
Jakarta, Pintu News ā Penurunan harga Bitcoin menjadi $87.895 pada hari Selasa telah membangkitkan kebiasaan lama pasar: mengaitkan satu narasi yang jelas terhadap aksi harga yang kompleks dan beragam. Kali ini, isu yang menjadi sorotan adalah komputasi kuantum, yang disebut-sebut sebagai ancaman eksistensial yang menjelaskan mengapa kinerja Bitcoin kalah dibandingkan emas yang mencapai harga tertinggi baru di $4.888.
Quantum computing sering dianggap sebagai ancaman yang dapat menggoyahkan dasar keamanan Bitcoin (BTC). Namun, tidak semua pihak setuju bahwa ini adalah alasan utama di balik penurunan harga Bitcoin. Vijay Boyapati, seorang pendukung Bitcoin, mengakui bahwa komputasi kuantum adalah masalah yang nyata, tetapi menolaknya sebagai penjelasan utama atas stagnasi harga Bitcoin.
Boyapati berpendapat bahwa struktur pasar dapat menyebabkan kerusakan sendiri ketika tingkat harga tertentu memicu distribusi dan kepercayaan mulai retak. Menurutnya, peningkatan harga seperti gelombang yang menghantam gletserāpada akhirnya, sejumlah pasokan akan terlepas dan jatuh ke buku pesanan.
Baca Juga: Apakah Investasi Gen Z Hanya pada Kripto adalah Keputusan Cerdas atau Tidak? Ini Kata Analis!
James Check, seorang analis on-chain Bitcoin yang terkenal, berpendapat bahwa meskipun risiko kuantum mungkin membatasi sebagian modal, itu bukan pendorong utama divergensi antara emas dan Bitcoin. Check menunjukkan bahwa emas mendapatkan permintaan karena negara-negara berdaulat membelinya sebagai pengganti surat berharga.
Lebih lanjut, Check menyoroti tekanan sisi penawaran yang telah diabsorpsi oleh Bitcoin. Menurutnya, Bitcoin telah mengalami tekanan jual dari para HODLer pada tahun 2025 yang seharusnya dapat menghancurkan setiap pasar bullish sebelumnya beberapa kali.

Dalam pembaruan pasar yang singkat, diposting oleh brand analitik Checkonchain, pemicu langsung untuk pergerakan harga dijelaskan lebih karena penggunaan leverage daripada risiko eksistensial. Bitcoin ādijual kembali ke kisaran tinggi $80.000-an,ā dengan āpara bear mengambil para trader long yang menggunakan leverage.ā
Secara teknis, struktur pasar masih menyerupai bendera bear, dengan ākantong udara pasokan yang jelasā antara $70.000 dan $81.000, yang menunjukkan dukungan penawaran yang tipis jika penjual mengambil alih kontrol.

Pada akhirnya, sementara komputasi kuantum mungkin menjadi perhatian di latar belakang, pasar Bitcoin dipengaruhi oleh berbagai faktor yang lebih kompleks. Memahami dinamika ini membutuhkan analisis yang lebih mendalam daripada sekadar mengaitkan setiap penurunan dengan satu penyebab tunggal.
Baca Juga: Harga XRP Terpuruk, Akankah Harganya Melonjak di Akhir Januari 2026?
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.