5 Cara Shorting XRP, Ini Beberapa Hal yang Wajib Kamu Tau!

Di-update
January 23, 2026
Gambar 5 Cara Shorting XRP, Ini Beberapa Hal yang Wajib Kamu Tau!

Jakarta, Pintu News – Mau mendapatkan profit saat harga XRP turun? Teknik shorting bisa jadi strategi yang kamu butuhkan. Shorting atau menjual aset saat harga tinggi dengan harapan membelinya kembali di harga lebih rendah, merupakan cara populer yang digunakan trader untuk meraih profit di pasar kripto yang fluktuatif.

Namun, strategi ini juga mengandung risiko tinggi dan membutuhkan pemahaman yang matang. Dalam artikel ini, kita akan membahas 5 cara shorting XRP yang bisa kamu pelajari, lengkap dengan hal-hal penting yang wajib kamu ketahui sebelum mencobanya.

Pilih Platform yang Menyediakan Fitur Short, Seperti Pintu Futures

Langkah awal untuk melakukan shorting XRP adalah memilih platform yang mendukung fitur short-selling melalui kontrak derivatif. Tidak semua exchange menyediakan fasilitas ini, terutama untuk aset yang memiliki volatilitas tinggi seperti XRP. Oleh karena itu, penting bagi trader untuk memilih platform dengan likuiditas yang cukup dan sistem pengelolaan risiko yang andal.

Baca juga: Investasi Crypto untuk Pemula di 2026: Tips and Tricks!

Salah satu platform yang tersedia di Indonesia adalah Pintu Futures, yang memungkinkan pengguna membuka posisi long maupun short pada berbagai aset kripto, termasuk XRP.

Melalui kontrak futures, trader bisa berspekulasi terhadap penurunan harga XRP tanpa perlu benar-benar memiliki aset tersebut secara langsung. Ini menjadi solusi ideal bagi mereka yang ingin memanfaatkan peluang dari pergerakan harga ke bawah.

Memahami Dasar-Dasar Shorting Crypto

Sebelum membahas lebih jauh tentang strategi shorting dalam dunia kripto, penting untuk memahami terlebih dahulu apa arti dari ā€œshortingā€ sebuah aset. Shorting—atau short selling—adalah strategi trading yang digunakan ketika seorang investor memperkirakan bahwa harga suatu aset akan turun.

Berbeda dengan strategi long (membeli aset dan menjualnya nanti saat harga naik), shorting melibatkan meminjam aset untuk dijual di harga pasar saat ini, dengan harapan bisa membelinya kembali di harga yang lebih rendah. Selisih harga inilah yang menjadi potensi keuntungan bagi trader.

Secara umum, proses shorting cryptocurrency melibatkan beberapa langkah berikut:

  • Meminjam Aset: Trader meminjam sejumlah cryptocurrency dari penyedia pinjaman atau exchange, biasanya dikenakan biaya tertentu untuk fasilitas ini.
  • Menjual Aset: Cryptocurrency yang dipinjam langsung dijual di pasar dengan harga saat ini.
  • Menunggu Penurunan Harga: Trader menunggu agar harga cryptocurrency tersebut turun, idealnya jauh di bawah harga saat penjualan pertama.
  • Membeli Kembali Aset: Setelah harga turun seperti yang diharapkan, trader membeli kembali aset tersebut dari pasar.
  • Mengembalikan Aset yang Dipinjam: Trader lalu mengembalikan cryptocurrency yang dipinjam kepada pemberi pinjaman atau exchange, menutup posisi short.
  • Menentukan Laba atau Rugi: Keuntungan atau kerugian dihitung dari selisih antara harga jual awal dan harga beli kembali, dikurangi biaya-biaya yang mungkin timbul selama proses shorting.

Strategi ini menawarkan peluang keuntungan saat pasar sedang turun, tetapi juga mengandung risiko tinggi, terutama di pasar kripto yang sangat fluktuatif.

Pahami dan Kelola Risiko dengan Baik

Melakukan short-selling XRP memiliki risiko yang berbeda dibandingkan dengan membeli aset secara langsung. Saat membeli, kerugian maksimal yang bisa terjadi hanya sebesar modal awal yang kamu keluarkan. Namun, ketika melakukan short, potensi kerugian bisa tidak terbatas jika harga XRP terus bergerak naik.

Untuk mengurangi risiko saat melakukan short XRP, ada beberapa langkah manajemen risiko yang perlu diterapkan:

  • Batasi penggunaan leverage agar eksposur risiko tetap terkendali
  • Gunakan fitur stop-loss untuk membatasi potensi kerugian
  • Sesuaikan ukuran posisi dengan tingkat toleransi risiko kamu
  • Pantau kondisi pasar secara berkala dan konsisten
  • Terapkan trailing stop untuk mengamankan keuntungan yang sudah didapat
  • Lakukan diversifikasi posisi trading untuk mengurangi risiko terpusat

Meskipun langkah-langkah ini dapat membantu mengelola risiko, penting untuk diingat bahwa risiko tidak dapat dihilangkan sepenuhnya—terutama di pasar crypto yang dikenal sangat volatil.

Gunakan Leverage dengan Bijak

Leverage adalah fasilitas yang memungkinkan trader untuk mendapatkan eksposur pasar yang jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah dana yang trader setor untuk membuka posisi.

Leverage bekerja dengan menggunakan dana jaminan, yang disebut margin, untuk memberi kamu akses terhadap nilai penuh dari aset yang diperdagangkan. kamu hanya perlu menyetor sebagian kecil dari nilai total posisi, sementara sisanya dipinjamkan oleh platform penyedia.

Baca juga: 5 Cara Shorting Memecoin, Ini Beberapa Hal yang Wajib Kamu Tau!

Perbandingan antara total eksposur dan margin yang kamu setorkan disebut rasio leverage. Rasio ini bisa berbeda-beda tergantung pada jenis instrumen yang diperdagangkan serta profil risiko masing-masing trader. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan leverage secara bijak, karena meskipun dapat memperbesar potensi keuntungan, leverage juga dapat memperbesar potensi kerugian.

Diversifikasi Portofolio

Salah satu tips penting dalam investasi kripto adalah melakukan diversifikasi portofolio. Diversifikasi bukanlah konsep baru dalam dunia investasi—ini merupakan prinsip dasar dalam mengelola uang dengan bijak. Tujuannya adalah untuk melindungi portofolio dari ketidakpastian pasar dan menjadi bagian penting dari strategi manajemen risiko Anda.

Secara sederhana, hanya berinvestasi di XRP saja mungkin tidak cukup jika kamu ingin mendapatkan manfaat penuh dari inovasi di pasar kripto. Dengan menyebar investasi ke berbagai aset digital lainnya, kamu berpeluang memanfaatkan pertumbuhan dari berbagai sektor dalam ekosistem kripto.

Strategi diversifikasi juga bisa membantu kamu mencapai tujuan investasi jangka panjang. Selain berpotensi mengurangi risiko kerugian besar, diversifikasi memberi kamu eksposur terhadap lebih banyak aset kripto.

Rata-rata, portofolio yang terdiversifikasi cenderung memiliki volatilitas lebih rendah dan imbal hasil lebih stabil dibandingkan portofolio yang hanya berisi 1 aset crypto.

Lalu, bagaimana cara mendiversifikasi portofolio kripto kamu? Kamu bisa mempertimbangkan aset lain seperti token proyek blockchain yang solid, saham perusahaan teknologi yang terlibat dalam kripto, hingga ETF kripto. Namun, perlu diingat bahwa semua bentuk investasi tetap memiliki risiko masing-masing, termasuk saham dan produk turunan lainnya.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->