Prediksi Harga Perak 2026-2030, Bagaimana Nasibnya 5 Tahun Ke Depan?

Di-update
January 20, 2026
Gambar Prediksi Harga Perak 2026-2030, Bagaimana Nasibnya 5 Tahun Ke Depan?

Jakarta, Pintu News – Prediksi harga perak untuk periode 2026 hingga 2030 menjadi topik penting bagi para investor, karena logam ini berada di persimpangan antara stabilitas moneter dan inovasi industri.

Perak berperan ganda: sebagai penyimpan nilai yang terpercaya, sekaligus komponen penting dalam teknologi masa depan. Hal ini menjadikannya sorotan utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Risiko geopolitik, tekanan inflasi, dan dorongan struktural menuju adopsi energi hijau semakin memperkuat fokus terhadap perak. Faktor-faktor ini mendorong pembahasan harga perak melampaui spekulasi jangka pendek, dan membentuk narasi baru seputar permintaan yang bersifat struktural dan pasokan yang terbatas.

Prediksi Harga Perak untuk 2026–2030

Proyeksi harga perak untuk jangka menengah tetap menunjukkan tren bullish yang kuat, didorong oleh pasokan fisik yang semakin ketat, perluasan penggunaan industri, serta pulihnya permintaan dari sektor elektronik.

Baca juga: Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, 20 Januari 2026

Untuk tahun 2026, perkiraan harga rata-rata sangat bervariasi — mulai dari $49,25 (sekitar Rp834.457) menurut TD Securities, hingga puncak yang sangat optimistis di $309,00 (sekitar Rp5.235.387) menurut Bank of America. Rentang ini mencerminkan perbedaan tajam antara pendekatan konservatif lembaga perbankan dan proyeksi institusi yang sangat optimistis.

Citigroup, misalnya, memperkirakan harga akan berada di kisaran $70 (sekitar Rp1.185.010), sementara HSBC memperkirakan rentang $58–$88 (sekitar Rp981.694 – Rp1.489.015), yang menandakan pergeseran naik signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Untuk tahun 2026, konsensus pasar menunjukkan optimisme terhadap konsumsi industri dan defisit pasokan yang terus berlanjut.

BMO Capital tetap pada posisi stabil di $55 (sekitar Rp931.865), sedangkan kontrak berjangka perak CME memproyeksikan rata-rata akhir tahun mendekati $91,235 (sekitar Rp1.546.016), menunjukkan bahwa ekspektasi berbasis pasar memperkirakan keseimbangan pasokan dan permintaan yang jauh lebih ketat dibanding pandangan analis bank tradisional.

Tahun 2027

Pada 2027, proyeksi harga perak menunjukkan fase stabilisasi, seiring sedikit peningkatan pasokan yang mulai meredakan tekanan. Perdagangan berjangka CME memproyeksikan harga di $94,04 (sekitar Rp1.593.059), mencerminkan permintaan berkelanjutan untuk teknologi ramah lingkungan.

Sementara itu, HSBC dan TD Securities memberi estimasi lebih konservatif masing-masing di $57 (Rp964.751) dan $46 (Rp779.378). Fase konsolidasi ini diperkirakan menjadi jembatan antara puncak permintaan industri dan siklus komoditas berikutnya.

Tahun 2028

Untuk 2028, para pedagang kontrak berjangka di CME memperkirakan harga naik ke $96,24 (sekitar Rp1.631.048), mencerminkan kenaikan stabil seiring proyek energi terbarukan dan aplikasi fotovoltaik yang terus menyerap porsi besar dari produksi global. Kenaikan harga ini lebih mencerminkan kekuatan permintaan jangka panjang daripada spekulasi pasar, karena perak tetap menjadi komponen vital dalam transisi energi global.

Tahun 2029

Menjelang tahun 2029, harga perak diproyeksikan naik tipis menjadi $96,69 (sekitar Rp1.638.794) menurut data CME. Ini menunjukkan ketahanan pasar yang kuat meski mulai memasuki fase kedewasaan. Outlook ini mencerminkan permintaan struktural dari produksi kendaraan listrik (EV) dan proyek infrastruktur global yang membutuhkan logam berkonduktivitas tinggi.

Tahun 2030

Pada tahun 2030, harga perak diperkirakan mencapai $97,14 per ons (sekitar Rp1.646.552) menurut kontrak berjangka CME. Proyeksi ini mencerminkan tercapainya keseimbangan jangka panjang yang ditopang oleh kebutuhan industri dan kepercayaan investor yang konsisten.

Dengan defisit pasokan yang berkelanjutan serta meningkatnya biaya penambangan, perak tetap menjadi aset strategis yang berpotensi mengungguli lindung nilai inflasi tradisional.

Prediksi Harga Perak 5 Tahun ke Depan (2026–2030)

prediksi harga perak 2026 - 2030
Sumber: Freepik

Proyeksi harga perak untuk lima tahun ke depan menunjukkan tren kenaikan yang berkelanjutan, meski secara bertahap mulai melambat. Kenaikan ini dipicu oleh “super-siklus industri” dan kendala pasokan struktural.

Baca juga: Harga Buyback Emas Antam Hari Ini, 20 Januari 2026: Meroket ke Rp2.546.000

Berdasarkan proyeksi gabungan dari CME Futures, Citigroup, dan sejumlah bank besar, harga perak diperkirakan naik dari rata-rata $65 (sekitar Rp1.101.295) pada awal 2026 menjadi lebih dari $97 (sekitar Rp1.643.471) pada tahun 2030. Kenaikan ini mencerminkan peran ganda perak sebagai logam industri berteknologi tinggi sekaligus aset moneter strategis.

Super-Siklus Industri (2026–2028)

Antara tahun 2026 hingga 2028, pasar perak diprediksi memasuki fase terkuat yang didorong oleh permintaan industri. Peningkatan instalasi panel surya secara global dan tingginya kandungan perak dalam sel surya menjadikan sektor energi surya sebagai pendorong utama permintaan.

Harga perak pun diperkirakan meningkat dari $91,23 (sekitar Rp1.546.016) pada 2026 menjadi sekitar $96,24 (sekitar Rp1.631.048) pada 2028, berdasarkan data kontrak berjangka CME.

Siklus ini juga diperkuat oleh meningkatnya penggunaan perak dalam komponen 5G dan semikonduktor, yang semuanya berkontribusi pada defisit struktural yang terus berlanjut.

Dalam periode ini, elastisitas pasokan tetap rendah. Meski peningkatan produksi diperkirakan terjadi pada 2027, output tambang global diprediksi masih tertinggal dari laju pertumbuhan permintaan.

Pemulihan permintaan industri dari sektor fotovoltaik dan elektronik akan membuat stok perak di atas tanah berada di level terendah dalam beberapa tahun. Akibatnya, sentimen investor dan arus masuk ke ETF perak diperkirakan tetap kuat, mendorong momentum harga semakin naik.

Fase Matang dan Fokus Moneter (2028–2030)

Mulai tahun 2028, pasar perak diperkirakan memasuki fase kematangan, di mana laju kenaikan harga menjadi lebih moderat. Data CME menunjukkan kenaikan bertahap dari $66,61 (sekitar Rp1.128.701) pada 2028 menjadi $67,29 (sekitar Rp1.140.254) pada 2030, menandakan konsolidasi harga di level yang lebih tinggi.

Permintaan industri tetap kuat, tetapi tidak seintens sebelumnya, seiring stabilnya pasar energi surya dan kendaraan listrik (EV), serta meningkatnya efisiensi teknologi yang mengurangi kebutuhan perak per unit produksi.

Di saat yang sama, daya tarik perak sebagai aset moneter dan pelindung nilai inflasi diperkirakan meningkat kembali. Dalam konteks tingginya utang global dan tekanan inflasi yang terus berlanjut, investor institusional mungkin akan lebih melirik perak sebagai alternatif emas yang lebih terjangkau dan volatil.

Pergeseran ini dapat memicu volatilitas harga yang lebih tinggi, namun tetap menjaga harga di atas kisaran $55–$57 (sekitar Rp931.865 – Rp964.751) sebagai level dukungan baru yang mencerminkan keseimbangan antara permintaan industri dan investasi.

Kesimpulan: Optimisme Struktural hingga 2030

Menjelang 2030, identitas ganda perak sebagai logam industri penting dan instrumen lindung nilai inflasi tetap kokoh. Dengan kendala pasokan yang belum terselesaikan, lambatnya investasi di sektor tambang, serta percepatan transisi energi global, prospek lima tahun ke depan untuk perak tetap bullish secara struktural, meski pasar mulai beralih dari fase pertumbuhan agresif menuju fase stabil yang matang.

Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->