
Jakarta, Pintu News ā Gejolak tajam Bitcoin pada Oktober lalu kembali memicu perdebatan soal stabilitas pasar crypto dan cryptocurrency. Penurunan harga yang terjadi secara cepat sempat memicu kekhawatiran bahwa pasar telah memasuki fase bearish berkepanjangan.
Namun, CEO ARK Invest Cathie Wood justru melihat peristiwa tersebut sebagai shakeout besar yang kini mendekati akhir. Menurutnya, koreksi ini berpotensi menjadi fondasi bagi pergerakan naik Bitcoin selanjutnya.
Cathie Wood menilai kejatuhan Bitcoin pada Oktober dipicu terutama oleh gangguan perangkat lunak di Binance. Glitch tersebut memicu deleveraging masif senilai 28 miliar dolar AS atau sekitar Rp470,3 triliun dalam satu hari.
Peristiwa ini tercatat sebagai deleveraging harian terbesar dalam sejarah pasar crypto. Dampaknya, Bitcoin anjlok sekitar 14 persen dari level di atas 122.000 dolar AS ke kisaran 105.000 dolar AS.
Dalam periode yang sama, Ethereum juga mengalami tekanan signifikan dengan penurunan harga lebih dari 20 persen hanya dalam hitungan jam. Aksi jual dipercepat oleh likuidasi paksa atas posisi leverage yang mencapai lebih dari 19 miliar dolar AS. Wood menilai dinamika ini bukan sekadar volatilitas pasar biasa. Ia menyebutnya sebagai guncangan sistemik yang dipicu oleh kegagalan mikrostruktur bursa.
Baca juga: Sony Suntik Rp218 Miliar ke Startale, Soneium Diproyeksikan Jadi Mesin Crypto Global

Menurut Wood, fase unwind yang dimulai sejak 10 Oktober kini sebagian besar telah selesai. Ia memperkirakan Bitcoin akan bergerak konsolidatif di kisaran 80.000 hingga 90.000 dolar AS sebelum kembali melanjutkan tren naik. Wood menyebut koreksi kali ini sebagai penurunan paling dangkal dalam siklus empat tahunan Bitcoin. Hal ini memperkuat pandangannya bahwa struktur pasar BTC semakin matang.
Lebih jauh, Wood menekankan adanya perubahan besar dalam cara institusi memandang Bitcoin. Investor institusional tidak lagi memperdebatkan legitimasi BTC sebagai aset investasi. Fokus kini bergeser ke penentuan ukuran alokasi dalam portofolio. Bitcoin diposisikan sebagai aset dengan korelasi rendah terhadap instrumen keuangan tradisional.
Baca juga: Kenapa Emas Antam Turun Hari Ini (30/1/26)?
ARK Invest memproyeksikan nilai pasar Bitcoin bisa mencapai 16 triliun dolar AS atau sekitar Rp268,8 kuadriliun pada 2030. Proyeksi ini didasarkan pada adopsi institusional yang terus meningkat. Saat ini, lebih dari 2.000 firma penasihat keuangan di Amerika Serikat telah mengalokasikan dana ke produk ETP crypto. Jumlah tersebut melonjak tajam dibandingkan kurang dari 200 firma sebelum 2024.
Selain itu, kustodian institusional kini diperkirakan menguasai sekitar 5 hingga 7 persen dari total pasokan Bitcoin yang beredar. Wood menyebut Bitcoin sebagai tiga revolusi sekaligus, yakni sistem moneter berbasis aturan, terobosan teknologi, dan aset utama dari kelas aset baru. Ia juga menegaskan komitmen ARK terhadap produk ARK 21Shares ETF. Menurutnya, level support pasar seharusnya tetap terjaga seiring meredanya dampak deleveraging Oktober.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: