
Jakarta, Pintu News – Harga Ripple terus melemah menjelang 6 Februari 2026, memperpanjang fase koreksi setelah menembus pola konsolidasi penting di grafik harian. Dalam waktu singkat, XRP sudah terkoreksi sekitar 12%, mengikuti pelemahan pasar cryptocurrency yang juga menekan Bitcoin dan Ethereum . Kondisi ini membuat fokus analis bergeser ke zona support teknikal berikutnya, yang akan menentukan apakah tekanan jual mulai mereda atau justru masuk babak baru yang lebih dalam.
Tekanan terbaru dimulai ketika Ripple (XRP) menembus batas bawah pola segitiga konsolidasi yang sebelumnya menahan harga dalam rentang sempit. Selama pola itu bertahan, volatilitas relatif terkendali dan pasar masih menunggu arah baru.
Begitu area support tersebut jebol, minat jual menguat dan banyak posisi long terpicu stop-loss secara beruntun. Aliran order jual ini mempercepat pergerakan harga menuju proyeksi teknikal yang lebih rendah.
Analis membaca penurunan ini sebagai bagian dari siklus koreksi yang masih berada di dalam tren besar jangka panjang. Biasanya, fase akhir koreksi ditandai oleh penurunan tajam setelah beberapa gelombang konsolidasi lebih tenang.
Penjual jangka pendek memanfaatkan momentum untuk keluar, sementara pembeli jangka panjang menunggu di level yang dianggap lebih murah. Pola ini menjelaskan mengapa pergerakan harga terlihat tajam, meski belum tentu menandai berakhirnya tren naik multi-bulan.
Baca juga: Mayoritas Altcoin Anjlok Lebih dari 10%, Kenapa Market Crypto Crash Hari Ini (6/2/26)?
Secara teknikal, proyeksi berbasis swing sebelumnya menempatkan zona stabilisasi potensial di sekitar US$1,36, US$1,29, dan US$1,21. Dengan asumsi US$1 = Rp16.766, kisaran itu kira-kira setara dengan Rp22.802, Rp21.628, dan Rp20.287 per XRP.
Area sekitar US$1,21 atau kurang lebih Rp20.287 berdekatan dengan retracement 50% dari reli sebelumnya, yang sering menjadi titik di mana tekanan jual mulai melambat. Di sinilah biasanya investor jangka menengah mulai menguji akumulasi secara bertahap.
Jika tekanan jual tetap kuat dan harga menembus bersih di bawah rentang tersebut, skenario koreksi yang lebih dalam menjadi terbuka. Dalam kasus itu, XRP bisa terdorong menuju rentang perdagangan historis yang lebih rendah, sangat bergantung pada sentimen pasar crypto secara keseluruhan.
Sebaliknya, jika minat beli meningkat di zona ini, struktur harga berpeluang membentuk “dasar sementara” untuk percobaan rebound. Dengan demikian, area Rp20–23 ribu menjadi fokus utama pengamatan dalam beberapa sesi ke depan.
Baca juga: Harga Jual Emas 23 Karat Hari Ini, Jumat 6 Februari 2026
Untuk membalikkan narasi dari sekadar pantulan teknikal menjadi pemulihan yang lebih solid, XRP perlu merebut kembali area sekitar US$1,64. Level ini kurang lebih setara dengan Rp27.496 per XRP dan sebelumnya berfungsi sebagai batas atas zona konsolidasi. Penutupan harga yang konsisten di atas level ini akan menandakan bahwa momentum turun mulai mereda. Hal itu juga mengindikasikan pasar siap membangun basis harga baru yang lebih stabil.
Selama harga masih tertahan di bawah US$1,64, setiap reli berisiko hanya menjadi “dead cat bounce” di dalam tren turun jangka pendek. Trader harian perlu disiplin menetapkan level masuk dan keluar, mengingat fluktuasi intraday yang masih tinggi.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi