
Jakarta, Pintu News – Harga XRP turun sebesar 3% pada 21 Januari 2026, meskipun Presiden Ripple, Monica Long, menyampaikan pandangan yang sangat optimis terkait masa depan institusional untuk kripto.
Menurutnya, tahun 2026 akan menjadi titik balik penting, di mana sektor keuangan global akan beralih dari tahap uji coba menuju penerapan skala penuh.
Monica Long membagikan sebuah unggahan mendalam beserta laporan pendukung, yang menyatakan bahwa industri kripto kini memasuki “era produksi.”
Baca juga: Grayscale Mengajukan ETF NEAR, Harga NEAR Protocol Melonjak!
Menurutnya, infrastruktur yang tepercaya dan kegunaan nyata kripto akhirnya akan mendorong bank, perusahaan, dan penyedia layanan keuangan untuk melangkah dari tahap uji coba menuju penerapan skala besar.
“Setelah salah satu tahun paling menarik dalam dunia kripto (termasuk bagi Ripple), industri ini kini memasuki era produksi,” ujar Long.
Menurut eksekutif Ripple tersebut, tahun 2026 akan menjadi momen institusionalisasi kripto, di mana:
Pusat dari prediksi Long adalah stablecoin, yang menurutnya kini bertransformasi dari sekadar jalur pembayaran alternatif menjadi fondasi utama bagi penyelesaian transaksi global. Pandangannya ini sejalan dengan prediksi CEO Coinbase bahwa bank di masa depan akan menginginkan stablecoin yang memberikan bunga.
Monica Long mencatat bahwa jaringan pembayaran besar dan perusahaan fintech telah mulai mengintegrasikan dolar digital ke dalam sistem mereka yang sudah ada.
“Stablecoin akan menjadi dasar untuk penyelesaian transaksi global, bukan sekadar jalur alternatif,” kata Long, sambil menyoroti langkah Visa, Stripe, dan institusi keuangan besar lainnya yang telah menanamkan stablecoin ke dalam aliran pembayaran mereka.
Meski adopsi oleh konsumen terus berjalan, ia menekankan bahwa pertumbuhan sebenarnya ada pada pembayaran B2B (business-to-business), di mana perusahaan menggunakan dolar digital untuk mendapatkan likuiditas secara real-time dan efisiensi modal.
Presiden Ripple itu juga menyoroti data yang menunjukkan bahwa pembayaran stablecoin B2B mencapai tingkat tahunan sebesar $76 miliar tahun lalu — naik drastis dari kurang dari $100 juta per bulan pada awal 2023.
Ia menambahkan, potensi besarnya adalah membebaskan triliunan dolar dari modal kerja yang selama ini mengendap dan tidak digunakan di neraca keuangan perusahaan.
Prediksi besar kedua dari Monica Long adalah bahwa kripto tidak lagi akan dipandang sebagai aset spekulatif oleh institusi, melainkan sebagai infrastruktur inti dalam sistem keuangan.
Pada tahun 2026, ia memperkirakan sekitar 50% dari perusahaan Fortune 500 akan memiliki eksposur terhadap kripto atau strategi manajemen aset digital yang telah diformalkan dalam keuangan perusahaan mereka.
“Kripto bukan lagi sekadar spekulasi — kini menjadi lapisan operasional dalam keuangan modern,” tulisnya, sambil memprediksi penggunaan aktif terhadap aset tokenisasi, obligasi pemerintah (T-bills) berbasis blockchain, stablecoin, dan instrumen keuangan yang dapat diprogram di neraca perusahaan.
Baca juga: Harga Dogecoin Naik ke $0.12 Hari Ini (22/1/26): Apakah DOGE Bisa Memicu Pemulihan yang Kuat?
Ia juga menyoroti pertumbuhan pesat ETF kripto, yang kini mulai memberikan akses bagi investor institusional, meskipun saat ini baru mencakup sekitar 1–2% dari total pasar ETF di AS — menunjukkan bahwa masih ada potensi pertumbuhan yang sangat besar.
Seiring dengan meningkatnya adopsi, Monica Long memperkirakan pasar modal akan mengikuti jejak tersebut. Ia memprediksi bahwa 5–10% dari aktivitas penyelesaian transaksi global akan berpindah ke blockchain, didorong oleh tokenisasi dan fleksibilitas kolateral berbasis stablecoin.
Di saat yang sama, layanan kustodian kripto memasuki fase konsolidasi. Dengan aktivitas merger dan akuisisi kripto yang mencapai $8,6 miliar pada tahun 2025, Long memprediksi bahwa layanan kustodian akan menjadi medan persaingan besar berikutnya, di mana komoditisasi mendorong integrasi vertikal dan strategi multi-kustodian.
Menjelang tahun 2026, ia memperkirakan lebih dari separuh dari 50 bank terbesar dunia akan membentuk hubungan kustodian baru secara resmi.
Long juga menyoroti konvergensi antara teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), di mana kontrak pintar, model AI, dan teknologi zero-knowledge proof yang menjaga privasi digunakan untuk mengotomatisasi manajemen keuangan perusahaan, optimalisasi kolateral, dan penilaian risiko secara real-time.
Namun, meskipun visi yang disampaikan cukup besar, respons pasar tetap datar. Harga XRP justru turun lebih dari 3% menjadi $1,90, menembus kembali di bawah angka $2.
Penurunan harga XRP ini mencerminkan ketidaksesuaian antara pergerakan harga jangka pendek dan narasi pembangunan infrastruktur jangka panjang — meskipun Ripple sedang memposisikan tahun 2026 sebagai titik penting bagi adopsi kripto oleh institusi.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: