Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin terus mengalami kenaikan setelah menembus pola konsolidasi terbaru. Penembusan ini menandakan meningkatnya kepercayaan bahwa BTC mungkin sedang bersiap untuk pergerakan yang lebih besar.
Arus masuk ke ETF Bitcoin spot yang terus meningkat mencerminkan kondisi historis yang sebelumnya mendahului lonjakan harga tajam, memperkuat sentimen optimis yang berkembang terhadap aset ini.
Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Pada 7 Januari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $93,005 atau setara dengan Rp1.566.141.373, mengalami koreksi tipis 0,67% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.540.631.225 dan harga tertingginya di Rp1.587.814.624.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp31.409 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 18% menjadi Rp817,82 triliun.
Baca juga: Harga Ethereum Capai $3.250 Hari Ini (7/1/26): ETH Tunjukkan Ketahanan Kuat?
ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk sebesar $697 juta pada hari Senin (5/1), menjadi pemasukan harian terbesar sejak Oktober 2025. Arus masuk yang signifikan ini mencerminkan kembalinya partisipasi institusional.
Secara historis, periode akumulasi ETF yang kuat sering kali bertepatan dengan percepatan harga jangka pendek Bitcoin.
Lonjakan arus masuk serupa di masa lalu biasanya diikuti oleh reli yang berlangsung selama beberapa minggu. Kondisi saat ini tampak sebanding, asalkan arus masuk tetap stabil sepanjang minggu. Permintaan berkelanjutan dari produk ETF membantu mengurangi pasokan yang beredar dan memperkuat sentimen optimis, baik di kalangan investor ritel maupun profesional.

Permintaan yang didorong oleh ETF sering kali berperan sebagai penyeimbang selama kondisi pasar yang volatil. Berbeda dengan spekulasi berbasis leverage, arus masuk ini mencerminkan posisi investasi jangka panjang.
Konsistensinya kemungkinan besar akan mendukung penemuan harga yang lebih tinggi, alih-alih pembalikan tajam yang dipicu oleh perilaku perdagangan jangka pendek.
Tekanan jual tetap terbatas, menurut data aliran Bitcoin di bursa baru-baru ini. Selama seminggu terakhir, bursa secara konsisten mencatat arus keluar bersih Bitcoin. Tren ini menunjukkan bahwa investor lebih memilih menyimpan aset mereka secara mandiri daripada menjualnya langsung, sebuah sinyal positif di tengah kenaikan harga.
Dalam 24 jam terakhir saja (6/1), sekitar 12.946 BTC telah ditarik dari bursa, senilai sekitar $1,2 miliar. Pergerakan ini mengindikasikan aksi beli aktif, bukan sekadar reposisi defensif. Saldo Bitcoin di bursa yang terus menurun memperkecil pasokan yang tersedia, membantu menjaga momentum kenaikan harga.

Ketika harga naik bersamaan dengan arus keluar dari bursa, reli yang terjadi cenderung lebih sehat. Pembeli tampak siap menyerap pasokan tanpa memicu aksi jual panik.
Pemegang jangka pendek (short-term holders/STH) mulai muncul sebagai pembeli dominan dalam fase ini. Alamat-alamat yang memperoleh BTC dalam rentang satu hari hingga satu minggu terakhir telah meningkatkan proporsi mereka terhadap total pasokan. Dalam tujuh hari, kepemilikan STH naik dari 1,97% menjadi 2,46%.
Baca juga: Harga Dogecoin Melemah Hari Ini (7/1/25): Grafik DOGE Menunjukkan Akumulasi

Kenaikan ini mencerminkan permintaan baru yang masuk ke pasar. Pembeli baru tetap masuk meskipun harga BTC sedang tinggi, menandakan keyakinan terhadap potensi kenaikan dalam waktu dekat. Partisipasi seperti ini sering kali mendorong momentum dalam fase breakout, bukan merupakan ciri khas dari fase akhir siklus.
Reli yang didorong oleh STH bisa jadi lebih volatil, tetapi efektif jika didukung oleh akumulasi yang lebih luas. Ketika digabungkan dengan arus masuk ETF dan arus keluar dari bursa, struktur permintaan ini mengarah pada kekuatan pasar yang solid, bukan kelemahan. Momentum saat ini tetap sejalan di berbagai segmen investor.
Bitcoin diperdagangkan di kisaran $93.329 pada 6 Januari, melanjutkan pergerakan breakout-nya selama tiga hari terakhir. Keluarnya harga dari pola descending wedge baru-baru ini membawa proyeksi kenaikan sekitar 12,9%. Target teknikal ini menempatkan BTC di sekitar level $101.787.
Meskipun level tersebut masih cukup jauh, kondisi pasar saat ini mendukung kenaikan bertahap. Tekanan beli yang kuat berpotensi mendorong Bitcoin menembus $95.000. Jika level tersebut berhasil diubah menjadi support, jalur menuju $98.000 atau lebih tinggi bisa terbuka dalam hitungan hari, memperkuat struktur breakout yang sedang terbentuk.

Namun, risiko tetap ada jika perilaku investor berubah seiring kenaikan harga. Tekanan jual di sekitar $95.000 bisa mengganggu momentum. Jika terjadi pembalikan arah, harga BTC bisa turun menuju support di $91.511. Jika level ini ditembus ke bawah, skenario bullish akan gugur dan risiko kembali ke fase konsolidasi akan meningkat.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: