
Jakarta, Pintu News – Setelah mengalami rebound yang mengesankan di awal tahun 2026, harga Bitcoin kembali tertolak di kisaran $94.000. Aset crypto utama ini turun ke bawah level $91.000 pada Rabu, 7 Januari, di tengah meningkatnya kekhawatiran jangka menengah terhadap potensi tekanan bearish lanjutan akibat pelemahan strategi Yen carry trade.

Pada 8 Januari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $90,903 atau setara dengan Rp1.532.996.220, mengalami penurunan 2,07% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.527.062.422 dan harga tertingginya di Rp1.563.663.341.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp31.409 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 28% menjadi Rp817,82 triliun.
Baca juga:Â Harga Ethereum Turun ke $3.100 Hari Ini (8/1/26): Whale ETH Mulai Optimis?
Bitcoin dan pasar altcoin secara keseluruhan tengah menghadapi tekanan jual jangka pendek yang meningkat, seiring berlanjutnya pelepasan strategi Yen carry trade. Kenaikan suku bunga terbaru oleh Bank of Japan (BoJ) mendorong investor untuk mengurangi eksposur pada aset kripto, akibat pelemahan strategi tersebut.
Arus keluar likuiditas dari Bitcoin dan altcoin — yang digunakan untuk membayar kembali pinjaman berdenominasi Yen — memberikan tekanan pada sentimen bullish jangka menengah. Pada jadwal Desember lalu, BoJ menaikkan suku bunganya menjadi 0,75%, yang membuat pinjaman berbasis Yen menjadi kurang menguntungkan secara global.
Berdasarkan data perdagangan dari TradingView, harga BTC menutup kuartal keempat tahun 2025 dengan prospek bearish, di tengah fundamental global yang kuat, yang menunjukkan adanya korelasi dengan pergerakan Yen.
Tanda nyata dari arus keluar likuiditas Bitcoin terlihat dari keluarnya dana sebesar $243 juta dari ETF spot BTC di Amerika Serikat.
Baca juga: Arthur Hayes: Alasan Mengapa Minyak Venezuela Penting bagi Masa Depan Bitcoin
Menurut Tom Lee, analis Wall Street ternama yang juga merupakan investor besar di dunia kripto, lonjakan parabolis harga emas sepanjang 2025 menjadi indikator kuat akan adanya sentimen bullish untuk kripto di tahun 2026.
Berdasarkan data dari Bloomberg, emas baru-baru ini berhasil melampaui dolar AS sebagai cadangan devisa global utama.
Dengan Bitcoin yang kini diadopsi secara luas sebagai bentuk emas digital, aset kripto ini berada dalam posisi yang sangat strategis untuk mengalami reli besar dalam beberapa bulan ke depan.
Selain itu, kebijakan Quantitative Easing (QE) yang sedang berlangsung oleh Federal Reserve diperkirakan akan mendorong pergeseran menuju mode investasi risk-on dalam waktu dekat.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: