Menjelang Laporan Pendapatan, Apakah Saham Google Masih Layak untuk Dibeli?

Di-update
February 5, 2026
Gambar Menjelang Laporan Pendapatan, Apakah Saham Google Masih Layak untuk Dibeli?

Jakarta, Pintu News – Meskipun indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) mengalami penurunan pada hari Selasa, saham Google justru menunjukkan posisi yang cukup kuat menjelang laporan pendapatan yang dijadwalkan pada 4 Februari.

Saham GOOGL mengalami tren positif dengan kenaikan 8,94% sejak awal tahun (YTD) dan kini berada di harga $341,85. Selain itu, kabar dari sisi bisnis Alphabet secara umum juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Namun, optimisme ini bisa jadi menutupi sejumlah risiko sistemik yang perlahan mulai muncul di pasar keuangan tahun 2026. Oleh karena itu, pertanyaan apakah saham Google layak dibeli sebelum laporan pendapatan masih tetap terbuka untuk diperdebatkan.

Mengapa Saham Google Layak Dibeli Menjelang Laporan Pendapatan

Berdasarkan laporan terbaru, Alphabet menunjukkan pertumbuhan di sebagian besar lini bisnisnya. Salah satu contohnya adalah platform kecerdasan buatan milik Google, Gemini, yang meskipun awalnya lambat, kini mulai menggerus lalu lintas web milik ChatGPT. Saat ini, pangsa pasar Gemini diperkirakan telah mencapai sekitar 20%.

Baca juga: Apa itu Black Card? Cara Mendapatkannya dan Keuntungannya!

Sektor inti Google, yaitu bisnis ‘Search’ (pencarian), juga tampaknya sudah kembali stabil.
Perubahan yang dilakukan pada tahun 2024 dan 2025 sempat membuat Google kehilangan sebagian pangsa pasar, karena banyak pengguna kecewa dengan performa pencarian, ditambah dengan menurunnya lalu lintas ke situs pihak ketiga akibat fitur ‘AI Overview’. Namun, dominasi Google dalam bidang pencarian kini telah menetap di angka sekitar 90% pada Februari 2026.

Dari sisi hukum, Google juga hampir menyelesaikan konflik antitrust jangka panjang dengan Epic Games—perusahaan di balik game populer Fortnite—dan bahkan sudah menyepakati kesepakatan senilai $800 juta terkait Unreal Engine dengan perusahaan teknologi besar lainnya.

Selain itu, Waymo, perusahaan mobil otonom milik Alphabet, juga menunjukkan kinerja solid dengan keberhasilan meraih pendanaan sebesar $16 miliar pada 2 Februari lalu.

Semua faktor ini memperkuat argumen bahwa saham Google layak dipertimbangkan untuk dibeli menjelang laporan pendapatan.

Wall Street Tetap Optimistis terhadap Saham Google

Melihat situasi secara umum dan tren kenaikan stabil saham Google dalam 12 bulan terakhir, tidak mengherankan jika Wall Street memprediksi bahwa laba per saham (EPS) Alphabet untuk kuartal keempat (Q4) akan naik menjadi $2,58. Hasil ini dijadwalkan akan diumumkan setelah penutupan pasar pada 4 Februari.

Prediksi EPS tersebut 14,2% lebih tinggi dibandingkan proyeksi Q3 sebelumnya sebesar $2,26, menunjukkan optimisme yang kuat dari para analis. Namun, investor perlu berhati-hati, karena saham GOOGL bisa saja bereaksi negatif jika hasil yang dirilis hanya memenuhi ekspektasi atau hanya sedikit melampaui target.

Sebagai catatan, kejutan pada laporan kuartal sebelumnya cukup besar, yaitu 27%, dengan EPS aktual mencapai $2,87. Artinya, agar tetap mendapat dorongan positif, Google setidaknya harus melampaui konsensus saat ini lebih dari 11%.

Lebih jauh lagi, untuk menjamin terjadinya reli saham, Alphabet harus membukukan EPS minimal $3,28, agar sebanding dengan kejutan di Q3.

Sumber: Nasdaq

Baca juga: CIO Bitwise Klaim Crypto Winter Telah Dimulai Sejak 2025: Pertanyaannya, Kapan akan Berakhir?

Meskipun Google secara historis selalu berhasil melampaui proyeksi—dan bahkan selalu mencetak hasil lebih tinggi dalam setiap laporan sejak Q4 tahun 2024—ekspektasi yang tinggi dan valuasi perusahaan yang terus melonjak tetap menjadi risiko tersendiri bagi para investor.

Mengapa Saham Google Mungkin Tidak Layak Dibeli di Tahun 2026

Di sisi lain, ledakan teknologi AI—yang kini menjadi fokus utama Alphabet dan perusahaan teknologi besar lainnya—justru bisa menjadi ancaman potensial bagi kinerja saham Google.

Belakangan ini, banyak berita seputar kecerdasan buatan (AI) yang bernada hati-hati, karena semakin banyak sinyal bahwa sektor ini mulai mengalami tekanan.

Salah satu contoh mencolok adalah terungkapnya fakta bahwa sekitar 45% backlog Microsoft sangat bergantung pada OpenAI. Ketergantungan ini, ditambah dengan margin keuntungan yang menyusut, menyebabkan kehancuran harga saham setelah laporan pendapatan Microsoft dirilis.

OpenAI sendiri juga dianggap sebagai risiko sistemik bagi perusahaan teknologi besar.

  • Di satu sisi, rencana perusahaan untuk mulai menampilkan iklan di chatbot-nya memicu spekulasi bahwa OpenAI mulai kekurangan dana, apalagi mengingat CEO-nya, Sam Altman, sebelumnya sangat menentang praktik semacam itu.
  • Di sisi lain, kabar bahwa Nvidia kemungkinan membatalkan komitmennya untuk berinvestasi $100 miliar ke OpenAI turut mengikis kepercayaan pasar.

Masalah lain yang berpotensi mengganggu—khususnya terkait bisnis cloud Google—adalah kekhawatiran baru-baru ini soal keterbatasan produksi dan krisis energi, yang dapat menyebabkan banyak pusat data baru tidak terpakai.

Sebagai gambaran, target konsumsi daya pusat data yang populer sejak 2025—seperti 10 gigawatt—dinilai tidak berkelanjutan, baik karena alasan lingkungan, waktu konstruksi, maupun kenyataan bahwa angka itu bahkan melebihi daya yang dibutuhkan untuk menerangi seluruh Kota New York.

Akhirnya, janji-janji ambisius yang dibuat oleh raksasa teknologi—yang sebelumnya mendorong valuasi pasar yang sangat tinggi—mulai terbukti berlebihan, sebagaimana terlihat dari semakin banyaknya proyek pusat data yang dibatalkan.

Semua ini menjadi peringatan serius bahwa saham Google, meskipun menjanjikan, bukan tanpa risiko di tahun 2026.

Trading Token Saham AS di Pintu

Bayangkan kamu bisa beli saham perusahaan besar seperti Google, Amazon (AMZNX), hingga Meta dalam bentuk token hanya dengan modal belasan ribu rupiah. Kabar baiknya, kini kamu bisa melakukan jual/beli token saham AS tertokenisasi dari xStocks dan Ondo di Pintu.

Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, sekarang kamu dapat menikmati proses penyelesaian transaksi untuk saham AS tertokenisasi yang lebih cepat, modal awal yang lebih terjangkau, serta pengalaman investasi yang lebih global.


Trading di Pintu Sekarang!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->