerakan jangka pendek yang mengarah naik, yang memperkuat stabilitas tren.
Saat ini, pasar mendekati area resistensi padat, di mana biasanya terjadi peningkatan reaksi pasar. Oleh karena itu, para trader memperkirakan akan ada volatilitas yang meningkat saat BTC menguji tekanan jual di atasnya.
Resistensi yang dihadapi Bitcoin bersifat berlapis, bukan satu titik tunggal. Hambatan pertama berada di sekitar $92.460, tempat di mana level Fibonacci retracement 0.786 bertemu.
Kemudian, wilayah $94.650 menjadi titik swing high sebelumnya yang sempat menghentikan kenaikan harga. Jika harga mampu menembus level ini secara konsisten, maka kemungkinan besar akan menguji zona psikologis di $95.000. Namun, jika terjadi penolakan harga di sekitar level saat ini, struktur bullish secara umum masih belum terganggu.
Di sisi bawah, Bitcoin memiliki beberapa level support yang jelas dan masih mendukung sentimen bullish. Area antara $90.700 hingga $90.400 merupakan kombinasi dari resistensi sebelumnya dan rata-rata pergerakan eksponensial yang terus naik.

Selain itu, level $89.500 juga penting karena bertepatan dengan Fibonacci retracement 0.5 dan bagian dari struktur jangka pendek. Zona ini menjadi perhatian utama bagi trader momentum.
Apabila $89.500 gagal dipertahankan, fokus pasar bisa bergeser ke wilayah $88.300 hingga $88.000, yang merupakan area breakdown sebelumnya. Jika tekanan jual terus berlanjut, harga bisa saja turun lebih dalam ke kisaran bawah antara $86.800 hingga $86.400. Penurunan di bawah area ini akan membatalkan skenario bullish yang sedang berlangsung.
Baca juga: 3 Alasan Mengapa Harga Bitcoin Meroket di Tengah Operasi Militer AS di Venezuela

Data dari pasar derivatif menunjukkan bahwa open interest (OI) pada kontrak futures Bitcoin meningkat seiring dengan kenaikan harga. Kenaikan open interest ini terjadi secara konsisten hingga awal tahun 2026, mencerminkan partisipasi trader yang makin bertambah. Yang penting, kenaikannya berlangsung secara teratur, bukan secara ekstrem atau tiba-tiba.
Pola ini mengindikasikan adanya akumulasi leverage tanpa memicu risiko likuidasi yang berlebihan. Penurunan open interest yang terjadi pun selaras dengan koreksi harga yang dangkal, menandakan hanya penyesuaian posisi secara rutin, bukan aksi jual panik.

Sementara itu, data aliran spot memberikan gambaran yang lebih detail. Selama periode analisis, outflow (arus keluar) lebih dominan, yang biasanya mencerminkan aksi distribusi saat harga naik. Namun, terdapat juga inflow (arus masuk) yang muncul secara berkala di area konsolidasi.
Menariknya, pada awal Januari tercatat netflow positif sekitar $94 juta, yang menunjukkan adanya peningkatan permintaan dan menurunnya tekanan jual. Dengan demikian, aktivitas spot kini turut mendukung stabilitas harga dalam jangka pendek.
Level-level penting masih tampak jelas saat harga Bitcoin bergerak dalam fase konsolidasi di bawah area resistensi utama.
Untuk potensi kenaikan, level yang perlu diperhatikan antara lain:
Di sisi penurunan, support terdekat berada pada:
Jika level $89.500 tidak mampu dipertahankan, harga berisiko turun ke $88.000, bahkan lebih dalam menuju kisaran bawah antara $86.800 hingga $86.400.
Secara teknikal, Bitcoin saat ini masih berkonsolidasi dalam struktur yang menguat, bukan membentuk puncak. EMA masih tersusun secara bullish, sementara Bollinger Bands mengisyaratkan adanya potensi perluasan volatilitas dalam waktu dekat.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: