
Jakarta, Pintu News – Cadangan minyak Indonesia masih menjadi bagian penting dalam diskusi energi nasional meski tidak sebesar negara penghasil minyak utama dunia. Berdasarkan data Worldometers, Indonesia memiliki cadangan minyak terbukti sekitar 3,6925 miliar barel, menempatkannya di urutan ke-27 dunia dan mencakup sekitar 0,22 persen cadangan minyak dunia. Informasi ini memberikan gambaran tentang posisi cadangan minyak Indonesia dalam konteks global dan tantangan energi domestik ke depan.
Menurut data Worldometers, cadangan minyak Indonesia tercatat sebesar 3,6925 miliar barel pada data terakhir yang tersedia, menempatkan negara ini di posisi ke-27 dalam daftar cadangan minyak dunia. Statistik ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia bukan pemain utama di panggung minyak global, cadangannya tetap signifikan jika dilihat dari opsi energi domestik. Data ini juga menggambarkan bahwa cadangan minyak Indonesia hanya terdiri sekitar 0,22 persen dari cadangan total dunia.
Data cadangan minyak ini mencerminkan jumlah minyak bumi yang terbukti ada di dalam tanah dan dapat diproduksi dengan teknologi saat ini. Angka tersebut menggambarkan aset strategis yang masih dimiliki Indonesia meskipun telah menurun dibandingkan beberapa dekade lalu. Posisi cadangan ini menjadi dasar perencanaan kebijakan energi nasional dalam menghadapi kebutuhan konsumsi dan produksi.
Baca Juga: BONK Memecoin Melonjak 20%: Apakah Momentum Ini Akan Bertahan di Januari 2026?

Dalam daftar cadangan minyak dunia, Indonesia berada jauh di bawah negara-negara yang memiliki cadangan besar seperti Venezuela, Arab Saudi, dan Kanada, yang masing-masing memiliki puluhan hingga ratusan miliar barel. Klasifikasi global ini menunjukkan dominasi beberapa negara dalam cadangan minyak dunia, sedangkan Indonesia berada di posisi menengah bawah.
Peringkat ke-27 ini berarti bahwa negara seperti Malaysia dan Yaman memiliki cadangan yang tidak jauh berbeda dari Indonesia, sementara negara-negara lain jauh lebih unggul dalam hal jumlah cadangan minyak. Ini mencerminkan fakta bahwa sumber minyak Indonesia relatif terbatas dibandingkan dengan penghasil minyak besar di Timur Tengah atau Amerika.

Dari catatan Worldometers, cadangan minyak Indonesia setara dengan sekitar 6,2 tahun konsumsi nasional apabila tidak ada impor yang dilakukan pada tingkat konsumsi saat ini. Artinya, jika Indonesia hanya mengandalkan cadangan sendiri tanpa impor, minyak yang ada diperkirakan akan habis dalam sekitar enam tahun.
Angka ini menunjukkan bahwa cadangan yang tersedia tidak cukup untuk menopang konsumsi jangka panjang tanpa dukungan impor atau penemuan cadangan baru. Karena itu, Indonesia masih harus mengimpor minyak untuk memenuhi kebutuhan domestik, sekaligus mengelola strategi energi nasional secara berkelanjutan.

Data Worldometers juga mencatat bahwa produksi minyak Indonesia mencapai sekitar 945.637 barel per hari dengan konsumsi lebih besar yaitu sekitar 1.623.000 barel per hari. Perbedaan ini menciptakan defisit harian yang mewajibkan negara untuk mengimpor minyak guna menutup kebutuhan dalam negeri.
Kondisi ini menunjukkan tantangan struktural dalam sektor energi Indonesia, di mana cadangan minyak Indonesia yang terbatas tidak lagi cukup untuk mendukung konsumsi energi domestik tanpa impor. Hal ini menjadi pertimbangan dalam kebijakan energi berkelanjutan dan diversifikasi sumber energi.

Meskipun angka cadangan minyak Indonesia yang dipublikasikan oleh Worldometers berasal dari data 2016, laporan dari sumber lain menunjukkan tren penurunan cadangan dalam beberapa dekade terakhir. Misalnya, statistik lain mencatat bahwa cadangan terbukti Indonesia menurun dari lebih dari 5 miliar barel pada awal 2000-an menjadi sekitar 2,4–3,7 miliar barel dalam beberapa tahun terakhir.
Penurunan ini mencerminkan eksploitasi cadangan lebih cepat daripada penemuan cadangan baru, sebuah tantangan umum di negara-negara penghasil minyak menengah. Efektivitas eksplorasi dan teknologi ekstraksi menjadi faktor penting dalam mengubah tren ini di masa depan.

Cadangan minyak Indonesia yang terbatas dan posisi produksinya yang lebih kecil dibandingkan konsumsi domestik memengaruhi kebijakan energi nasional. Pemerintah perlu menyeimbangkan antara ketahanan energi, ketergantungan impor, dan diversifikasi sumber energi.
Upaya seperti eksplorasi blok minyak baru, pembangunan kilang, dan investasi di sumber energi alternatif menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak. Kebijakan ini penting untuk menjamin pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan di tengah perubahan struktur energi global.
Baca Juga: Ethereum (ETH) Mendekati Momen Kritis, Apakah Januari 2026 Waktunya Melonjak?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi