Michael Saylor Incar Beli Bitcoin saat BTC Turun ke USD 78,000!

Di-update
February 2, 2026
Gambar Michael Saylor Incar Beli Bitcoin saat BTC Turun ke USD 78,000!

Jakarta, Pintu News – Dalam tekanan pasar crypto akhir Januari 2026, harga Bitcoin sempat merosot ke sekitar USD 78,000, mencerminkan pelemahan permintaan jangka pendek. Didorong oleh kondisi pasar ini, eksekutif terkenal di dunia Bitcoin memberikan sinyal bahwa ada langkah pembelian kembali yang sedang dipertimbangkan. Gerak pasar ini mendorong tanda tanya besar di kalangan investor muda dan pemula mengenai arah selanjutnya dari aset kripto terbesar dunia.

Michael Saylor Tanda Beli Lagi Saat BTC Melemah

Michael Saylor, ketua eksekutif Strategy yang dikenal sebagai salah satu akumulator publik Bitcoin terbesar, memberikan isyarat lewat unggahan di media sosial bahwa perusahaan dapat melakukan pembelian Bitcoin lebih lanjut. Sinyal ini muncul saat harga Bitcoin turun ke sekitar USD 78,000, menandai tekanan jual yang cukup kuat di pasar. Kebijakan pembelian ini biasanya dipublikasikan dengan format tanda visual yang diikuti pengumuman resmi pada hari berikutnya.

Respons pasar atas sinyal tersebut tidak langsung mengangkat harga Bitcoin secara signifikan, yang menandakan bahwa dukungan saat ini lebih bersifat jangka panjang, bukan dorongan harga instan. Karena peluang modal terbatas akibat kinerja saham dan instrumen preferen Strategy yang melemah, kemampuan perusahaan untuk membeli Bitcoin dalam jumlah besar kemungkinan masih terkendala oleh kondisi pasar modal.

Baca Juga: 7 Prediksi Harga Ethereum (ETH) 2026: Target Bullish, Risiko & Proyeksi

Bitcoin Melemah Bawah USD 100,000 dan Psikologi Pasar

Harga Bitcoin turun hampir 10 % dalam beberapa hari terakhir, mencapai level terendah sekitar USD 78 000, yang menandakan resistensi pasar terhadap kondisi bearish dalam jangka pendek. Penurunan ini secara signifikan melemahkan selera risiko di pasar crypto, sehingga permintaan terhadap aset berisiko seperti altcoin menurun.

Menguatnya pandangan risk-off ini juga terlihat dalam perilaku trader yang mulai mempertimbangkan posisi bearish sama kuatnya dengan taruhan bullish di level tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih volatil dan dipengaruhi oleh fluktuasi besar harga Bitcoin.

Strategi Pembelian BTC dan Keterbatasan Modal

Saylor dan Strategy sering menggunakan program “at-the-market” (ATM) yang memungkinkan perusahaan menjual sahamnya untuk mengumpulkan modal guna pembelian Bitcoin tambahan. Namun, dengan saham common dan preferen perusahaan yang melemah, kapasitas pengumpulan modal melalui metode ini terbatas. Hal ini berimplikasi bahwa pembelian BTC berikutnya kemungkinan akan lebih kecil dibandingkan akumulasi sebelumnya.

Strategi ini bukan sekadar pembelian harga rendah semata, tetapi juga bagian dari komitmen jangka panjang terhadap Bitcoin. Meski biaya modal dan tekanan pasar membuat strategi ini kurang fleksibel dalam jangka pendek, komitmen jangka panjang masih menjadi fokus utama.

Respon Pasar dan Implikasi bagi Investor Crypto

Munculnya sinyal pembelian Bitcoin oleh Saylor dapat menyiratkan bahwa ada kesempatan membentuk dasar harga jika pasar terus melemah. Namun, sinyal ini lebih mencerminkan keyakinan atas nilai jangka panjang Bitcoin ketimbang momentum harga jangka pendek. Bagi investor muda dan pemula, memahami perbedaan antara sinyal jangka panjang dan reaksi pasar jangka pendek adalah kunci untuk mengelola harapan.

Selain itu, karena kondisi likuiditas dari saham Strategy terbatas, dampak pembelian terhadap harga Bitcoin di pasar spot kemungkinan tidak sebesar di masa sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa strategi pembelian institusional tidak selalu menggerakkan harga secara langsung, terutama ketika sentimen pasar masih rapuh.

Kesimpulan

Isyarat pembelian Bitcoin dari Michael Saylor saat BTC turun ke level sekitar USD 78 000 mencerminkan dinamika pasar crypto saat ini: tekanan harga jangka pendek tetap kuat, tetapi keyakinan jangka panjang tetap dipertahankan oleh sebagian investor institusional. Bagi investor muda, berita ini menggarisbawahi pentingnya membedakan antara strategi jangka panjang dan volatilitas pasar harian dalam navigasi pasar cryptocurrency.

Baca Juga: 7 Prediksi Harga Emas Februari 2026: Kenaikan, Skenario & Faktor Risiko!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->