
Jakarta, Pintu News – Dalam suasana ketegangan geopolitik yang meningkat, spekulasi mengenai Perang Dunia Ketiga semakin nyata. Pasar keuangan, termasuk pasar mata uang kripto seperti Bitcoin , menghadapi ketidakpastian yang besar. Pertanyaan besar yang muncul adalah, apakah Bitcoin (BTC) akan jatuh atau justru menjadi “emas digital” di tengah konflik global yang memanas?
Ketakutan akan Perang Dunia Ketiga bukan lagi sekadar spekulasi. Dengan meningkatnya ketegangan antar negara besar, dunia mungkin sedang berada di ambang konflik berskala besar yang berbeda dari perang dunia sebelumnya. Perang kali ini mungkin tidak melibatkan pertempuran konvensional yang kita kenal, melainkan lebih banyak melalui perang ekonomi dan siber. Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang peran mata uang kripto dalam skenario ini.
Baca Juga: 6 Fakta Prediksi Robert Kiyosaki: Perak Menuju US$100 dan All-Time High Baru di 2026?
Sejarah telah menunjukkan bahwa pasar cenderung bereaksi terhadap ketidakpastian dengan menjual aset terlebih dahulu, kemudian menyesuaikan kembali nilai aset berdasarkan respons kebijakan yang diambil. Dalam konteks ini, aset seperti saham dan minyak biasanya mengalami volatilitas tinggi. Emas dan perak sering dianggap sebagai pelindung nilai yang aman, namun bagaimana dengan Bitcoin (BTC)?

Bitcoin (BTC) memiliki dua identitas dalam skenario perang. Awalnya, sebagai reaksi terhadap kejutan, Bitcoin (BTC) mungkin mengalami penurunan nilai karena investor mencari keamanan dalam bentuk aset likuid dan tradisional seperti emas. Namun, dalam fase stabilisasi dan konflik berkepanjangan, Bitcoin (BTC) bisa jadi mulai dilihat sebagai alternatif penyimpan nilai yang aman, terutama jika mata uang fiat mengalami devaluasi.
Beberapa faktor akan menentukan nasib Bitcoin (BTC) dalam skenario perang. Ini termasuk tingkat bunga riil, masalah infrastruktur transaksi, kontrol modal dan tekanan mata uang, serta dampak kejutan energi terhadap pertumbuhan ekonomi. Jika konflik berkepanjangan dan sistem keuangan global terganggu, Bitcoin (BTC) mungkin akan semakin dilihat sebagai pelindung nilai.
Meskipun Bitcoin (BTC) mungkin tidak langsung dianggap sebagai “emas digital” di awal konflik, ada potensi besar bahwa mata uang kripto ini akan memperoleh status tersebut jika perang berlangsung lama. Investor dan pengamat pasar harus memperhatikan dinamika ini dan menyesuaikan strategi investasi mereka sesuai dengan perkembangan situasi global.
Baca Juga: Monero Cetak Rekor Tertinggi, Investor Tinggalkan Zcash!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.