
Jakarta, Pintu News – Staking menjadi salah satu fitur paling menonjol yang diprediksi akan mengubah cara investor berinteraksi dengan Ethereum dan ekosistem cryptocurrency di seluruh dunia pada tahun 2026. Dari produk finansial baru yang menjembatani pasar tradisional hingga mekanisme yield yang semakin jelas, Ether tak lagi dipandang hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai sumber return yang terukur dan terintegrasi ke dalam struktur pasar yang lebih luas.
Pada 2026, staking ETH telah berevolusi dari konsep yang relatif niche menjadi komponen fundamental dalam pasar aset digital. Produk seperti staked ETFs yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap yield staking tanpa harus mengelola node validasi sendiri semakin banyak bermunculan. Ini menandai pergeseran dalam cara pasar memandang pendapatan dari crypto.
Transformasi ini didorong oleh permintaan institusional dan retail yang mencari hasil di luar sekadar apresiasi harga aset digital. Ketika staking yield diubah menjadi cara yang familiar bagi investor untuk mendapatkan “income-like return”, Ethereum mendapatkan posisi yang lebih besar dalam alokasi portofolio mainstream.
Baca Juga: 6 Fakta Prediksi Robert Kiyosaki: Perak Menuju US$100 dan All-Time High Baru di 2026?

Produk seperti Grayscale Ethereum Staking ETF baru-baru ini membayar distribusi yang mirip dengan dividen, meskipun secara teknis lebih mirip dengan hasil staking yang dicairkan. Ini memberi investor pengalaman return yang dapat dimengerti layaknya pendapatan dari instrumen tradisional.
Perubahan ini memberi kerangka baru bagi investor tradisional apakah mereka memandang ETH sebagai aset pertumbuhan atau sebagai aset yang menghasilkan pendapatan. Dengan mekanisme yang lebih transparan, staking yield dapat menjadi faktor pembeda penting ketika investor memilih produk kripto di masa depan.
Staking pada jaringan Ethereum memberi imbal hasil karena para validator memperoleh reward atas perannya dalam mengamankan jaringan. Yield ini bervariasi berdasarkan kondisi jaringan dan total jumlah ETH yang di-stake. Ketika yield staking dipaket dalam produk seperti ETF atau vault institusional, itu tidak lagi hanya menjadi keunggulan teknis, tetapi menjadi fitur investasi yang nyata dan terukur.
Selain itu, kompetisi antara penerbit ETF dan produk staking lainnya diperkirakan akan memicu “yield war”, di mana net yield menjadi kunci utama bagi investor dalam menilai produk mana yang memberikan nilai terbaik.
Liquid staking, seperti yang tersedia melalui layanan Lido, Rocket Pool, atau derivatif stETH, memberi solusi bagi investor kecil dan menengah yang tidak bisa memasang stake langsung sebagai validator. Model ini menyediakan token mewakili ETH yang di-stake yang bisa diperdagangkan, digunakan sebagai jaminan, atau dimanfaatkan di DeFi.
Arsitektur semacam ini memperluas basis partisipan staking dan menciptakan ekosistem yang lebih likuid. Dengan meningkatnya jumlah ETH yang di-stake dan tersedia dalam bentuk liquid staking, produk turunan yang lebih kompleks juga akan berkembang.

Ketika lebih banyak Ether di-stake untuk jangka panjang, efek teknisnya adalah pasokan yang beredar berkurang, yang dapat mengurangi tekanan jual. Kronologi ini dapat memberi dukungan jangka menengah terhadap harga ETH jika permintaan tetap atau meningkat.
Imbal hasil net staking dan mekanisme lain seperti pembakaran fee di Ethereum membuat narasi scarcity menjadi relevan. Efek gabungan dari mekanika staking dan supply yang terikat dapat menambah katalis positif bagi ETH dalam pandangan investor jangka panjang.
Walaupun staking menjadi semakin populer, risiko tetap ada, terutama terkait dengan penalti slashing, regulasi regional yang ketat, dan masalah operasional validator. Investor harus memahami bahwa yield yang lebih tinggi biasanya datang dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi pula.
Selain itu, regulasi global terhadap produk turunan kripto, termasuk staking ETF, dapat berubah seiring perkembangan pasar dan peraturan baru yang belum sepenuhnya matang di beberapa yurisdiksi.
Dengan staking yang semakin diadopsi oleh institusi besar dan retail, serta integrasi produk yang lebih familiar seperti ETF yang membayar hasil staking, 2026 diperkirakan menjadi tahun di mana staking mengambil peran integral dalam pasar crypto. Ini bukan hanya tentang imbal hasil — ini juga tentang bagaimana ETH bertransisi menjadi instrumen finansial yang lebih stabil dan terukur.
Investor perlu memantau evolusi produk staking dan hasilnya karena ini semakin memengaruhi cara aset kripto diperlakukan oleh pasar modal tradisional di masa depan.
Baca Juga: Monero Cetak Rekor Tertinggi, Investor Tinggalkan Zcash!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: