5 Faktor Utama yang Membuat Harga Emas Naik

Di-update
February 7, 2026
Gambar 5 Faktor Utama yang Membuat Harga Emas Naik

Jakarta, Pintu News – Emas selalu menjadi pilihan favorit dalam dunia investasi, terutama di saat ketidakpastian ekonomi. Namun belakangan ini, banyak orang mulai bertanya-tanya, mengapa harga emas terus meningkat? Apakah ini hanya tren sesaat, atau ada faktor-faktor mendasar yang mendorong kenaikan ini?

Dalam artikel ini, 5 faktor utama yang menyebabkan harga emas terus melonjak akan dibahas. Dengan memahami hal ini, kamu dapat lebih mengenali dinamika pasar emas. Pertanyaan mengenai mengapa harga emas terus naik kerap muncul, karena emas dianggap sebagai aset yang stabil dan aman, terutama ketika kondisi ekonomi tidak menentu.

1. Ketidakpastian Ekonomi Global

Salah satu alasan utama mengapa harga emas terus meningkat adalah ketidakpastian ekonomi global. Saat kondisi ekonomi dunia tidak stabil, investor cenderung mencari aset yang aman, seperti emas. Contohnya, pada masa pandemi COVID-19, harga emas melonjak karena banyak negara mengalami resesi dan pasar yang tidak pasti.

Baca juga: Stok Emas Antam Kosong? Emas Tokenisasi Bisa Jadi Alternatif

Selain itu, krisis keuangan atau gejolak politik juga dapat mendorong harga emas naik. Emas dipandang sebagai aset perlindungan (safe haven) yang mampu mempertahankan nilainya bahkan dalam situasi terburuk. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memantau kondisi ekonomi global agar bisa memahami penyebab kenaikan harga emas.

Namun, perlu dicatat bahwa ketidakpastian ekonomi bukan satu-satunya faktor. Ada kalanya harga emas tetap stabil meskipun terjadi gejolak ekonomi. Karena itu, kamu juga perlu melihat faktor-faktor lain yang turut memengaruhi harga emas.

2. Inflasi yang Tinggi

Inflasi merupakan salah satu faktor utama yang menjawab pertanyaan mengapa harga emas terus meningkat. Ketika inflasi melonjak, nilai mata uang cenderung melemah, dan emas dipandang sebagai alat lindung kekayaan. Emas memiliki nilai intrinsik yang tidak terpengaruh oleh inflasi, sehingga banyak investor beralih ke emas saat daya beli uang menurun.

Selain itu, inflasi yang tinggi juga bisa mengurangi daya beli masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, emas menjadi pilihan investasi yang menarik karena harganya cenderung ikut naik seiring dengan meningkatnya harga barang dan jasa. Bagi kamu yang ingin berinvestasi emas, tingkat inflasi adalah indikator penting yang harus diperhatikan.

Meski begitu, hubungan antara inflasi dan harga emas tidak selalu berbanding lurus. Ada kalanya inflasi tinggi, tetapi harga emas tidak naik secara signifikan karena dipengaruhi faktor lain, seperti kebijakan moneter atau suku bunga. Oleh sebab itu, penting untuk melihat gambaran ekonomi secara menyeluruh.

3. Melemahnya Nilai Dolar AS

Dolar Amerika Serikat memiliki hubungan terbalik dengan harga emas. Ketika nilai dolar melemah, harga emas biasanya meningkat. Hal ini terjadi karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar AS, sehingga ketika dolar melemah, emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Jadi, mengapa harga emas terus naik? Salah satu jawabannya adalah karena dolar AS mengalami pelemahan. Selain itu, melemahnya dolar juga bisa meningkatkan permintaan emas dari negara-negara dengan mata uang yang lebih kuat dibandingkan dolar.

Contohnya, jika dolar melemah terhadap rupiah, maka investor Indonesia mungkin akan lebih tertarik membeli emas karena harganya relatif lebih terjangkau. Hal ini tentu dapat mendorong harga emas naik lebih lanjut.

Namun, perlu dicatat bahwa hubungan antara nilai dolar dan harga emas tidak selalu berjalan secara langsung. Ada kalanya dolar melemah, tetapi harga emas tetap stagnan karena dipengaruhi oleh faktor lainnya.

4. Kebijakan Moneter yang Longgar

Kebijakan moneter yang longgar, seperti penurunan suku bunga atau quantitative easing, juga menjadi salah satu alasan mengapa harga emas terus mengalami kenaikan. Ketika bank sentral menurunkan suku bunga, imbal hasil dari instrumen investasi seperti obligasi pun menjadi lebih rendah.

Biasanya, dalam kondisi ini investor akan berpindah ke emas yang meskipun tidak memberikan imbal hasil (yield), namun dianggap lebih aman dan menguntungkan di tengah suku bunga yang menurun. Selain itu, rendahnya suku bunga bisa menambah likuiditas pasar, yang akhirnya akan mendorong naiknya harga berbagai aset, termasuk emas.

Baca juga: Harga Emas Naik Turun, Apakah Sekarang Waktu yang Tepat Beli Emas?

Bagi kamu yang ingin berinvestasi emas, penting untuk memantau kebijakan moneter bank sentral, khususnya The Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat. Kebijakan yang diambil oleh The Fed memiliki pengaruh besar terhadap harga emas global.

5. Permintaan Fisik yang Tinggi

Permintaan emas fisik, terutama dari sektor perhiasan dan industri elektronik, juga turut menjadi alasan kenaikan harga emas. Di negara seperti India dan Tiongkok, emas memiliki nilai budaya tinggi dan sering digunakan sebagai perhiasan atau hadiah pernikahan.

Tingginya permintaan dari negara-negara tersebut dapat mendorong harga emas naik. Selain itu, industri teknologi juga semakin banyak menggunakan emas untuk komponen dalam perangkat elektronik, yang turut menambah permintaan global.

Perlu dipahami bahwa permintaan emas fisik tidak hanya datang dari investor, tetapi juga dari konsumen dan sektor industri. Semakin tinggi permintaan, maka semakin besar pula potensi kenaikan harga emas.

Emas dalam Crypto: Ketika Aset Fisik Bertemu Teknologi Kripto

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.

Salah satu yang paling populer adalah Tether Gold , stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.

Token XAUt tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.

Memahami Faktor Kenaikan Harga Emas Sebelum Berinvestasi

Memahami alasan mengapa harga emas terus naik sangat penting bagi kamu yang ingin mulai berinvestasi emas. Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi harga emas, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, tingginya inflasi, pelemahan dolar AS, kebijakan moneter yang longgar, hingga tingginya permintaan emas fisik.

Namun, perlu diingat bahwa harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja. Gabungan dari berbagai kondisi ekonomi dan global bisa menyebabkan harga emas naik atau turun. Oleh karena itu, kamu perlu terus mengikuti perkembangan pasar dan melakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->