
Jakarta, Pintu News ā Harga perak (silver) menunjukkan rebound setelah mengalami penurunan tajam lebih dari 7 persen dari level tertinggi sepanjang masa pada sesi sebelumnya, menguat kembali di atas US$110 per ons setelah aksi beli di sesi Asia mengurangi tekanan jual harian. Pergerakan ini mencerminkan volatilitas kuat yang sedang terjadi pada logam mulia di tengah tren safe haven global, dengan emas juga bertahan di atas US$5.000 per ons.
Perak mencatat lonjakan intraday terbesar sejak krisis finansial 2008, sempat naik sekitar 14 persen sebelum kemudian mengalami koreksi dan akhirnya pulih di atas US$110 per ons. Pergerakan ini menunjukkan dinamika ekstrem pada permintaan logam tersebut, yang sering dipandang sebagai indikator kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi dan mata uang fiat.
Setelah retracement yang signifikan lebih dari 7 persen dari level puncaknya di atas US$117 per ons, perak menemukan level dukungan di kisaran US$103, kemudian melanjutkan rebound. Pola ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan, momentum teknikal pembelian masih ada di antara para pelaku pasar.
Baca Juga: Emas Mendominasi, Bitcoin (BTC) Terpuruk di Tengah Kekhawatiran Intervensi Yen, Kenapa?

Rebound perak terjadi di tengah peningkatan permintaan logam safe haven secara luas. Emas yang juga diperdagangkan kuat di atas US$5.000 per ons menandakan bahwa kekhawatiran terhadap debasement mata uang fiat dan risiko geopolitik tetap menjadi pendorong permintaan atas logam mulia. Kondisi ini sering kali mendorong investor beralih dari mata uang tradisional atau aset berisiko seperti saham dan crypto ke instrumen yang dipandang lebih stabil nilai intrinsiknya.
Namun, beberapa analis teknikal dan pelaku pasar memperingatkan bahwa rally besar seperti yang terlihat baru-baru ini bisa menghasilkan drawdown yang lebih dalam pada perak dibanding emas karena volatilitas yang lebih tinggi. Perak historisnya menunjukkan fluktuasi harga yang lebih tajam setelah periode reli panjang, sehingga level support seperti US$105ā110 akan menjadi penting untuk menentukan arah selanjutnya.
Selain sentimen makro, faktor teknikal seperti rasio emas-perak yang kini lebih rendah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya menunjukkan bahwa pasar sedang mengalami fase dislokasi harga relatif antara kedua logam utama ini. Rasio yang menurun kadang menandakan bahwa perak menguat relatif terhadap emas, namun juga bisa disertai volatilitas lebih tinggi.
Investor yang memantau pergerakan perak dalam konteks pasar global sering menggunakan level psikologis US$110ā115 per ons sebagai tolok ukur arah jangka pendek. Breakout di atas level ini bisa menandakan momentum rebound yang lebih kuat, sementara penurunan di bawah US$105 bisa mengisyaratkan koreksi lanjutan.
Pemulihan perak setelah penurunan tajam menunjukkan bahwa permintaan safe haven tetap relevan dalam lingkungan ketidakpastian ekonomi dan monetisasi fiskal di banyak negara maju. Bagi investor komoditas, volatilitas saat ini bisa menawarkan peluang trading jangka pendek sekaligus kebutuhan manajemen risiko yang lebih ketat.
Pergerakan logam ini juga menjadi referensi bagi investor aset seperti Bitcoin dan aset crypto lainnya, yang kadang bergerak berlawanan arah dengan safe haven tradisional di fase risiko pasar tinggi. Interaksi harga antara aset berisiko dan safe haven seperti emas dan perak tetap menjadi indikator penting dalam analisis sentimen pasar global.
Baca Juga: Penurunan Drastis Ripple (XRP): Analisis dan Prospek di Tahun 2026
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.