Ekonomi AS Bikin Semua Pasar Runtuh, Bukan Cuma Crypto yang Kena Hantam?

Di-update
February 6, 2026
Gambar Ekonomi AS Bikin Semua Pasar Runtuh, Bukan Cuma Crypto yang Kena Hantam?

Jakarta, Pintu News – Pasar keuangan global mengalami tekanan serentak pekan ini: saham, komoditas, hingga pasar crypto sama-sama dijual besar-besaran. Bitcoin memimpin pelemahan aset berisiko, sementara emas dan perak justru mencatat penurunan mingguan terdalam dalam beberapa bulan.

Korelasi yang biasanya saling mengimbangi kini bergerak searah, menandakan masalah yang lebih luas daripada sekadar sentimen terhadap satu kelas aset. Gejolak ini mengarah pada satu penjelasan utama: shock likuiditas yang bersumber dari dinamika ekonomi Amerika Serikat, bukan kegagalan cryptocurrency itu sendiri.

Likuiditas Mengering, Semua Aset Jadi Sumber Dana

Dalam kondisi pasar normal, ketika aset crypto tertekan, sebagian modal biasanya berpindah ke emas atau instrumen kas. Kali ini pola tersebut tidak muncul, karena investor memilih menjual hampir semua aset yang masih likuid.

Bitcoin (BTC), emas, dan perak sama-sama terkoreksi tajam, mengindikasikan proses unwinding leverage yang agresif. Tekanan jual bersifat mekanis: aset dijual untuk memenuhi margin call, bukan karena investor tiba-tiba “tidak percaya” lagi pada crypto atau logam mulia.

Saat leverage dipaksa dikurangi, pelaku pasar cenderung melepas instrumen yang paling mudah dikonversi menjadi uang tunai. Aset besar dan likuid otomatis menjadi target utama, mulai dari indeks saham, emas, perak, hingga token utama di pasar cryptocurrency.

Pola ini menjelaskan mengapa portofolio yang biasanya terdiversifikasi tampak runtuh bersamaan. Yang terjadi bukan rotasi portofolio yang rapi, melainkan de-risking masif di seluruh spektrum aset berisiko.

Baca juga: Harga Emas Antam 10 Gram Hari Ini, 6 Februari 2026

Manuver The Fed dan Data Tenaga Kerja yang Bikin Bingung

Di belakang turbulensi ini terdapat kebingungan atas arah kebijakan moneter Amerika Serikat. The Federal Reserve menghentikan quantitative tightening (QT) pada Desember dan mulai membeli Treasury bills jangka pendek untuk menstabilkan cadangan perbankan.

Secara teknis, langkah tersebut menghentikan pengeringan likuiditas di sistem keuangan dan menjaga “pipa” pendanaan antarbank tetap mengalir. Namun, pasar menilai kebijakan ini lebih sebagai sinyal stres laten di sistem, bukan sebagai stimulus yang mendorong risk-on.

Kebijakan itu juga tidak serta-merta menurunkan suku bunga jangka panjang, bunga KPR, atau biaya pinjaman korporasi, sehingga kondisi keuangan tetap ketat. Di saat yang sama, data tenaga kerja AS menambah ketidakjelasan: lowongan kerja menurun, perekrutan melambat, PHK meningkat, dan kepercayaan konsumen turun ke level terendah sejak 2014.

Baca juga: Apakah Harga Emas Pernah Turun Drastis?

Namun pengangguran belum melonjak, dan inflasi belum cukup turun untuk membenarkan pemangkasan suku bunga besar-besaran. Hasilnya, pasar terjebak di antara prospek pertumbuhan melemah dan kebijakan moneter yang tetap menekan.

Mengapa Emas dan Crypto Jatuh Bersamaan?

Emas dan perak turun meski ketidakpastian meningkat, karena keduanya sempat reli kuat sebelumnya dan kini menjadi sumber likuiditas yang mudah. Investor yang membutuhkan uang tunai cenderung melepas aset dengan keuntungan mengambang (unrealized gain) terbesar.

Di saat yang sama, penguatan dolar AS dan tingginya real yield mengurangi daya tarik jangka pendek logam mulia. Kombinasi faktor ini untuk sementara menggeser fungsi emas sebagai “safe haven” jangka pendek, walau perannya sebagai lindung nilai jangka panjang belum berubah.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->