
Jakarta, Pintu News ā Harga Ripple mengalami tekanan tajam setelah gelombang likuidasi besar-besaran di pasar derivatif, dengan puluhan ribu long positions ditutup otomatis dan Binance memimpin aksi jual yang memicu kerugian kolektif sekitar US$5 juta. Peristiwa ini menjadi pengingat volatilitas inheren pasar cryptocurrency serta pentingnya manajemen risiko bagi trader dan investor.
Dalam sebuah gelombang likuidasi yang terjadi pada sesi perdagangan terkini, Binance muncul sebagai platform terbesar yang melaksanakan penutupan paksa posisi long XRP berkaitan dengan tekanan harga turun. Likuidasi tersebut terjadi ketika stop-loss otomatis dieksekusi akibat harga XRP bergerak tajam di bawah level penting. Akumulasi kerugian diperkirakan mencapai sekitar USD 5 juta, mencerminkan besarnya volume posisi leverage yang ikut terpengaruh.
Aksi likuidasi ini biasanya mempercepat tekanan jual, karena posisi yang ditutup otomatis dikonversi menjadi transaksi spot yang memengaruhi supply dan harga di pasar. Binance, sebagai salah satu bursa kripto terbesar di dunia, sering menjadi barometer reaksi pasar ketika terjadi volatilitas tinggi pada aset seperti XRP.
Baca Juga: Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Baru, Bitcoin (BTC) Anjlok!

Penutupan posisi long secara massal membawa tekanan jual lanjutan pada XRP di pasar spot. Ketika banyak trader long terpaksa menutup posisi, volume jual meningkat tajam dan memberi tekanan tambahan pada harga yang sudah bergerak turun. Kondisi ini dapat menyebabkan rentetan reaksi teknikal, termasuk breakdown di bawah level support utama.
Penurunan harga ini berdampak pada sentimen pasar, mengingat XRP adalah salah satu aset cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Ketidakstabilan harga sering kali memengaruhi perilaku investor ritel dan institusional di seluruh kelas aset kripto.
Likuidasi terjadi ketika posisi perdagangan yang menggunakan leverage tidak lagi memiliki margin yang cukup untuk menahan kerugian, sehingga bursa secara otomatis menutup posisi tersebut. Trader yang memakai leverage tinggi memiliki risiko lebih besar untuk terkena likuidasi ketika harga bergerak tajam berlawanan dengan arah posisi mereka.
Dalam konteks XRP, gelombang likuidasi ini menunjukkan bahwa banyak long positions yang terlalu rapat mengenai level stop-loss, sehingga ketika harga menurun cepat, margin tidak mencukupi dan otomatis ditutup. Fenomena ini sering mempercepat penguatan tren turun dalam jangka pendek.

Secara teknikal, likuidasi besar cenderung meninggalkan bekas pada grafik harga berupa lonjakan volume dan putusnya struktur support utama. Untuk XRP, penurunan tajam itu menempatkan harga di bawah level support penting, yang dapat memicu tekanan jual lebih lanjut. Trader teknikal mengamati level support lanjutan untuk menentukan area potensial pemulihan.
Selain itu, indikator seperti Relative Strength Index (RSI) dan Moving Averages menunjukkan tekanan bearish yang dominan setelah likuidasi, memperkuat pandangan bahwa momentum turun masih valid dalam jangka pendek.
Pasar cryptocurrency dikenal dengan volatilitasnya yang tinggi, dan gelombang likuidasi ini menjadi contoh nyata bagaimana harga dapat bergerak tajam dalam waktu singkat. Aset seperti Ripple (XRP) sering mengalami fluktuasi harga besar bila terjadi aksi jual terkoordinasi akibat faktor teknikal atau sentimen pasar.
Trader dan investor yang terlibat dalam trading dengan leverage perlu memahami risiko ini, karena sementara volatilitas dapat memberi peluang keuntungan, risiko likuidasi otomatis juga bisa menyebabkan kerugian signifikan dalam waktu singkat.
Beberapa pelaku pasar merespons tekanan ini dengan menyesuaikan strategi mereka dengan menggunakan stop-loss lebih konservatif, mengurangi ukuran posisi, atau beralih ke perdagangan spot dibandingkan futures. Manajemen risiko yang baik sering kali menjadi garis pertahanan utama bagi investor yang ingin bertahan dalam pasar crypto yang sangat dinamis.
Strategi seperti diversifikasi portofolio, penggunaan risk-adjusted allocation, dan pemantauan level teknikal kunci menjadi bagian dari praktik trading yang seimbang untuk menghadapi likuidasi besar seperti ini.

Dengan tekanan turun yang terjadi, perhatian pasar kini tertuju pada level support lanjutan dan apakah XRP mampu menemukan area stabilisasi harga. Break di bawah support utama membuka peluang tekanan lebih lanjut, sementara rebound di atas level psikologis penting dapat menjadi sinyal awal pemulihan.
Investor dan trader yang memantau pasar perlu terus memperbarui analisis mereka berdasarkan data harga terbaru, volume perdagangan, dan indikator teknikal untuk menentukan arah tren berikutnya dalam konteks volatilitas yang terus berubah.
Baca Juga: Ripple (XRP) Berpeluang Menuju US$5? Ini Analisis Harga dan Risikonya!
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin hari ini,Ā harga Solana hari ini,Ā Pepe coinĀ dan harga asetĀ cryptoĀ lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.