
Jakarta, Pintu News ā Proof of History (PoH) adalah salah satu inovasi unik dalam dunia blockchain yang dikembangkan oleh jaringan Solana. Berbeda dengan mekanisme konsensus tradisional seperti Proof of Work (PoW) atau Proof of Stake (PoS), PoH memperkenalkan cara baru dalam mencatat dan mengurutkan transaksi berdasarkan waktu.
Dengan pendekatan ini, Solana mampu memproses transaksi jauh lebih cepat dan efisien, menjadikannya salah satu blockchain dengan performa tinggi. Artikel ini akan membahas secara ringkas apa itu PoH, bagaimana cara kerjanya, serta keunggulannya dalam ekosistem Solana.
Proof of History (PoH) adalah mekanisme konsensus baru yang dikembangkan oleh Anatoly Yakovenko, pendiri Solana Labs. Konsep utama dari PoH adalah bahwa urutan peristiwa dalam jaringan Blockchain sama pentingnya dengan peristiwanya sendiri. Kemampuan untuk membuktikan urutan kejadian sangat penting demi menjaga integritas jaringan.
Baca juga: Apa itu Take Profit dalam Trading? Ini Contoh & Cara yang Benar
Untuk mewujudkan hal ini, PoH menggunakan Verifiable Delay Function (VDF), yaitu fungsi kriptografi yang menghasilkan stempel waktu (timestamp) untuk setiap blok dalam Blockchain. VDF dirancang agar sulit dimanipulasi, karena bersifat tahan terhadap percepatan (delay-hard) dan penggunaan memori tinggi (memory-hard), sehingga menyulitkan pihak jahat untuk memalsukan stempel waktu tersebut.
Stempel waktu yang dihasilkan VDF dimasukkan ke dalam setiap blok, menciptakan catatan transaksi yang dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah, yang menunjukkan urutan terjadinya transaksi. Dengan menggunakan PoH, Blockchain dapat mencapai finalitas cepat, artinya setelah suatu blok ditambahkan, blok tersebut dianggap final dan tidak dapat dibatalkan.
Proof of History (PoH) adalah mekanisme konsensus unik. Berikut penjelasan langkah demi langkah secara sederhana mengenai cara kerjanya:
Stempel Waktu Kriptografis (Cryptographic Timestamping):
Inti dari PoH adalah penggunaan stempel waktu berbasis kriptografi, yang memanfaatkan fungsi hash berurutan dan tahan pre-image. Fungsi ini menerima input (keadaan terkini Blockchain dan benih acak) lalu menghasilkan output yang unik dan tak bisa dibalik (hash). Hash ini berfungsi sebagai stempel waktu yang dapat diverifikasi.
Membuat Rantai Hash (Hash Chain):
Solana membentuk rantai hash dengan menerapkan fungsi hash secara berulang terhadap hasil dari hash sebelumnya. Setiap langkahnya disebut ātickā, yang merepresentasikan waktu yang telah berlalu berdasarkan jumlah operasi hash. Ini menciptakan jejak waktu kontinu dan dapat diverifikasi untuk mengurutkan transaksi.
Merekam Transaksi:
Ketika transaksi dilakukan, transaksi tersebut dikirim bersama hash terbaru yang diamati. Validator memverifikasi validitas dan waktu transaksi dengan memastikan bahwa hash tersebut berada dalam urutan PoH saat ini. Ini membuktikan bahwa transaksi terjadi pada waktu tertentu.
Konsensus:
Transaksi yang telah diberi stempel waktu menggunakan PoH kemudian diproses dengan algoritma konsensus berbasis Proof of Stake (PoS)ādalam hal ini, Tower BFT milik Solana. Validator mempertaruhkan token SOL untuk berpartisipasi dan mendapatkan imbalan atas peran mereka dalam mengamankan jaringan dan memvalidasi transaksi. Dengan bantuan sistem penanda waktu dari PoH, Tower BFT dapat mencapai konsensus dengan cepat, memungkinkan Solana memproses ribuan transaksi per detik.
Baca juga: Web4: Pengertian, Contoh, dan Perbedaanya dengan Web3 & Web5
Keuntungan PoH:
PoH menawarkan sejumlah keunggulan, seperti skalabilitas tinggi (ribuan transaksi per detik), latensi rendah, keamanan tinggi, dan efisiensi energi karena tidak memerlukan daya komputasi besar seperti sistem Proof of Work (PoW).
Verifiable Delay Function (VDF):
Komponen utama PoH adalah VDF, yang memastikan produsen blok melewati proses tertentu untuk mendapatkan slot produksi blok mereka. Solana menambahkan hash dari data yang berkaitan dengan status sebelumnya dalam urutan transaksi, sehingga menciptakan stempel waktu yang dapat diverifikasi tanpa kemungkinan merekonstruksi data atau membuat versi alternatif.
Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan utama antara Proof of History (PoH) dan Proof of Stake (PoS):
| Mekanisme Konsensus | Proof of Stake | Proof of History |
|---|---|---|
| Deskripsi | Mengandalkan validator yang dipilih berdasarkan jumlah aset kripto yang mereka staking sebagai jaminan. | Menggunakan fungsi Verifiable Delay Function (VDF) untuk mencatat dan memverifikasi waktu antar blok. |
| Imbalan | Validator memperoleh imbal hasil secara berkala dari aset yang mereka staking. | Peserta diberi imbalan berupa biaya transaksi untuk setiap blok yang mereka validasi. |
| Fungsi Utama | Validasi dilakukan dengan memverifikasi kepemilikan aset kripto yang di-staking. | Validasi dilakukan berdasarkan stempel waktu (timestamp) dari transaksi. |
| Keamanan vs Efisiensi | Lebih efisien daripada Proof of Work, tapi tingkat keamanannya relatif lebih rendah. | Meningkatkan skalabilitas sambil memanfaatkan mekanisme konsensus yang sudah ada. |
| Konsumsi Energi | Lebih hemat energi dibandingkan Proof of Work. | Sangat efisien karena tidak membutuhkan perhitungan komputasi berat. |
Konsensus Proof of History (PoH) yang digunakan dalam jaringan Solana menawarkan banyak keuntungan, namun juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Berikut penjabaran kelebihan dan kekurangannya:
Transaksi Lebih Cepat:
PoH menghilangkan kebutuhan setiap node untuk menyepakati urutan transaksi satu per satu, sehingga proses transaksi menjadi jauh lebih cepat dibandingkan beberapa mekanisme konsensus lainnya.
Skalabilitas Tinggi:
Karena proses transaksi berlangsung cepat, jaringan mampu menangani volume transaksi yang lebih besar per detik. Hal ini membuat PoH cocok untuk digunakan dalam skenario dunia nyata yang membutuhkan skalabilitas tinggi.
Efisiensi Energi:
Tidak seperti Proof of Work yang memerlukan perhitungan rumit, PoH lebih hemat energi karena tidak bergantung pada komputasi berat.
Menjaga Desentralisasi:
PoH tetap menjaga prinsip desentralisasi blockchain karena pemrosesan transaksi tidak dikendalikan oleh satu pihak tertentu, sehingga kepercayaan dan keamanan tetap terjaga.
Baca juga: Bitcoin akan Bull Run di 2026? Ini Alasan Arthur Hayes Optimis!
Kompleksitas Lebih Tinggi:
Mekanisme PoH menambah kompleksitas pada arsitektur jaringan, yang berpotensi meningkatkan risiko munculnya bug atau celah keamanan.
Kebutuhan Perangkat Keras Tinggi:
Fungsi Verifiable Delay Function (VDF) yang digunakan memerlukan perangkat keras yang cukup kuat, sehingga pada awalnya bisa meningkatkan biaya bagi pihak yang ingin bergabung sebagai node di jaringan.
PoW memvalidasi transaksi dengan komputasi berat dan boros energi. PoS memilih validator berdasarkan jumlah aset yang di-staking, lebih efisien dan hemat energi. PoH menggunakan stempel waktu untuk mempercepat urutan transaksi, seperti yang diterapkan di Solana.
Solana adalah blockchain utama yang menggunakan mekanisme Proof of History.
Tidak selalu. PoW lebih aman tapi boros energi. PoS lebih efisien dan ramah lingkungan, tapi bisa kurang desentralisasi.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
*Featured Image: Mudrex